RSS

Rodes 1-Perkenalan

03 Nov

RODES

PERKENALAN

Tepat pukul 16.30 aku terbangun dari tidur siangku yang cukup pulas. Aku beranjak keluar dari kamar, menyambar sepedaku yang terparkir di halaman rumah baruku. Rumah baru?. Ya, aku dan keluargaku baru saja pindah ke kota ini. Kota yang menurutku begitu terpencil. Yah, apa dayaku? Inilah pekerjaan ayahku yang merupakan seorang lulusan pertambangan. Ia mendapat proyek besar di kota kecil ini, katanya kota ini memiliki Sumber Daya Alam yang tak dimiliki kota lain, bahkan termasuk langka di dunia. Aku tak mengeri dan tak ada niat untuk mau mengerti. Aku sama sekali tak berniat untuk mendalami ilmu itu. Aku ingin menjadi seorang politikus! Ya, politikus. Politikus handal yang dapat merubah Negaraku menjadi Negara yang lebih baik dari segala bidang. Bahkan, menjadi presiden adalah targetku atau lebih tepatnya cita-citaku. Aku sangat mengidolakan Nelson Mandela. Politikus handal asal afrika yang berani berfikir beda di kala orang-orang di sekitarnya menentangnya. Luar biasa! Aku salut terhadapnya. Tak heran kamarku berisi poster-poster dan buku tentangnya. Kedua orangtuaku sangat tidak setuju atas keinginanku untuk menjadi seorang politikus. Mereka hanya ingin aku menjadi seorang lulusan sarjana teknik atau menjadi seorang dokter. Hanya 2 pilihan itu saja yang ada padaku! HANYA ITU! Dan aku sangat tidak menyukainya. Aku benci hitung-hitungan seperti matematika dan fisika, bagaimana bisa aku menjadi seorang lulusan teknik? Begitu juga dokter. Aku tidak menyukai darah dan sangat jijik jika melihat ada potongan-potongan tubuh, dan dalam pikiranku yang dapat menjadi dokter hanyalah orang-orang pintar, dan aku tak termasuk di antaranya. Aku lebih suka berbicara. Tepatnya, berbicara di depan umum. Orang-orang menyebutnya Public Speaking.  Aku sangat antusias ketika melihat mahasiswa-mahasiswa melakukan orasi, atau ketika presiden member pidato kenegaraannya, terlihat luar biasa. Hanya dengan kata-kata mereka dapat menakjubkan orang-orang. Belum lagi kalau melihat Romy Rafael, seorang ahli Hipnotis, hanya dengan kata-kata ia bisa membuat orang berbuat sesuai dengan keinginannya. Luar Biasa! Dan aku ingin bisa seperti mereka, ahli dalam berbicara dan mempunyai mimpi suatu saat dapat memberi pidato kenegaraan.

Aku termasuk lelaki yang mengagumi keindahan wanita. Mengagumi. Itulah alasan yang keluar dari mulutku jika ada teman-temanku yang meledek aku seorang playboy. Hingga sudah kuliah seperti ini, pacarku sudah berjumlah puluhan dan aku mulai “merintis karir” sebagai playboy sejak dari 4 SD. Usia yang terbilang belia untuk nmemulai suatu hubungan. Tapi itulah kenyataannya. Hal itu sebenarnya dipaksa juga dari keadaan di rumahku dimana aku adalah anak tunggal. Tak punya kakak, tak punya adik, dengan orang tua yang bekerja keduanya. Alhasil, aku mencari pelampiasan keluar, dengan menacri orang yang dapat menyanyangiku, dan itulah puluhan wanita yang telah berhasil kupacari. Menjelang kepergianku ke daerah terpencil ini aku memutuskan untuk menjadi single, kuputuskan pacarku dan ingin mencari wanita lain disini. Percuma pacaran kalau tak bisa tatap muka secara langsung, itulah pikirku.

“RODES!”

Itulah namaku. Teman-temanku sering memanggilku Rode ataupun Odes. Tak pernah kupermasalahkan nama panggilanku sepanjang itu masih di dalam batas kewajaran.

“RODES!” ibuku memanggilku.

“Kamu mau kemana?, tugas-tugasmu sudah selesai? Ingat, kamu sendiri yang memilih untuk kuliah di bidang komunikasi, kamu juga harus tanggung jawab dengan pilihanmu.”

“Iya, ma. Sudah! Aku mau jalan-jalan dulu.”Ucapku sambil ku gowes sepeda kesayanganku.

Kedua orangtuaku sebenarnya dengan sangat berat hati melepas anaknya kuliah di bidang komunikasi. Ya, itulah kemauanku dan tak ada orang yang dapat melarangnya termasuk kedua orang tuaku. Menyadari bahwa itu adalah pilihanku, seperti kata ibuku, aku harus tanggung jawab. “Aku akan buktikan kalau aku juga bias sukses!” ucapku dalam hati sambil terus melaju mengelilingi wilayah baruku ini.

to be continue..

..Ewaldoapra..

 
1 Comment

Posted by on November 3, 2009 in Cerita bersambung

 

Tags:

One response to “Rodes 1-Perkenalan

  1. Lambertus Wahyu Hermawan

    November 3, 2010 at 3:18 am

    wah saya jadi kepingin bikin cerita bersambung juga

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: