RSS

Rodes 5-Namanya..

04 Nov

NAMANYA…

Kupesan semangkuk mie goring untuk mengisi perutku. Dan kulihat Ani dan wanita itu terlihat cukup akrab. Sepertinya cukup banyak yang mereka perbincangkan. Bahkan sampai mie gorengku pun habis, mereka masih mengobrol.

“Daritadi kuperhatikan kamu sering melihat ani dan adiknya, kenapa” Anton menanyaiku. Pertanyaan yang cukup menghentakku. Adiknya?.. Wah, pantas mereka terlihat asyik mengobrol, informasi penting nih.

“Darimana kamu tahu?” tanyaku penasaran.

“Kan sudah kubilang Ani adalah teman SMA-ku, jadi aku sudah cukup kenal dia hingga keluarga-keluarganya.”jawab Anton tenang.

“Ooh.. terus siapa namanya?” rasa penasaranku masih menggebu.

“emmmmm.. ada deh.. hahaha” tawa anton. “sudah kuduga kamu jatuh hati sama adiknya ani, sudah banyak loh  pria yang ditolak sama adiknya ani” tegas anton.

“wah, sombong sekali dia” seruku pada anton.

“Eit.. jangan langsung menghakimi orang. Pasti dia punya alasan, walaupun aku tahu alasan itu, tak akan kuberitahu padamu, cari tau saja sendiri ya..” jelas Anton padaku.

Menolak banyak cowok? Alasan? Memang dia tergolong wanita pendiam. Tak banyak ngomong. Bahkan ketika di pantai tak satu pun kata terucap dari bibirnya. Cukup penasaran juga aku dengan apa yang Anton jelaskan padaku. Mungkin akan kutanya pada Ani, dia kan kakknya mungkin dia tau..

Ani nampaknya sudah selesai berbincang dengan adiknya, bertepatan dengan habisnya semangkuk mie gorengku. Dan langsung kusambar dengan pertanyaan. “Siapa nama adikmu itu” tanyaku.’

“Untuk sekarang tak kan kuberitahu dulu tentang adikku ya, mungkin lain kali” jawab Ani padaku yang membuatku cukup kecewa.

Kupandangi kembali wanita itu. Ia membelakangiku. Sebenarnya ada niat dalam diriku untuk mendekatinya, tapi entah kenapa ada rasa yang tak enak. Mungkin aku tak enak pada kakaknya yang notabene adalah teman baruku.

Kulihat ia seperti bergegas ingin pulang. Ia mengeluarkan dompetnya, sepertinya untuk membayar sesuatu. Ku lihat ia melambaikan tangannya pada Ani dan berjalan keluar kantin.

“udah, jangan diperhatiin terus”ucap Ani ketika aku mengalihkan pandangaku dari adiknya.

“dia kuliah disini juga?” tanyaku mencoba mengorek informasi dari kakaknya.

“sudah kubilang untuk saat ini tak akan kuberitahu indentitasnya”jawab Ani padaku.

Dengan tampang yang sedikit ketus aku perlahan berdiri untuk membayar makananku. Dalam hati kufikir mungkin belum saatnya bagiku untuk mengetahui identitas wanita yang mencuri perhatianku. Namun, dalam sekejap fikiranku itu nampaknya salah. Kenapa? Di depan kasir sebelum aku membayar makananku kutemukan sebuah KTP. Ya! KTP kepunyaan adiknya Ani. Darimana kutahu? Dari foto yang terpajang di KTP tersebut.

Ku perhatikan sejenak. Dan senyumpun mengembang dari bibirku.

IRA LATHA.. Namanya!!

to be continue

ewaldoapra

thx 4 reading

 
Leave a comment

Posted by on November 4, 2009 in Cerita bersambung

 

Tags:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: