RSS

Rodes 6-Perjuangan berlanjut

04 Nov

PERJUANGAN BERLANJUT

Setelah mengetahui nama wanita itu, aksi selanjutnya tentu mendekati kakaknya, ani untuk mengorek informasi lanjutan tentang adiknya.

Setelah samapai rumah dengan perasaan senang ku pandangi KTP wanita yang telah membuatku penasaran, Ira Latha. Terbayang-bayang indah mukanya, merah bibirnya dan tentu tak lupa rambut hitam panjangnya yang bagai mahkota menghiasi kepalanya, seolah menegaskan kalau ia adalah seorang wanita yang tak hanya cantik tapi juga manis.

Kurebahkan tubuhku di atas kasur empukku. Sambil senyum-senyum sendiri aku membayangi Ira. Ah, mungkin kalo ada orang yang melihatku aku akan disangka gila, tertawa-tertawa sendiri seolah ada yang sedang melawak. Bodo amat lah, pokoknya hari ini aku cukup senang.

Hari ke 2 kuliah akupun sangat bersemangat. Entah kenapa energi dalam tubuhku terlihat sangat positif beda dengan hari-hari biasa yang telah kulewati. Dengan perasaan riang gembira aku berjalan keluar rumah, mungkin orang tuaku sedikit bingung dengan sikapku hari itu.

Sesampaiku di kampus, aku bertemu Anton dan Ani. Sengaja kurahasiakan bahwa aku telah mengetahui identitas adik dari Ani, agar aku bisa dengan perlahan terus mengorek informasi dari Ani.

Entah kenapa kuliah hari ini terasa sangat lama. Aku ingin buru-buru keluar kelas dan menuju kantin, berharap Ira berada di sana. Nampaknya Anton melihat kegusaranku selama kuliah berlangsung.

“Eh, kamu kenapa?. Gusar sekali hari ini” Anton bertanya padaku ketika dosen menyuruh kami untuk mengerjakan 5 nomor tugas yang diberi langsung oleh sang dosen.

“Ah, tidak. Mungkin perasaanmu saja” elakku menghadapi pertanyaan Anton.

Nampaknya 5 soal kami tak cukup untuk dikerjakan hari ini, alhasil soal pun dilanjutkan dan dijadikan pekerjaan rumah untuk dikumpulkan di pertemuan selanjutnya. Ah, cukup lega hatiku. Di saat aku sedang tidak focus, manamungkin aku akan konsenterasi mengerjakan soal-soal yang “disajikan” dari sang dosen.

“Ke kantin yuk!”ajakku poada Anton dan Ani selepas kelas bubar. Nampaknya mereka tak ada yang curiga dengan ajakanku. Syukurlah.
“Ayo, kebetulan nih tadi belum sarapan” Anton mengiyakan ajakanku. “Des, kamu masih penasaran dengan adiknya Ani?” Anton melanjutkannya dengan pertanyaan yang diajukan terhadapku.

“Tentu saja” dengan muka yang kubuat-kubuat agar tak ketahuan kalau aku telah mengetahui identitas Ira dari KTPnya yang sekarang berada di tanganku.

“Kayaknya kamu perlu sedikit berjuang, ada rahasia penting yang harus ketahui tentang adiknya Ani”, Anton melanjutkan paparannya kepadaku mengenai diri Ira.

“Kenapa?”tanyaku penasaran.

“Mungkin kamu bisa Tanya pada orang-orang yang bekerja di kantin, siapa tahu mereka bisa memberi tahu, aku tidak bias memberi tahu karena sudah terlanjur janji dengan Ani” lanjut Anton.

“Oh,oke” jawabku.

Sesampainya kami di kantin, Ira langsung menemui kakaknya. Ditariknya tangan Ani menuju kearah pojok kantin. Sepertinya ada yang ingin dibicarakan Ira ke Ani. Tak lama, karena setelah itu Ani langsung bergabung bersama aku dan Anton.

Selesai makan, kucoba usul Anton untuk mencari informasi orang-orang kantin. Siapakah sebenarnya Ira?, apakah dia mahasiswa seangkatanku juga, tapi dia adik Ani, terus kenapa dia seolah-olah tak ingat padaku padahal aku pernah mengajaknya mengobrol ketika di pantai beberapa waktu lalu walaupun seperti tak ada tanggapan darinya.

Ya, nampaknya perjuanganku sepertinya masih panjang..

to be continue

ewaldoapra

thx  for reading

 
Leave a comment

Posted by on November 4, 2009 in Cerita bersambung

 

Tags:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: