RSS

Category Archives: blog

Penilaian Manusia Vs Tulus


Ada satu hal menarik yang ingin saya bagikan kepada orang-orang yang “nyasar” di blog ini. Catatan yang merupakan satu pengalaman pribadi yang saya rasakan dan lihat secara langsung.

Coba lihat dan perhatikan orang-orang yang berada di sekitar anda. Perhatikan kegiatan dan tindak-tanduknya. Murinikah yang dia lakukan? Ataukah untuk mendapat penilaian saja dari orang lain?

Kegiatan yang tulus tidak berharap adanya balasan dari orang lain. Itu murni keikhlasan dari apa yang ia lakukan. Tidak mengharapkan adanya balasan atas apa yang ia lakukan apalagi berharap balasan yang lebih dari apa yang ia lakukan. Ia melakukan hal A, untuk mendapat balasan berupa hal B. Seperti halnya sogokan. Ironis!

Dalam istilah saya, itu dibilang “ngarep”! Tindakan ngarep itu menandakan tidak adanya ketulusan dari pekerjaan yang ia lakukan. Ia hanya berfikir apa “pikiran orang tentang dia” setelah melakukan hal tersebut, bahkan ngarep mendapatkan sesuatu dari orang lain.

Baiklah, itu untuk “ngarep”, jika mengharapkan sesuatu setelah “do something”. Lalu bagaimana jika dia tidak ngarep, tapi justru takut? Pesimistic.

Ada juga beberapa orang yang justru takut dinilai oleh orang lain. Ia selalu mikir-mikir jika melakukan sesuatu, karena takut dinilai oleh orang lain. Terlihat jiwa pesimistisnya. Takut dinilai A,B,C dan seterusnya. Takut, takut dan takut! Bisakah ia berkembang? I don’t think so.

Penilaian yang berujung akan menjadi “cap” bagi dirinya begitu menghantui dirinya. Mengapa? Karena ia merasa cap itu akan menjadi cap yang buruk bagi dirinya, hal tersebut akan hinggap di dirinya.

Lantas, bagaimana cara agar tidak menjadi orang yang disebut “ngarep” dan “pesimistic”? Jawabannya, lupakan penilaian-penilaian dari manusia, berfokus pada pekerjaan yang dilakukan dengan “TULUS”. Kegiatan yang kita lakukan dengan tulus, tidak mengharapkan imbalan atau balasan, dan tidak takut dinilai orang entah itu baik ataupun buruk. Orang yang “ngarep” akan kelihatan apabila apa yang ia harapkan tidak terwujud.Ia akan kesal sendiri, BT dan bisa saja marah-marah tak jelas. Sementara orang yang pesimistic, terlihat dengan kurangnya rasa PD (percaya diri) karena dibelenggu oleh rasa takut.

Biarkan saja penilaian-penilaian dari manusia. TULUS, Dan biarlah Tuhan yang menilai pekerjaan atas apa yang kita lakukan, karena penilaian dari manusia hanya bersifat sementara di dunia ini…

*yang menjadi pertanyaan : kita termasuk golongan orang yang mana? ngarep-pesimsitic-tulus? *

 

 

 
4 Comments

Posted by on July 2, 2012 in Artikel, blog, pengalaman, Pengembangan Diri

 

Tags: , , , , ,

Reactive Person


Beberapa hari yang lalu saya sedang mengikuti sebuah rapat. Di rapat tersebut muncul banyak ide yang ditampung kepanitiaan. Tapi yang menarik adalah sisi reaktif dari beberapa orang. Ya, reaktif. Reaktif sendiri menurut saya adalah tindakan yang cenderung atau segera bereaksi terhadap sesuatu yang muncul. Ide-ide yang muncul ditanggapi dengan reaktif, yang menurut hemat saya tidak baik.

Sangat disayangkan, apabila orang muda merupakan orang yang reaktif. Meminjam istilah “survivor” (orang yang melakukan survival), dikenal istilah S-T-O-P. Istilah tersebut digunakan apabila sang survivor tersesat. S-T-O-P juga dapat kita gunakan agar kita tidak menjadi orang yang reaktif terhadap sesuatu/ide yang muncul.

S – Seating : Ketika mendapatkan ide/masukan/pendapat orang, kira berhenti dan sejenak menarik nafas. Hilangkan kepanikan ketika banyak ide/masukan/pendapat yang masuk.

T- Thinking : Setelah itu kita fikir ide/masukan/pendapat tersebut secara baik dan logis. Berfikir tetap tenang dalam situasi yang dihadapi.

O- Observation : Setelah berfikir, liat situasi, kondisi, dan keadaan sekitar. Lalu tentukan arah yang sesuai dengan ide yang kita terima.

P- Planning : Setelah melihat keadaan sekitar, buat rencana dan perhitungkan konsekuensi yang muncul akibat rencana tersebut.

Menjadi orang yang reaktif mungkin baik, karena hal tersebut berarti kita dapat mencerna ide dan masukan dengan baik tapi dengan cara yang kurang tepat. Kita tidak memperhitungkan konsekuensi dengan memerhatikan keadaan dan situasi sekitar. Ada baiknya kita menggunakan pemetaan S-T-O-P ketika mendapat banyak ide/masukan/pendapat hingga ketika menghadapi situasi yang sulit.

Semoga bermanfaat..
🙂

 

Tags: , , , , , , ,

Masukan


Beberapa hari kemarin dapat masukan dari alam gaib (*loh).. 😀
Begini masukan dan sarannya..

katanya untuk lebih mempermanis isi blog, ada baiknya menggunakan kata “saya dan anda” dibandingkan “gw(gue) dan lw (lo)”..

masukan dari alam gaib ini telah dipertimbangkan, dan akhirnya mulai dari sekarang isi blog ini menggunakan kata ganti “saya atau anda” supaya lebih formal..

Ya, tak apalah..
yang penting pada nantinya masih akan tetap ngisi blog ini dengan pemikiran yang ada di kepala..

Terima kasih atas masukannya yaa..
🙂

 
Leave a comment

Posted by on July 9, 2011 in blog

 

Tags: ,