RSS

Monthly Archives: December 2010

Demam Sepakbola Nasional


Masyarakat Indonesia akhir-akhir ini sedang keranjingan dengan sepakbola, terutama sepakbola nasional. Bagaimana tidak? Hampir setiap hari wajah para punggawa timnas Indonesia muncul di layar kaca televisi, menghiasi koran-koran, hingga menjadi Trending Topic di salah satu situs jejaring sosial.

Berlebihan? Mungkin iya. Tengok saja hasil yang diraih Indonesia pada final leg 1 di Malaysia. Tim Garuda takluk 3 gol tanpa balas. Pelatih Timnas, Alfred Riedl pun mengakui bahwa pemberitaan berlebihan mengenai timnas dan ada nya politisasi dari timnas itu sendiri sangat mempengaruhi kinerja tim merah putih yang sedang dibesutnya.

Hampir seluruh lapisan masyarakat begitu percaya diri dengan hasil yang digapai tim Merah Putih dari babak kualifikasi grup hingga seminifinal. Nyaris tanpa cacat para petarung lapangan hijau Indonesia tersebut bermain. Statistik memasukan 15 gol dan hanya kebobolan 2 gol menjadi bukti sahnya. Namun sangat disayangkan justru di puncak perhelatan akbar sepakbola se-asia tenggara tersebut timnas bertekuk lutut di Malaysia 3-0. Memang baru pertandingan leg 1, tetapi di atas kertas cukup susah bagi Firman utina cs. untuk membalikkan keadaan.

Gw sesungguhnya gag menyalahkan timnas. Permainan timnas hingga menit 60 terbilang baik. Mereka bisa menyeimbangi gempuran para pemain Malaysia. Yang gw sayangkan adalah ulah suporter Malysia yang jauh dari sportifitas. Bayangkan saja, mana ada pemain yang bisa konsentrasi jika dirinya disorot dengan laser seperti yang dialami kiper timnas, Markus Horison? Gw salut dengan Markus yang berani tegas meminta pertandingan dihentikan karena ulah suporter tersebut. Pertandingan pun dihentikan kurang lebih 5 menit.

Setelah pertandingan dihentikan nampaknya konsentrasi pemain timnas berkurang bahkan merosot drastis. Kesalahan-kesalahan yang tak perlu mereka lakukan. Menurut gw itu suatu keadaan normal. Selama lebih dari setengah pertandingan mereka bermain baik dengan konsentrasi tinggi dan pertandingan dihentikan karena ulah laser. Sudah otomatis tingkat konsentrasi akan menurun dan itu yang terjadi pada pemain timnas. Mungkin para suporter Malaysia akan tertawa melihat ulah mereka berhasil menggoyangkan pertahanan Indonesia. Ya, para suporter Malaysia berhasil membuat koordinasi antar lini timnas Indonesia berantakan. Sudah pasti sunggingan senyuman menghiasi wajah mereka.

Bukan kali ini saja suporter Malaysia melakukan hal tersebut. Di semifinal, Vietnam pun mengalami nasib yang serupa dengan Indonesia. Entah fikiran apa yang berada di dalam benak suporter Malaysia. Yang pasti kemenangan tersebut diraih dengan cara yang tak baik. Kalaupun Malaysia juara, juaranya gag BERKAH.

29 Desember nanti masih akan diadakan pertandingan leg2 yang rencananya akan diadakan di SUGBK, Jakarta. Ya, kita sebagai masyarakat Indonesia tentu sangat berharap adanya keajaiban untuk para punggawa timnas Indonesia. Keep Fighting Indonesia!!


 

Advertisements
 
7 Comments

Posted by on December 27, 2010 in Artikel, Indonesia, olahraga, opini

 

Tags: , , ,

Merry Christmas


25 Desember!!

Merry Christmas!!

Selamat Natal buat rekan-rekan yang merayakannya..

Semoga damai Natal selalu beserta kita..

God bless..

🙂

 
1 Comment

Posted by on December 25, 2010 in Rohani, ucapan selamat

 

Tags: ,

You Raise Me Up


Josh Groban – You Raise Me up

When I am down and, oh my soul, so weary
When troubles come and my heart burdened be
Then, I am still and wait here in the silence
Until you come and sit awhile with me.

You raise me up, so I can stand on mountains
You raise me up, to walk on stormy seas
I am strong, when I am on your shoulders
You raise me up… To more than I can be.

You raise me up, so I can stand on mountains
You raise me up, to walk on stormy seas
I am strong, when I am on your shoulders
You raise me up… To more than I can be.

There is no life – no life without its hunger
Each restless heart beats so imperfectly
But when you come and I am filled with wonder,
Sometimes, I think I glimpse eternity.

You raise me up, so I can stand on mountains
You raise me up, to walk on stormy seas
I am strong, when I am on your shoulders
You raise me up… To more than I can be.

You raise me up, so I can stand on mountains
You raise me up, to walk on stormy seas
I am strong, when I am on your shoulders
You raise me up… To more than I can be.

You raise me up… To more than I can be…

 
2 Comments

Posted by on December 22, 2010 in Lirik, Motivasi

 

Tags: , , ,

Cita-Cita


Jika Anda telah memiliki impian,
berilah tanggal bagi pencapaiannya,
dan impian itu akan menjadi cita-cita.

Ingatlah, bahwa

CITA-CITA ADALAH IMPIAN YANG BERTANGGAL.

Kemudian,
Anda tinggal menyusun urutan tindakan
untuk mencapainya pada tanggal itu.

Sehingga,
semakin Anda menunda,
semakin tanggal itu terdorong menjauh.

Dan semakin Anda malas,
semakin cita-cita itu menjadi tidak berarti.

Kutipan dari Mario Teguh..

 

 
2 Comments

Posted by on December 20, 2010 in Kutipan, Motivasi, Pengembangan Diri

 

Tags: , , , ,

Keadaan “GAGAL”


Ketika kata “GAGAL” terucap, pada saat itulah KEADAAN GAGAL SESUNGGUHNYA TELAH TERCIPTA..


Ubah kata “GAGAL”..

 

Tanamkan  kata “SUKSES” dalam diri.. Dan bersiaplah menjadi PEMENANG..


 
2 Comments

Posted by on December 8, 2010 in komunikasi, Motivasi, Pengembangan Diri

 

Tags: , , ,

Memulai dari Akhir


Waaaahh… lama tak menulis di blog.. Kangeeennn!!! Ya, jujur, setelah gw ngepost tulisan tentang berumur 1 tahunnya blog gw, gw hanya sesekali menengok blog gw ini. Kesibukan di dunia nyata yang cukup menyita waktu membuat gw gag produktif untuk menulis di blog. Ada yang punya ide buat ngatasin hal itu? 😉

Di postingan kali ini gw akan bercerita tentang suat “nilai” penting yang gw dapat waktu mengikuti sebuah pelatihan kepemimpinan tanggal 26-28 November yang lalu. Bisa dilihat dari judul post ini “Memulai dari Akhir”.

Hidup manusia dimulai dari dia lahir hingga akhirnya dia meninggal. Mengapa judulnya “memulai dari akhir?” Bukankah untuk memulai segalanya dari AWAL?. Nih, akan gw akan sedikit bercerita. Hidup manusia di dunia memang berakhir ketika dia meninggal, jadi mari kita lihat dari sudut pandang ini.

Apa yang kamu inginkan orang-orang katakan tentang dirimu ketika dirimu meninggal? Sebuah pujian, hujatan, sanjungan atau caci maki? Tentu ketika kita meninggal nanti, kita ingin meninggalkan segala hal baik yang telah kita lakukan untuk dikenang orang. Nah, dari melihat “akhir” tersebut, hal-hal apa yang dapat kita lakukan untuk mewujudkan keinginan tersebut agar tercapai? Tentu melakukan hal-hal yang baik, menjauhi laranganNya, dan menjalankan perintahNya menjadi jawabannya. Jadi, agar dapat dikenang dengan baik, kita melakukan hal-hal tersebut agar “keinginan” tersebut tercapai. Pada saat itulah kita telah “memulai dari akhir”.

Contoh lain.

“Sudahkan dirimu menargetkan atau membayangkan dirimu ketika telah berumur 50 tahun? Menjadi manusia seperi apakah dirimu? Sukses atau hanya biasa-biasa saja?”

Pertanyaan simpel namun cukup “kena”. Umur gw sekarang 18 tahun, tapi kalau secara terang-terangan gw belum berfikir menjadi orang seperti apakah gw nanti ketika berumur 50 tahun. Ketika gw bertanya pada seorang teman dengan lugas ia menjawab ingin menjadi “usahawan yang sukses dan dapat keliling dunia”. Jawaban menarik bukan? Tapi, apa hal tersebut sudah difikirkan matang-matang atau hanya sekadar jawaban asal-asalan?

Mari kita patok jawaban tersebut. Jika kita “mulai dari akhir”, di mana tujuannya adalah usahawan yang sukses dan dapat keliling dunia, hal-hal apa yang dapat dilakukan agar keinginan tersebut tercapai? Pertanyaan tersebut gw lontarkan kepada teman gw tersebut, dan ia pun sempat berfikir. “Ya, belajar yang benar lah!”jawabnya. “Apakah sudah lw laksanakan?”. Ia diam.

“Memulai dari Akhir” bisa dibilang sebuah senjata motivasi, bahkan bisa menjadi senjata motivasi yang luar biasa, karena dengan telah mematok “akhir” dari yang kita inginkan, kita dapat introspeksi, mempunyai semangat dan daya juang yang tinggi agar keinginan tersebut tercapai.


 

 

 

 

 

 

Semoga bermanfaat..

Salam Fantastis!!..

 

Tags: , , ,