RSS

Category Archives: Indonesia

Rumah Kita


Film 5cm begitu booming akhir-akhir ini. Saya pun tidak ketinggalan untuk menonton filmnya. Selepas nonton 5cm, ada 1 makna dari film tersebut yang tersirat, yaitu “NASIONALISME”. Terdapat pula dialog “lebih baik rumah kita sendiri“. Entah kenapa tidak ada lagu “Rumah Kita” di film tersebut, tapi yang pasti lagu ini menjelaskan rasa nasionalisme yang tinggi. Apapun kejadian, bentuk dan rasa negeri kita, tetaplah itu Rumah Kita

Kita menginjak tanahnya, kita minum air dari mata airnya, kita makan dari sumber daya yang ada di negeri ini, dan masih banyak lagi……

prayforIndonesia

————————————————————————————————————————————————-

Hanya bilik bambu tempat tinggal kita
Tanpa hiasan, tanpa lukisan
Beratap jerami, beralaskan tanah
Namun semua ini punya kita
Memang semua ini punya kita… Sendiri…

Hanya alang alang pagar rumah kita
Tanya anyelir, tanpa melati
Hanya bunga bakung tumbuh di halaman
Namun semua itu milik kita
Memang semua itu milik kita,sendiri

Haruskah kita beranjak ke kota
Yang penuh dengan tanya…

Lebih baik disini, rumah kita sendiri
Segala nikmat dan anugerah yang kuasa
Semuanya ada disini
Rumah kita

Lebih baik disini, rumah kita sendiri
Segala nikmat dan anugerah yang kuasa
Semuanya ada disini
Rumah kita,rumah kita

Lebih baik disini, rumah kita sendiri
Segala nikmat dan anugerah yang kuasa
Semuanya ada disini
Rumah kita
Rumah kita
ada di sini

 
1 Comment

Posted by on December 19, 2012 in Indonesia, Lirik

 

Tags: ,

@PianoGuys – What’s Make You Beautiful (COVER)


Sudah lama saya mengikuti dan melihat @PianoGuys dari youtube. Dan baru kali ini saya sempat untuk memposting mengenai mereka.

PianoGuys diawali dari Jon Schmidt di piano dan Steven Sharp Nelson yang dikenal sebagai Cello Guy. Kolaborasi keduanya menghasilkan musik high class. Kehadiran mereka pun ditambah beberapa orang yang menjadi tim dari PianoGuys.

Salah satu video mereka “What Makes You Beautiful (5 Piano Guys, 1 piano) – ThePianoGuys” telah diviews 6,638,459 hanya dalam waktu kurang lebih 1 bulan sejak diuploadke youtube!!!

Penasaran dengan videonya?

Check this out!

 

Coba tonton juga video mereka yang lain. Alunan musik yang indah mengalun manis di telinga.

Semoga musisi Indonesia ada yang dapat seperti mereka…
🙂

 
Leave a comment

Posted by on August 21, 2012 in Artikel, Indonesia

 

Tags: , , ,

Universitas Kehidupan


Universitas Kehidupan

Jika semua yang kita kehendaki terus kita MILIKI, darimana kita belajar IKHLAS
Jika semua yang kita impikan segera TERWUJUD, darimana kita belajar SABAR
Jika setiap doa kita terus DIKABULKAN, bagaimana kita dapat belajar IKHTIAR.

Seorang yang dekat dengan Tuhan, bukan berarti tidak ada air mata
Seorang yang taat pada Tuhan, bukan berarti tidak ada kekurangan
Seorang yang tekun berdoa, bukan berarti tidak ada masa sulit
Biarlah Tuhan yang berdaulat sepenuhnya atas hidup kita, karena Dia tahu yang tepat untuk memberikan yang terbaik.

Ketika kerjamu tidak dihargai, maka saat itu kamu sedang belajar tentang KETULUSAN
Ketika usahamu dinilai tidak penting, maka saat itu kamu sedang belajar KEIKHLASAN
Ketika hatimu terluka sangat dalam.., maka saat itu kamu sedang belajar tentang MEMAAFKAN.

Ketika kamu lelah dan kecewa, maka saat itu kamu sedang belajar tentang KESUNGGUHAN
Ketika kamu merasa sepi dan sendiri, maka saat itu kamu sedang belajar tentang KETANGGUHAN
Ketika kamu harus membayar biaya yang sebenarnya tidak perlu kau tanggung, maka saat itu kamu sedang belajar tentang KEMURAHAN HATI.

Tetap semangat….
Tetap sabar….
Tetap tersenyum…..
Karena kamu sedang menimba ilmu di UNIVERSITAS KEHIDUPAN

TUHAN menaruhmu di “tempatmu” yang sekarang, bukan karena “KEBETULAN”
Orang yang HEBAT tidak dihasilkan melalui kemudahan, kesenangan, dan kenyamanan
MEREKA di bentuk melalui KESUKARAN, TANTANGAN & AIR MATA.

______

(Disadur dari Buku “Sepatu Dahlan Iskan”)

 

Tags: , , , , ,

Rumah Prestasi & Harapan yang Ingin Sampai


1 April 2011 yang lalu, saya bersama seorang teman memifikirkan suatu kegiatan/gerakan positif yang dapat dilakukan bagi orang muda. Tercetuslah ide “Muda Prestasi” yang untuk saat ini concern di bidang sosial terutama pendidikan dan anak-anak.

Bersama seorang teman dari Universitas Jember, Farah Dina Hera, kami membuat konsep dari pemikiran tersebut. Hingga saat ini sudah terbentuk Rumah Prestasi di jember yang berkegiatan belajar-mengajar dengan target peserta anak-anak. Bagaimana kegiatannya? Berikut adalah notes dari fanpage Muda Prestasi di facebook yang ditulis oleh salah satu anggota Muda Prestasi Jember.

kegiatan di Rumah Prestasi

kegiatan di Rumah Prestasi

Rumah Prestasi & Harapan yang Ingin Sampai

Ternyata hal yang simpel seperti ini, belajar bersama, bisa menjadi sesuatu yang anak-anak sangat harapkan. Dan ternyata sesuatu yang kadang kita anggap terlalu sederhana merupakan langkah penting bagi orang lain.

Hari ini Senin tanggal 30 April 2012

Di rumah prestasi Jember, pukul 15:30 sudah ramai anak-anak berkumpul, mereka bermain di halaman. Sebenarnya hari ini tidak ada jadwal mengajar di Rumah Prestasi, entah mengapa mereka datang saja. Kalau aku keluar, mereka menyerbuku…”Mbak..kapan belajar lagi?”

Dari kemarin, setiap ketemu anak-anak itu, apalagi Yanti, anak yang terpaksa putus sekolah sejak kelas 3 SD. mereka selelu bertanya kepadaku, mungkin setiap melihat wajahku dia akan bertanya “Mbak… kapan belajar lagi?”

“Mbak… gimana itu PR nya? Ayo mbak belajar lagi… aku punya PR belum dinilai.” Kata Via.

Ibu-ibu juga begitu, setiap melihatku “Mbak, kapan belajar lagi?”

Aku merasa senang mendengar ibu-ibu antusias terhadap kegiatan ini. Aku senang ketika melihat Ibu-ibu mengantar anak-anak mereka untuk sekedar belajar bersama kami. Beliau-beliau selalu menunggu anaknya belajar dari pukul 15:00 sampai magrib sembari mengobrol dengan Ibu-ibu lain di depan teras, mugnkin perihal anak-anak mereka.

Pada awalnya kami berfikir mungkin kegiatan belajar ini tidak terlalu diinginkan oleh anak-anak ini, apalagi orang tuanya. Karena yah, aku jarang sekali melihat anak-anak ini terlihat membaca buku. Aku juga jarang mendengar teriakan ibu-ibu menyuruh anaknya belajar. Aku berfikir anak-anak mereka lebih didorong untuk bekerja daripada belajar. Karena tidak jarang sebagian anak-anak ini bekerja apa saja untuk tambahan penghasilan orang tuanya. Seperti waktu-waktu lalu, aku melihat mereka sedang menata sepatu di rumah kost kami atau menyapu teras kost. Untuk itu mereka memang mendapat upah. Bukan karena Ibu kost kami yang menyuruh mereka, mereka yang meminta pekerjaan itu.

Lagi, saat awal pertama aku datang ke Jember, aku melihat dua orang anak menyetop setiap orang yang lewat di kampus. Mereka ternyata sedang menjual buah mentega.

Aku bertanya pada mereka,”darimana kalian dapat buah ini?”

“Setiap ada buah dari pohon mentega yang ada dikampus yang masih bagus yang baru jatuh dari pohon kami ambil mbak buat dijual.”

“Untuk apa? Ibuk bapak apa tidak kerja?”

“Kalau Ibuk paling biasanya nyuci di rumah orang. Kalau Bapak narik becak. Ya ini buat nambah uang saku sekolah kok mbak.”

Mereka anak-anak dekat kostku dan kami satu kampung. Aku miris melihat kenyataan seperti ini. Kemudian sering aku dan teman-teman kostku cerita-cerita perihal anak-anak itu. Agar niatan itu tidak sebatas kegelisahan dalam hati, pada akhirnya berinisiatiflah untuk sedikit berbuat.

