RSS

Monthly Archives: July 2012

Gelas Kosong


Selasa malam, 24 Juli, saya sedang buka blog ini melihat postingan yang lama. Tak lama, saya melihat postingan lama “Perhatikan Apa Yang Dibicarakannya..“. Sejurus kemudian, saya tertarik untuk menulis mengenai komunikasi, dan yang berhubungan dengan posting tersebut.

Apa yang anda lakukan atau bagaimana sikap anda ketika berkomunikasi dengan orang terlebih orang tersebut merupakan orang yang baru anda temui dan anda bahkan belum pernah berbicara dengan orang tersebut?

Jika pertanyaan tersbut diajukan kepada saya, jawaban yang terlintas di pikiran adalah “mengosongkan gelas saya” terlebih dahulu. Gelas apa yang dimaksud?

Ketika kita sedang berkomunikasi dengan orang, terlebih orang tersebut baru anda temui, ada baiknya kita menjadi pendengar yang baik terlebih dahulu.

Analogi gelas yang penuh. Kalau gelas yang kita punya sudah penuh terisi air, tentu apabila ditambah air lagi, akan tumpahlah air tersebut. Jadi, apa yang harus kita lakukan? Ya, kosongkan gelas yang kita punya terlebih dahulu, sehingga gelas yang kita punya sudah siap untuk diisi air lagi dan tidak menyebabkan tumpahnya air.

Dengan mengosongkan gelas kita sendiri, kita dapat menjadi pendengar yang baik. Komunikasi yang baik dan efektif pun akan tercipta. Orang yang menjadi lawan bicara pun akan terasa nyaman berbicara dengan kita. Secara tidak langsung pun, lawan bicara kita akan mengosongkan gelasnya juga. Dan pada saat itulah, kita mengisi air kita ke gelas yang menjadi lawan bicara kita. 😉

Semoga bermanfaat!

baca juga: Tips Membangun Komunikasi

 
 

Tags: , ,

Penilaian Manusia Vs Tulus


Ada satu hal menarik yang ingin saya bagikan kepada orang-orang yang “nyasar” di blog ini. Catatan yang merupakan satu pengalaman pribadi yang saya rasakan dan lihat secara langsung.

Coba lihat dan perhatikan orang-orang yang berada di sekitar anda. Perhatikan kegiatan dan tindak-tanduknya. Murinikah yang dia lakukan? Ataukah untuk mendapat penilaian saja dari orang lain?

Kegiatan yang tulus tidak berharap adanya balasan dari orang lain. Itu murni keikhlasan dari apa yang ia lakukan. Tidak mengharapkan adanya balasan atas apa yang ia lakukan apalagi berharap balasan yang lebih dari apa yang ia lakukan. Ia melakukan hal A, untuk mendapat balasan berupa hal B. Seperti halnya sogokan. Ironis!

Dalam istilah saya, itu dibilang “ngarep”! Tindakan ngarep itu menandakan tidak adanya ketulusan dari pekerjaan yang ia lakukan. Ia hanya berfikir apa “pikiran orang tentang dia” setelah melakukan hal tersebut, bahkan ngarep mendapatkan sesuatu dari orang lain.

Baiklah, itu untuk “ngarep”, jika mengharapkan sesuatu setelah “do something”. Lalu bagaimana jika dia tidak ngarep, tapi justru takut? Pesimistic.

Ada juga beberapa orang yang justru takut dinilai oleh orang lain. Ia selalu mikir-mikir jika melakukan sesuatu, karena takut dinilai oleh orang lain. Terlihat jiwa pesimistisnya. Takut dinilai A,B,C dan seterusnya. Takut, takut dan takut! Bisakah ia berkembang? I don’t think so.

Penilaian yang berujung akan menjadi “cap” bagi dirinya begitu menghantui dirinya. Mengapa? Karena ia merasa cap itu akan menjadi cap yang buruk bagi dirinya, hal tersebut akan hinggap di dirinya.

Lantas, bagaimana cara agar tidak menjadi orang yang disebut “ngarep” dan “pesimistic”? Jawabannya, lupakan penilaian-penilaian dari manusia, berfokus pada pekerjaan yang dilakukan dengan “TULUS”. Kegiatan yang kita lakukan dengan tulus, tidak mengharapkan imbalan atau balasan, dan tidak takut dinilai orang entah itu baik ataupun buruk. Orang yang “ngarep” akan kelihatan apabila apa yang ia harapkan tidak terwujud.Ia akan kesal sendiri, BT dan bisa saja marah-marah tak jelas. Sementara orang yang pesimistic, terlihat dengan kurangnya rasa PD (percaya diri) karena dibelenggu oleh rasa takut.

Biarkan saja penilaian-penilaian dari manusia. TULUS, Dan biarlah Tuhan yang menilai pekerjaan atas apa yang kita lakukan, karena penilaian dari manusia hanya bersifat sementara di dunia ini…

*yang menjadi pertanyaan : kita termasuk golongan orang yang mana? ngarep-pesimsitic-tulus? *

 

 

 
4 Comments

Posted by on July 2, 2012 in Artikel, blog, pengalaman, Pengembangan Diri

 

Tags: , , , , ,