Di saat gw sedang mengikuti semester pendek di kampus, beberapa universitas justru sudah akan memulai perkuliahan untuk semester 2. Ya, di kampus gw terbilang susah untuk dapat libur..
Dengan akan dimulainya perkuliahan semester 2, gw melihat beberapa temen gw yang mengupdate status facebooknya dengan kalimat-kalimat yang pesimis untuk memulai perkuliahan semester 2 mereka. Terkesan mereka takut untuk memulai semester 2 mereka. Sebagai contoh ada seorang kawan yang status facebooknya berkata,”Duh, kayaknya semster 2 suram nihh..“, atau ada juga “Takut nih buat mulai semester 2“. Ketika membaca status seperti itu, dalam hati gw berkata,”Ke mana semangat mereka? Sudah segitu seramkah semester 2 bagi mereka? Atau hanya ada rasa pesimis dalam benak mereka?”
Sedikit flash back..
Ketika itu tanggal 1-3 September 2008 ada acara gereja PERSINK Jakarta (Persaudaraan Siswa-Siswi Negeri Katolik Jakarta) di daerah Cisarua yang disebut dengan Rekoleksi Kepemimpinan Persink . Gw dan teman-teman dari PASKA Bekasi (Persatuan Siswa-Siswi Katolik Tingkat SMA se-Bekasi) diundang untuk ikut hadir dalam acara tersebut. Di sana terhitung lebih dari 100 siswa-siswi hadir.
Di acara tersebut kami dibagi dalam beberapa kelompok. Nah, gw dapat kelompok yang terdiri dari teman-teman SMA Jakarta yang notabene belum saling kenal. Pada malam tanggal 2, tiap kelompok diminta untuk menyuguhkan penampilan pada acara api unggun. Ketua kelompok gw, Reksa (SMA 26 Jakarta) mengusulkan kami untuk menampilkan drama percintaan yang diiringi dengan lagu-lagu. Kami hanya latihan sekadar saja. Serasa tak ada yang spesial, bahkan gw sedikit ragu untuk penampilan kelompok ini. Namun, Reksa berkata bahwa yakin aja!
Alhasil, penampilan kelompok kami terbilang bagus, walau hanya latihan sekedar saja, ditambah ada rasa pesimis, justru gw merasa sangat puas dengan penampilan kelompok kami. Dari situ gw belajar dari Reksa (yang jika dilihat dari kelas ketika itu dia
di bawah gw, gw kelas XII, dia kelas XI) untuk berfikir optimis. Yakin untuk meraih hasil positif.
Setelah dari acara tersebut, gw selalu menghadapi sesuatu dengan rasa OPTIMIS. Tak peduli untuk hasil akhirnya nanti, yang penting kita sudah berusaha dan bersikap OPTIMIS.
Tularkan rasa OPTIMIS ke semua orang!!
Gw pun membuat suatu kutipan mengenai optimis..
dengan optimis, anda sudah meletakkan satu kaki anda selangkah di depan..




yup… qta emang kudu optimis jalani hidup ini…^^