Maka teman-teman dari muda prestasi akhirnya sepakat untuk melakukan kegiatan mengajar di kost, yang notabene selalu jadi tempat berkumpul kami, kami menyebutnya rumah pestasi. Berharap mereka semua yang datang ke rumah ini adalah orang-orang yang semangat untuk meraih prestasi dan suatu saat benar-benar bisa mewujudkannya tidak hanya untuk dirinya sendiri tapi orang lain.

Hari pertama dan kedua diadakannya kegiatan belajar, mereka antusias bukan main. Kami mulai pukul 18:15 dan berakhir pukul 20:30, karena setiap kami akan menutup acara, mereka minta belajar lagi, belajar lagi. Ketika kami tidak memberi PR, mereka akan memintanya. Ternyata mereka sangat giat dari yang kami pikir.

“Mbak belajarnya setiap hari saja ya? Dari siang sampek mualem….” Kata Via lagi.

Ternyata hal yang simpel seperti ini, belajar bersama, bisa menjadi sesuatu yang anak-anak sangat harapkan. Dan ternyata sesuatu yang kadang kita anggap terlalu sederhana merupakan langkah penting bagi orang lain. Oleh karena itu kita tidak boleh putus semangat untuk melakukan perbuatan yang menurut kita baik kepada orang lain, meski dimulai dari hal paling sederhana sekalipun.

Salam Prestasi!

For More Information :

Twitter : @mudaprestasi

Facebook : Muda Prestasi (Young Leaders Indonesia)

Unlike

 
 

Tags: , , , ,

Sebuah Teladan dari Timor Leste


17 Maret 2012 yang lalu, salah satu negara muda di dunia, Timor Leste, mengadakan Pemilu Raya untuk ke tiga kalinya. Di usia yang memasuki 10 tahun, negara yang pernah menjadi Provinsi ke 27 di Indonesia ini memberikan suatu contoh atau teladan manis yang patut ditiru oleh elite politik di Indonesia.

Jose Ramos Horta

Jose Ramos Hort

Pemilihan presiden diikuti 13 kandidat. Berkurang menjadi 12 karena salah satu calon,  Xavier do Amaral meninggal sebelum diadakannya pemilu. Apa yang terjadi selepas pemilu tersebut? Harian KOMPAS, Selasa, 24 Maret 2012 di halaman 6 menjelaskan hal tersebut. Presiden Timor Leste periode 2007-2012, Jose Ramos Horta, mengaku kalah dalam pemilihan presiden tersebut. Ramos Horta, penerima hadiah Nobel Perdamaian 1996, bersama Uskup Belo, mengucapkan selamat kepada dua kandidat lainnya – Fransisco “Lu Olo” Gutterez dan Jose Maria de Vasconcelos, atau yang lebih dikenal dengan nama Taur Matan Ruak- yang berhasil melaju ke babak kedua. Ia juga akan segera menyerahkan kekuasaan begitu terpilihnya Presiden baru dalam pemilu babak ke dua pada 21 April mendatang.

Fransisco Gutteres

Fransisco Gutteres

Mengakui kekalahan tentu bukan hal yang mudah, terlebih kekalahan tersebut didapatkan ketika sedang terjadi perebutan kekuasaan. Contoh yang manis bukan bagi NKRI? Negara kecil dan muda seperti Timor Leste saja bisa melakukan hal tersebut, masa Indonesia gak bisa? 😉

Lihat saja di Indonesia. Ketika kalah pemilu, pasti gugat sana-gugat sini, teriak sana curang-sini curang. Tidak bisa menerima kekalahan dengan sportivitas yang baik. Itu yang berada di kancah perpolitikan. Coba tengok di dunia persepakbolaan Indonesia. Tim kalah, salahin wasit. Tim kalah, salahin sana-salahin sini. Melihat hal tersebut, tindakan yang dilakukan Ramos Horta tentu suatu hal yang menarik, bukan?

Taur Matan Ruak

Taur Matan Ruak

Ramos Horta dengan lapang mengakui kekalahannya dan memberikan kesempatan kepada kandidat lain untuk terus bertarung dalam pemilu. Siapa yang akan memenangi pemilu putaran kedua tersebut? Siapapun itu, kita berharap agar Timor Leste di bawah kepemimpinan Presiden yang baru dapat menjadi Negara yang lebih baik, rakyatnya bertambah makmur dan sejahtera serta terciptanya suasana aman dan nyaman.

Yang menjadi pertanyaan : Apakah teladan indah dari Timor Lorosa’e  ini dapat kita lihat di Indonesia? Kita bisa liat di Pemilu DKI Jakarta 11 Juli 2012 hingga Pemilu Presiden 2014 mendatang. 🙂

 
1 Comment

Posted by on March 23, 2012 in Artikel, Indonesia, Timor Leste

 

Tags: , , , , , ,

3P in My Life


Setelah hampir 1 bulan gak nyentuh blog, akhirnya ada waktu juga untuk update blog.. Apalagi di November ini, blog saya akan menyentuh umur ke 2 loh.. 😀

Pada postingan kali ini, saya akan bercerita mengenai “3p in My Life”. 3P ini adalah elemen-elemen yang membentuk karakter seorang waldo, 3P ini juga yang membuat saya belajat banyak mengenai hidup. Banyak ilmu yang saya dapat dari 3P ini. Bisa dibilang, didikan saya ya adalah 3P ini. Apa saja 3P itu? 😉

1. Parents (Orang Tua)
Tentu jelas mengapa “P” yang pertama adalah Orang tua. Merekalah yang mendidik saya dari sejak lahir hingga sekarang. Kasih sayang tulus menjadi senjata mereka dalam mendidik anak-anaknya. Saya rasa tidak perlu banyak penjelasan mengenai “P” yang pertama ini.. 🙂

2. PASKA (Persatuan Siswa/i Katolik tingkat SMA se-Bekasi)
Seperti postingan saya sebelumnya di https://catatanrodes.wordpress.com/2011/08/04/paska-bekasi-sahabat-layaknya-keluarga/, saya merasa PASKA adalah salah satu elemen yang membentuk diri saya hingga saat ini. Bagi yang sudah baca postingan saya tentang PASKA, pasti sudah tahu betapa berharganya mereka bagi saya. Pengalaman suka duka, sedih dan tertawa hingga pengalaman-pengalaman susah dalam mencari dana membuat saya menyertakan mereka di “P” yang kedua. 🙂

3. Pramuka
Yap, inilah “P” ketiga saya! PRAMUKA! Dari SD hingga di bangku kuliah sekarang ini, saya tak terlepas dari Pramuka. Pendidikan karakter serta jaringan pertemanan yang luar biasa yang dibangun di Pramuka membuat saya telah jatuh cinta pada gerakan ini.
Saya pun pernah menulis postingan mengenai Pramuka di https://catatanrodes.wordpress.com/2011/08/19/50-tahun-gerakan-pramuka-di-indonesia/

Semoga suatu saat nanti, saya dapat berbalas budi pada ketiga “P” tersebut…
0:)

 

 

 
 

Tags: , , , ,

50 Tahun Gerakan Pramuka di Indonesia


14 Agustus 1961 yang lalu, Gerakan Pramuka resmi hadir di Indonesia. Setelah 50 tahun berjalan, bagaimana kabar Pramuka saat ini?

Coba tanyakan pada anak-anak muda, apa yang terlintas dalam fikiran mereka jika tersebut kata pramuka? Jadul, aneh, panas, hitam, dan kata-kata yang menganung unsur negatif lah yang biasanya akan keluar. Entah apa yang difikirkan Baden Powell (Pendiri Scout Movement) jika melihat hal ini..

Saya berpramuka sejak SD hingga sekarang (kuliah). Entah kenapa saya merasa pendidikan di Pramuka adalah konsep pendidikan terlengkap yang membentuk seseorang bukan hanya dari sisi akademis melainkan non akamdemis, seperti watak, cara bicara hingga bergaul.

Selain hal-hal di atas, masih banyak keuntungan lain yang di dapat dari berpramuka. Keanggotaan Pramuka diakui di seluruh belahan dunia. Jadi, kalau nanti nyasar di negara manapun, cukup cari tau KWARNAS negara tersebut, tunjukkan KTA kita dan bilang kita Pramuka Indonesia. Beres deh! 😉

Dengan keanggotaan yang lintas negara, otomatis teman dan relasi pun akan bertambah tanpa mengenal batas. Kita bisa punya teman di berbagai negara, entah itu di Asia, Eropa, Amerika atau Afrika. Terlebih lagi memang ada wadah para Pramuka bertemu, seperti Jambore ataupun kegiatan perkemahan lain. Asyik bukan?

Dari sisi watak dan mental, Pramuka memiliki Tri Satya dan Dasa Darma yang jika ditepati akan membetuk seorang yang “wah”.

Dasa Darma
Pramuka Itu :

1 Takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa                            
2 Cinta Alam dan kasih sayang sesama manusia
3 Patriot yang sopan dan ksatria
4 Patuh dan suka bermusyawarah
5 Rela menolong dan tabah
6 Rajin, terampil dan gembira
7 Hemat, cermat dan bersahaja
8 Disiplin, berani dan setia
9 Bertanggung jawab dan dapat dipercaya
10 Suci dalam pikiran, perkataan dan perbuatan

Tri Satya

Demi Kehormatanku Aku berjanji akan bersungguh-sungguh :

– Menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan, Negara kesatuan Republik Indonesia, dan mengamalkan Pancasila.
– Menolong sesama hidup dan (mempersiapkan diri-penggalang) (ikut serta-penegak) membangun masyarakat.
– Menepati Dasa Darma.

Indah bukan? Memang susah untuk melaksanakan itu semua, tapi alangkah baiknya jika dicoba.. 😉

Di umurnya yang memasuki setengah abad ini, saya berharap agar Pramuka menjadi “besar” bukan hanya di kalangan Pramuka saja. Di kalangan Pramuka dikenal istilah Jambore daerah/nasional/dunia, Raimuna daerah/nasional, PeranSaka, dll. Begitu banyak kegiatan tersebut, tetapi info dan eksposnya terlalu minim, sehingga menjadikan orang tidak mengganggap Pramuka. Hanya orang-orang yang berkecimpung di dunia Pramuka saja yang tahu kegiatan tersebut. Coba saja bilang “kemarin saya baru mengikuti perkemahan Raimuna Nasional”. Apa tanggapan orang? Kemungkinan besar, biasa saja. Nothing special!

Hampir sama dengan “memakai baju dan celana pramuka”. Coba hitung berapa banyak anak muda yang masih mau memakai seragam Pramuka! BERAPA? Sungguh tragis memang. Gerakan yang awal mulanya bernama kepanduan, yang ikut serta aktif dalam persiapan kemerdekaan RI ini sudah menjadi sesuatu yang tak bernilai di kalangan orang muda. Siapa yang salah? Entahlah..

Saat ini, saya kuliah di Universitas Trisakti. Dan untungnya, di sana memiliki UKM “Gerakan Pramuka”. Sungguh suatu hal yang cukup melegakan dada, karena masih ada kampus yang memiliki kegiatan Kepramukaan. Dan yang paling membuat saya takjub adalah mayoritas dari para anggotanya adalah orang-orang yang baru mengenal Pramuka. Mereka baru secara intens mengenal Pramuka di bangku kuliah. Di saat orang lain tidak memperdulikan Pramuka, mereka mau bergabung dan mengenal Pramuka. Yang paling hebat lagi, MEREKA BANGGA MEMAKAI SERAGAM PRAMUKA! LUAR BIASA!

Setiap racana(di tingkat kampus,disebut racana) memiliki adatnya masing-masing. Begitu pula di Trisakti. Hingga di tingkat tertentu lah, para anggota boleh memakai seragam Pramuka. Hingga saat itu tiba..

Saat-saat di mana mereka memakai seragam Pramuka adalah saat yang paling ditunggu. Upacara HUT NKRI ke 66 merupakan saat pertama kali para anggota memakai seragam. Apa reaksi mereka? Mereka terlihat begitu antusias ketika memakai seragam. Dengan bangganya mereka memasuki lapangan upacara dengan seragam Pramuka. Langsung membentuk barisan dan terlihat rapi. Dengan seragam pramuka lengkap mereka mengikuti jalannya upacara yang memperingati Kemerdekaan negara ini.

Itu di dunia kuliah. Bagaimana yang di sekolah? Pengalaman berpramuka di sekolah lebih banyak lagi. Saya bersekolah di SMAN 6 Bekasi dan di sana ada kegiatan Pramuka. Dengan nama ambalan LASER (Mulawarman-Nyi Ageng Serang), banyak pengalaman yang didapat. Biarlah suatu waktu nanti, saya tulis tentang kegiatan berpramuka semasa SMA.. 🙂

Dedicated to :

Gerakan Pramuka Indonesia (Selamat HUT ke 50!!.. Tuhan memberkati)

Gerakan Pramuka Univrsitas Trisakti (Semangat kakak-kakak yang sangat semangat mengenal Pramuka!)

Gerakan Pramuka SMAN 6 Bekasi-LASER (Suatu saat nanti, saya tulis pengalaman saya bersama kalian) 🙂

dan saat-saat yang ditunggu sekarang adalah FILM 5 ELANG!! yang menceritakan kegiatan berpramuka.. WAJIB NONTON!! 😀

 
6 Comments

Posted by on August 19, 2011 in Artikel, Indonesia, kampus, pendidikan, pengalaman

 

Tags: , , , , , , ,