RSS

Rumah Prestasi & Harapan yang Ingin Sampai

02 May

1 April 2011 yang lalu, saya bersama seorang teman memifikirkan suatu kegiatan/gerakan positif yang dapat dilakukan bagi orang muda. Tercetuslah ide “Muda Prestasi” yang untuk saat ini concern di bidang sosial terutama pendidikan dan anak-anak.

Bersama seorang teman dari Universitas Jember, Farah Dina Hera, kami membuat konsep dari pemikiran tersebut. Hingga saat ini sudah terbentuk Rumah Prestasi di jember yang berkegiatan belajar-mengajar dengan target peserta anak-anak. Bagaimana kegiatannya? Berikut adalah notes dari fanpage Muda Prestasi di facebook yang ditulis oleh salah satu anggota Muda Prestasi Jember.

kegiatan di Rumah Prestasi

kegiatan di Rumah Prestasi

Rumah Prestasi & Harapan yang Ingin Sampai

Ternyata hal yang simpel seperti ini, belajar bersama, bisa menjadi sesuatu yang anak-anak sangat harapkan. Dan ternyata sesuatu yang kadang kita anggap terlalu sederhana merupakan langkah penting bagi orang lain.

Hari ini Senin tanggal 30 April 2012

Di rumah prestasi Jember, pukul 15:30 sudah ramai anak-anak berkumpul, mereka bermain di halaman. Sebenarnya hari ini tidak ada jadwal mengajar di Rumah Prestasi, entah mengapa mereka datang saja. Kalau aku keluar, mereka menyerbuku…”Mbak..kapan belajar lagi?”

Dari kemarin, setiap ketemu anak-anak itu, apalagi Yanti, anak yang terpaksa putus sekolah sejak kelas 3 SD. mereka selelu bertanya kepadaku, mungkin setiap melihat wajahku dia akan bertanya “Mbak… kapan belajar lagi?”

“Mbak… gimana itu PR nya? Ayo mbak belajar lagi… aku punya PR belum dinilai.” Kata Via.

Ibu-ibu juga begitu, setiap melihatku “Mbak, kapan belajar lagi?”

Aku merasa senang mendengar ibu-ibu antusias terhadap kegiatan ini. Aku senang ketika melihat Ibu-ibu mengantar anak-anak mereka untuk sekedar belajar bersama kami. Beliau-beliau selalu menunggu anaknya belajar dari pukul 15:00 sampai magrib sembari mengobrol dengan Ibu-ibu lain di depan teras, mugnkin perihal anak-anak mereka.

Pada awalnya kami berfikir mungkin kegiatan belajar ini tidak terlalu diinginkan oleh anak-anak ini, apalagi orang tuanya. Karena yah, aku jarang sekali melihat anak-anak ini terlihat membaca buku. Aku juga jarang mendengar teriakan ibu-ibu menyuruh anaknya belajar. Aku berfikir anak-anak mereka lebih didorong untuk bekerja daripada belajar. Karena tidak jarang sebagian anak-anak ini bekerja apa saja untuk tambahan penghasilan orang tuanya. Seperti waktu-waktu lalu, aku melihat mereka sedang menata sepatu di rumah kost kami atau menyapu teras kost. Untuk itu mereka memang mendapat upah. Bukan karena Ibu kost kami yang menyuruh mereka, mereka yang meminta pekerjaan itu.

Lagi, saat awal pertama aku datang ke Jember, aku melihat dua orang anak menyetop setiap orang yang lewat di kampus. Mereka ternyata sedang menjual buah mentega.

Aku bertanya pada mereka,”darimana kalian dapat buah ini?”

“Setiap ada buah dari pohon mentega yang ada dikampus yang masih bagus yang baru jatuh dari pohon kami ambil mbak buat dijual.”

“Untuk apa? Ibuk bapak apa tidak kerja?”

“Kalau Ibuk paling biasanya nyuci di rumah orang. Kalau Bapak narik becak. Ya ini buat nambah uang saku sekolah kok mbak.”

Mereka anak-anak dekat kostku dan kami satu kampung. Aku miris melihat kenyataan seperti ini. Kemudian sering aku dan teman-teman kostku cerita-cerita perihal anak-anak itu. Agar niatan itu tidak sebatas kegelisahan dalam hati, pada akhirnya berinisiatiflah untuk sedikit berbuat.

Maka teman-teman dari muda prestasi akhirnya sepakat untuk melakukan kegiatan mengajar di kost, yang notabene selalu jadi tempat berkumpul kami, kami menyebutnya rumah pestasi. Berharap mereka semua yang datang ke rumah ini adalah orang-orang yang semangat untuk meraih prestasi dan suatu saat benar-benar bisa mewujudkannya tidak hanya untuk dirinya sendiri tapi orang lain.

Hari pertama dan kedua diadakannya kegiatan belajar, mereka antusias bukan main. Kami mulai pukul 18:15 dan berakhir pukul 20:30, karena setiap kami akan menutup acara, mereka minta belajar lagi, belajar lagi. Ketika kami tidak memberi PR, mereka akan memintanya. Ternyata mereka sangat giat dari yang kami pikir.

“Mbak belajarnya setiap hari saja ya? Dari siang sampek mualem….” Kata Via lagi.

Ternyata hal yang simpel seperti ini, belajar bersama, bisa menjadi sesuatu yang anak-anak sangat harapkan. Dan ternyata sesuatu yang kadang kita anggap terlalu sederhana merupakan langkah penting bagi orang lain. Oleh karena itu kita tidak boleh putus semangat untuk melakukan perbuatan yang menurut kita baik kepada orang lain, meski dimulai dari hal paling sederhana sekalipun.

Salam Prestasi!

For More Information :

Twitter : @mudaprestasi

Facebook : Muda Prestasi (Young Leaders Indonesia)

Unlike

 
 

Tags: , , , ,

One response to “Rumah Prestasi & Harapan yang Ingin Sampai

  1. ace maxs

    May 22, 2012 at 2:57 am

    ayo semangat jiwa mudanya mana ???

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: