RSS

Seni Mengevaluasi Diri

23 Sep

Seni Mengevaluasi Diri

Oleh: Hingdranata Nikolay

Yang telah belajar NLP tahu bahwa ajaran NLP adalah ‘melihat’ ke depan, atau FOKUS pada OUTCOME.  Yang belum paham akan berargumen kenapa kita tidak menghargai pengalaman atau sejarah.  Apakah NLP melarang kita mengevaluasi ke belakang?  Tidak juga.  Yang tidak dianjurkan adalah melihat ke belakang dan FOKUS pada masalah atau situasi yang tidak bermanfaat.  Jebakan saat kita melihat atau mengevaluasi ke belakang adalah BINGKAI seperti “Salah siapa ini?”, “Kenapa ini harus terjadi pada saya?”, “Kenapa saya harus menderita seperti ini?”, “Kenapa saya tidak seberuntung mereka?”, “Kenapa ini terjadi?”, “Saya tidak mungkin bisa berhasil”, “Saya tidak mampu melakukannya” , dan lain-lain.

Entah mengevaluasi ke belakang apa yang telah kita pikirkan, lakukan, atau membidik ke depan apa yang perlu kita pikirkan dan lakukan, keduanya tergantung pada BINGKAI berpikir dan bertindak kita.  Berikut saya ulas singkat beberapa jebakan dalam ‘mengevaluasi ke belakang’ dan solusi BINGKAI berpikir yang bermanfaat.

1. Jebakan EVALUASI HASIL

Berpikir “Inilah hasil usaha saya” atau “Saya harus terima hasil ini”.  Bisa terjebak membenarkan hasil yang dicapai sebagai yang sebenarnya diinginkan.

SOLUSI -> BINGKAI OUTCOME – Tanyakan “Apa yang sebenarnya saya inginkan?” atau “Apa sasaran sebenarnya yang belum terpenuhi?”

2. Jebakan EVALUASI MASALAH

Berpikir “Masalahnya adalah …..” atau “Yang berat dalam masalah ini …..”.  Bisa terjebak pada masalahnya, yang menyedot waktu, energi dan fokus.

SOLUSI – > BINGKAI SOLUSI – Tanyakan “What’s next?” atau “Apa yang perlu saya lakukan berikutnya?” atau “Apa yang belum saya lakukan?”

3. Jebakan GENERALISASI dan DISTORSI

Berpikir “Ini sudah yang terbaik dari saya” atau “Ini adalah batas kemampuan saya” atau “Saya tidak mungkin lebih lagi”

SOLUSI -> BINGKAI KEMUNGKINAN – Tanyakan ‘Bagaimana jika saya lakukan ini …..” atau “Saat saya pikirkan saya sebenarnya bisa, apa yang memungkinkan itu terjadi?” atau “Bagaimana jika ………. ini terjadi?”

4. Jebakan EVALUASI PENYEBAB

Berpikir “Ini semua karena…… .” atau “Kalau tidak gara-gara …..” atau “Ini semua salah si ………”.  Bisa terjebak pada menyalahkan diri atau orang lain, atau membenarkan situasi, sehingga menyedot energi dan mensabotase pemikiran kreatif.

SOLUSI -> BINGKAI ‘BAGAIMANA’ – Tanyakan “Bagaimana ini bisa terjadi?” atau “Bagaimana proses terjadinya?” atau “Bagaimana saya bisa memperbaiki? ”

5. Jebakan EVALUASI KEGAGALAN

Berpikir “Ini adalah sebuah kegagalan!” atau “Saya telah gagal!”.  Bisa terjebak dalam situasi berhenti berusaha pada sesuatu yang sebenarnya berharga untuk kita.

SOLUSI -> BINGKAI FEEDBACK – Tanyakan “Apa pelajaran yang bisa saya ambil dari sini?” atau “Masukan apa yang berharga dari situasi ini?” atau “Apa yang perlu saya rubah, tambah, lakukan dengan berbeda, dll., untuk bisa berhasil di kali berikut?”

Apakah ini berarti kita tidak usah membahas ‘masalah’?  Tidak juga.  Perhatikan saja FOKUS pemikiran kita.  Sebagian kita bisa sangat efektif dengan mempelajari sebuah masalah. Sebagian tenggelam dalam masalah saat melakukannya dan buntu dalam solusi karena energi sudah terpakai untuk memikirkan masalah.  Dalam meeting misalnya, berapa persen waktu kita untuk membahas masalah, berapa persen membahas solusi?

Melihat ke belakang adalah sebuah seni berpikir.  Kita melihat ke belakang dengan tujuan apa?  Meratapi?  Menyesali?  Menyalahkan?  Menangis?  Mengkonformasi sakit hati kita?  Atau sebagai alat bantu untuk maju ke depan?  Karena kalau kita mau menggunakannya sebagai alat bantu maju ke depan, maka kita perlu BINGKAI yang lebih sehat dalam berpikir.  ‘Purpose drives energy’, demikian sebuah presuposisi NLP berbunyi: ‘Tujuan yang mengarahkan energi’.  Fokus pada masalah, maka ke sana pula energi kita terbang.  Fokus pada solusi, ke sanalah energi kita terkumpul.  Tinggal kita mau mengumpulkan energi kita untuk yang mana.  Meratapi yang telah lalu dan mencari apa dan siapa yang salah, atau membidik sasaran di depan dan mencari apa yang sebenarnya diinginkan.  Di atas hanyalah beberapa cara melakukannya dengan bermanfaat.  Masih banyak cara, termasuk mungkin yang sudah Anda lakukan sendiri.  It’s a CHOICE, anyway!



Have a positive day!

Hingdranata Nikolay

http://heartspeaks.info/00089.htm

 
Leave a comment

Posted by on September 23, 2010 in Artikel, Kutipan, Motivasi, Pengembangan Diri

 

Tags: , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: