RSS

JUVENTUS #SCUD3TT0!!!! dan … Grazie, Ale!

17 May

#ForzaJUVE #Campione #SCUD3TT0 dan berbagai macam hashtag lain muncul di twitter ketika Juventus memastikan gelar juara yang ke 30 nya di Liga Italia. Banyak pro kontra yang mempertanyakan jumlah gelar scudetto juve hingga musim ini. Tetapi, sebagai seorang Juventini, sudah pasti saya memilih ini merupakan gelar ke 30 bagi I Bianconeri.

SCUD3TT0

SCUD3TT0

Penampilan Juventus musim ini saya nilai luar biasa. Tak terkalahkan selama 38 pertandingan, hanya kebobolan 20 gol, ditambah sumber pencetak gol terbilang rata, pemain-pemain belakang seperti Caceres, Chiellini, Bonucci, Barzagli hingga Lichsteiner pun ikut serta menyumbang gol bagi klub selama musim ini. Aksi luar biasa Juventus ini seakan menutup musim-musim yang kurang baik sebelumnya.

Apa kunci Juventus musim ini? Mungkin banyak jawaban. Dan inilah versi saya:

1. Trio M-V-P

MVP

MVP

Marchisio-Vidal-Pirlo.

Untuk yang sering menonton Juve, pasti tahu betapa vitalnya peran ketiga gelandang ini. Trio gelandang ini adalah trio gelandang komplementer alias saling melengkapi. Marchisio dengan kegesitannya menyisir lapangan, Vidal dengan tenaga kudanya tak segan-segan untuk berinteraksi dengan lawan, serta Pirlo dengan kelihaiannya memimpin permainan, menjadi salah satu kunci sukses Juve musim ini.

2. Pertahanan tangguh. Kuartet B-B-B-C

Buffon Barzagli Bonucci Chiellini

Buffon Barzagli Bonucci Chiellini

Buffon-Bonucci-Barzagli-Chiellini.

Trio bek Bonucci-Barzagli-Chiellini berdiri kokoh di depan Gianluigi Buffon. Dengan seringnya digunakan formasi 3-5-2 oleh Antonio Conte, secara langsung membuat trio ini diturunkan dalam waktu yang bersamaan. Kebobolan hanya 20 gol musim ini (memecahkan rekor Juve pribadi), telah membuktikan solidnya pertahanan yang digalang ketiga pemain ini. Tak lupa pula pemain belakang lain seperti Martin Caceres, De Ceglie, hingga Stephan Lichsteiner yang ikut berkontribusi atas pertahanan tangguh selama 1 musim.

Pertahanan Juve tak akan lengkap bila tanpa sang kiper, Gianluigi Buffon. Penyelamatan-penyelamatan gemilang yang ia lakukan musim ini seperti membuat pikiran kita melayang ke 2006, kala Italia menjadi juara piala dunia. Penampilan Buffon musim ini menyerupai penampilan yang ia suguhkan 2006 silam. Terlepas dari kesalahan yang ia lakukan kala bersua Lecce, 1 musim ini Buffon membuktikan ia masih menjadi salah satu kiper terbaik di dunia.

Yang mengejutkan, kuartet ini berasal dari Italia. Semoga pelatih timnas Italia, Cesare Prandelli, tahu bagaimana memaksimalkan potensi mereka di timnas untuk Euro 2012 esok.

3. Motivasi kuat

Motivasi kuat ini berasal dari pemain dan pelatih. Pemain-pemain di skuad Juve seolah lapar dan dahaga akan gelar juara. Mereka berlari tanpa henti selama 90 menit. Pressure yang mereka berikan kepada tim lawan menampilkan penampilan Juve yang terkenal “Lo Spirito Juve“. Pelatih pun begitu. Antonio Conte sepertinya ingin menbuktikan kepada orang-orang yang ragu akan dirinya ketika ia mengabil alih kursi kepelatihan Juve tahun lalu. Dengan modal 5 scudetto yang pernah ia raih bersama Juve, ia membawa Juve menjadi tim yang bermain dinamis dan tak kenal lelah.

4. Figur pelatih

Antonio Conte

Antonio Conte

Figur pelatih Antonio Conte merupakan orang yang berjasa untuk Scudetto yang ke 30 ini. Yang saya salut dari seorang Conte adalah kejeliannya dalam membaca permainan. Ketika awal menjadi pelatih Juve, ia menggunakan formasi 4-2-4. Tapi seiring berjalannya waktu ia menggunakan formasi 3-5-2 atau 4-3-3. Hebatnya lagi, ia bisa mengganti formasi di tengah-tengah permainan tergantung performa tim dan lawan yang dihadapi. Hal itulah yang menjadi salah satu senjata yang membuat Juve tak terkalahkan musim ini. Ketika permainan dimulai ia bisa saja menggunakan 4-3-3. Akan teteapi jika performa tim tidak baik selama pertandingan, ia dapat dengan fleksibel mengganti formasi menjadi 3-5-2. Hal lain yang patut disaluti dari Conte adalah ia mampu memotivasi dan mengajak pemain untuk total dan fokus selama 90 menit pertandingan. Selain itu, tak memandang pemain senior atau tidak, Conte mampu tegas kepada para pemainnya.

5. Penyerang “gantian”

Vucinic Quags Matri

Vucinic Quags Matri

Ada 5 penyerang di skuad Juventus. Matri, Vucinic, Borriello, Quagliarella, dan Ale Del Piero. Akan tetapi tengok berapa jumlah gol yang mereka buat. Di SERIE-A, praktis hanya Matri dan Vucinic yang paling banyak. Vucinic pun tak menyentuh angka 2 digit, itu pun sama dengan jumlah gol yang dicetak gelandang, Marchisio. Matri pun “hanya” 10 gol. Tapi itulah yang membuat skuad penyerang ini unik. Dengan penyerang-penyerang seperti ini, Juve menjadi tim yang tidak “ketergantungan” terhadap penyerang. Seperti yang saya sebutkan di awal, bek-bek pun kerap kali mencetak gol untuk Juve. Justru penyerang-penyerang ini dapat menjadi pemberi assist bagi yang lain. Penyerang-penyerang yang diturunkan Conte pun bervariasi tiap pertandingan, dikombinasikan dari kelimanya. Mereka menjadi pemain yang siap tampil jika dipanggil Conte untuk masuk lapangan.

6. Pemain Terbaik : Andrea Pirlo

Andrea Pirlo #21

Andrea Pirlo #21

Pemain 32 tahun ini menjelma menjadi sosok yang tergantikan di skuad. Posisi deep playmaker yang diembannya dijalankan dengan baik. Tak heran 13 assists ia sumbangkan untuk Juve musim ini. Pemain-pemain Juve seolah termanjakan oleh umpan-umpan manisnya. Jika dihubungkan dengan musik, Pemain bernomor punggung 21 ini merupakan dirigen permainan Juve. Ia yang menentukan irama permainan dan akan dibawa ke mana arah permainan Juve. AC Milan pasti menyesal melepasnya.

Sepak bola selalu menawarkan dua sisi. Di sisi satu, Juventini sedang bahagia dengan scudetto yang diraih, di sisi lainnya bersedih dengan dengan tidak adanya perpanjangan kontrak untuk Il Capitano, Del Piero. Sumbangsih Del Piero musim ini terbilang lumayan, karena ia tidak menempati pos reguler untuk bermain. 2 gol di Coppa Italia serta 3 gol dan 2 assist di SERIE-A. Pencampaian yang baik mengingat gol serta assist yang iaberikan di kala Juve benar-benar membutuhkannya.

19 tahun bersama Juventus dan 8 gelar scudetto yang ia berikan pasti akan dikenang baik oleh para Juventini.
Terima kasih Ale untuk loyalitas yang diberikan.

Grazie, ALE!!

Forza JUVE!!

Klik this for -> JUVE’s ANTHEM

 

 

 
Leave a comment

Posted by on May 17, 2012 in Artikel, Juventus, olahraga

 

Tags: , , , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: