RSS

Garut In Action

11 Sep

Jatah liburan yang gw dapat dari kampus lumayan banyak, 2 minggu lamanya, dari tanggal 6-18 September. Jadi, kuliah akan dimulai lagi pada tanggal 20.

Selama liburan gw punya beberapa tugas kuliah yang harus diselesaikan, tapi berhubung ingin lepas dari penatnya dunia kuliah, alhasil ditunda-tunda deh tugas kuliahnya (alibi malas ngerjain tugas) hehe..😀

Tanggal 5-7 September kemarin gw dan 2 teman lainnya berkunjung ke Garut. Bukan untuk liburan, melainkan mencari data untuk keperluan karya tulis. Sekitar bulan Oktober nanti akan ada lomba karya tulis “PKM”, Program Kreatifitas Mahasiswa, karena kami dari Fakultasa Ekonomi maka bidang PKM Kewirausahaan yang kami pilih dari bidang-bidang yang ditawarkan seperti bidang pengabdian masyarakat, teknik, dll.

Hampir 5 jam kami ke sana. Berangkat jam 11 sampai di sana jam 4 kurang. Satu hal yang mengagetkan saya ketika sampai sana adalah cuaca di sana yang cukup dingin. Baru memasuki jam 4 saja embun sudah turun dan mengerubungi desa yang akan kami tempati selama 3 hari di sana.

Desa Cikandang. Ya, itulah nama desa tersebut. Desa di sana terbilang cukup asri. Udara sejuk seolah mempertegas hal tersebut.  Keramahan orang-orang di desa tersebut membuat gw betah di sana. Tak pandang bulu, baik anak kecil hingga orang dewasa selau membuat senyum, salam, sapa bilang bertemu. Suatu hal susah untuk ditemui di kota metropolitan seperti Jakarta.

Setelah beristirahat sejenak, kami langsung menuju kandang sapi dan perkebunan yang terletak di belakang rumah. Diiringi dengan hujan rintik-rintik yang turun, kami bergegas menuju tempat research kami. Hal pertama yang kami lihat adalah perkebunan “walu” atau dalam bahasa Indonesia sayur labu. Banyak sekali buah-buah labu tersebut yang habis dipetik.

Beberapa menit kemudian, gw ketemu dengan seorang petani labu. “pak, labu-labu ini mau dikemanain?” tanya gw. “mau dijual ke pasar”. “berapa duit,pak?”. Ketika mengajukan pertayaan itu gw memang benar-benar gag tau berapa harganya. “1 kilo 100 perak,mas”. Waaaahh!!! Jujur, gw kaget. Labu-labu di sana sangat melimpah namun yang disayangkan adalah harga jualnya yang terbilang sangat murah. Bisa dibilang biaya untuk menghasilkan labu-labu tesebut lebih mahal dari pendapatan yang diterima dari menjual labu.  Expense lebih besar dari revenue, kurang lebih  begitu.

Setelah dari perkebunan labu, kami beranjak ke peternakan sapi. Sapi-sapi di sana terbilang sangat banyak. Sekitar 750-800 ekor! Bisa dibayangkan kan betapa banyaknya jumlah sapi tersebut. Dan inilah yang menjadi topik kami di karya tulis ini. Dengan jumlah sapi yang begitu banyak otomatis hasil perahan susu juga banyak. 1 hari seeokr sapi diperah 2 kali, dan dari 4 3kor sapi bisa dihasilkan susu sebanyak 5 L per hari. Namun sayang, susu hasil perahan “hanya” dioper ke koperasi. Mereka hanya menjual susu murni tersebut ke koperasi tanpa diolah sama sekali. Kami menawarkan suatu solusi bagi para peternak sapi di sana dengan pembuatan tahu susu “DANGKE”. Bahan intinya susu murni dengan tambahan getah pepaya maka dapat dibuatlah dangke tersebut. Mengingat produksi susu di sana melimpah, pembuatan dangke dapat menjanjikan. Dangke dibuat, lalu dipasarkan dan dijual, sehingga dapat menambah value yang lebih bagi susu tersebut sekaligus menjadi tambahan pemasukan. Cara pembuatan dangke dapat gw muat di post berikutnya.

Pengalaman baru yang gw dapar di sana adalah karena di sana semuanya muslim, alhasil 3 hari di sana gw ikutan puasa. Wah, seru juga karena gw ikutan sahur dan buka puasa.🙂

Satu lagi pengalaman baru yang gw dapat di sana adalah first experience memerah sapi. Karena baru pertama kali salah-salah toh biasa. Ya, itulah yang gw lakukan. Pertama kali gw perah, susunya muncrat kemana-mana, tapi untungnya kedua dan seterusnya gw berhasil. Sangat menyenangkan melihat susu hasil perahan sendiri, terlihat bangga. hehe..😀

Malam kedua di sana barulah kami mulai menyusun karya tulis kami yang berbentuk proposal bisnis. Mulai dari  pendahuluan, latar belakang hingga cara dan terget pemasaran. Memang belum semuanya selesai, namun diharapkan selesai tepat waktu.

Hari ke3 pukul 08.00 gw dan seorang teman bergegas kembakli ke Jakarta karena dia ada keperluan penting sehingga harus balik, sementara seorang lagi masih berada di sana hingga lebaran.

Ya, itulah petikan Desa Cikandang In Action. Pengalaman menyenangkan, walaupun intinya untuk penulisan proposal bisnis, tapi kan ada sesi liburan dan senang-senangnya.. hahaaiiyy..😀

Oke semua..

Happy Holiday!^^

 
2 Comments

Posted by on September 11, 2010 in kampus, liburan, Pengembangan Diri

 

Tags: , , , , , ,

2 responses to “Garut In Action

  1. iyo

    September 27, 2011 at 9:57 am

    wah solusi yang bagus
    itulah tantangan bidang pertanian khususnya peternakan didalamnya karena kita memiliki potensi besar namun blum bisa mengoptimalkan apa yg kita miliki syang skali bkan pdahl ptensi itu sangat bsar skali
    mka itu mnjadi pr kami jg sbagai orang d bdang itu mari trus berkarya

     
    • ewaldoapra

      January 4, 2012 at 4:26 am

      wah, senang deh ada orang di bidangnya yang comment post ini..🙂
      selamat berkarya,mas!!

       

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: