RSS

Category Archives: Juventus

Tak Ada Yang Lebih Baik Dari… #GrazieALE10


Musim ini menjadi musim terakhir bagi Il Pinturicchio, Alessandro Del Piero, bermain di klub yang membesarkan namanya selama 19 tahun, Juventus. Tentu banyak kenangan yang tersimpan dalam memori Ale dan juga juventini.

Scudetto ke 8 bersama Juve

Scudetto ke 8 bersama Juve

Melalui akun pribadinya di facebook, ia menyampaikan rasa terima kasih  selama 19 tahun berkostum hitam putih. Walaupun masih menyimpan 1 laga lagi di Final Coppa Italia, Del Piero mengungkapkan perasannya seperti ini:

TAK ADA YANG LEBIH BAIK DARI…

Dari 8 Scudettos.
Dari promosi dari serie B.
Dari Coppa Italia (mari berharap dua).
Dari 4 Piala Super Italia.
Dari Liga Champions.
Dari Piala Super Eropa.
Dari Piala Intercontinental.
Dari sebuah gol ke gawang Fiorentina.
Dari gaya gol Del Piero.
Dari sebuah gol di Tokyo.
Dari air mata saya.
Dari sebuah gola di Bari.
Dari gol tendangan voli back-heel di derby.
Dari gol untuk pengacara.
Dari lidah kelu di pertandingan melawan Inter.
Dari sebuah assist kepada David.
Dari gol ke-187.
Dari sebuah gol di Jerman.
Dari Berlin.
Dari sebuah goal ke Frosinone.
Dari pencetak gol terbanyak serie B.
Dari pencetak gol terbanyak serie A.
Dari standing ovation di Bernabeu
Dari 704 pertandingan dengan jersey hitam-putih.
Dari 289 gol.
Dari sebuah tendangan bebas yang menghasilkan scudetto.
Dari sebuah gol ke gawang Atalanta.
Dari rekor apapun.
Dari jersey nomor sepuluh dengan tulisan Del Piero.
Dari ban kapten.

Tak ada, kecuali… apa yang telah Anda berikan kepada saya selama 19 tahun.

Saya merasa senang Anda tersenyum, bersorak, menangis, bernyanyi, berteriak untuk saya dan bersama saya.

Bagi saya, tak ada warna yang bisa lebih cerah dibandingkan hitam dan putih.

Kalian membuat impian saya terwujud. Lebih dari apapun, hari ini saya hanya ingin mengucapkan TERIMA KASIH.

Selalu bersama Anda
Alessandro

———————————————————————————————————————————————————————————————————

Salam Perpisahan Ale

Salam Perpisahan Ale

#GrazieALE10

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on May 17, 2012 in Artikel, Juventus, olahraga

 

Tags: ,

JUVENTUS #SCUD3TT0!!!! dan … Grazie, Ale!


#ForzaJUVE #Campione #SCUD3TT0 dan berbagai macam hashtag lain muncul di twitter ketika Juventus memastikan gelar juara yang ke 30 nya di Liga Italia. Banyak pro kontra yang mempertanyakan jumlah gelar scudetto juve hingga musim ini. Tetapi, sebagai seorang Juventini, sudah pasti saya memilih ini merupakan gelar ke 30 bagi I Bianconeri.

SCUD3TT0

SCUD3TT0

Penampilan Juventus musim ini saya nilai luar biasa. Tak terkalahkan selama 38 pertandingan, hanya kebobolan 20 gol, ditambah sumber pencetak gol terbilang rata, pemain-pemain belakang seperti Caceres, Chiellini, Bonucci, Barzagli hingga Lichsteiner pun ikut serta menyumbang gol bagi klub selama musim ini. Aksi luar biasa Juventus ini seakan menutup musim-musim yang kurang baik sebelumnya.

Apa kunci Juventus musim ini? Mungkin banyak jawaban. Dan inilah versi saya:

1. Trio M-V-P

MVP

MVP

Marchisio-Vidal-Pirlo.

Untuk yang sering menonton Juve, pasti tahu betapa vitalnya peran ketiga gelandang ini. Trio gelandang ini adalah trio gelandang komplementer alias saling melengkapi. Marchisio dengan kegesitannya menyisir lapangan, Vidal dengan tenaga kudanya tak segan-segan untuk berinteraksi dengan lawan, serta Pirlo dengan kelihaiannya memimpin permainan, menjadi salah satu kunci sukses Juve musim ini.

2. Pertahanan tangguh. Kuartet B-B-B-C

Buffon Barzagli Bonucci Chiellini

Buffon Barzagli Bonucci Chiellini

Buffon-Bonucci-Barzagli-Chiellini.

Trio bek Bonucci-Barzagli-Chiellini berdiri kokoh di depan Gianluigi Buffon. Dengan seringnya digunakan formasi 3-5-2 oleh Antonio Conte, secara langsung membuat trio ini diturunkan dalam waktu yang bersamaan. Kebobolan hanya 20 gol musim ini (memecahkan rekor Juve pribadi), telah membuktikan solidnya pertahanan yang digalang ketiga pemain ini. Tak lupa pula pemain belakang lain seperti Martin Caceres, De Ceglie, hingga Stephan Lichsteiner yang ikut berkontribusi atas pertahanan tangguh selama 1 musim.

Pertahanan Juve tak akan lengkap bila tanpa sang kiper, Gianluigi Buffon. Penyelamatan-penyelamatan gemilang yang ia lakukan musim ini seperti membuat pikiran kita melayang ke 2006, kala Italia menjadi juara piala dunia. Penampilan Buffon musim ini menyerupai penampilan yang ia suguhkan 2006 silam. Terlepas dari kesalahan yang ia lakukan kala bersua Lecce, 1 musim ini Buffon membuktikan ia masih menjadi salah satu kiper terbaik di dunia.

Yang mengejutkan, kuartet ini berasal dari Italia. Semoga pelatih timnas Italia, Cesare Prandelli, tahu bagaimana memaksimalkan potensi mereka di timnas untuk Euro 2012 esok.

3. Motivasi kuat

Motivasi kuat ini berasal dari pemain dan pelatih. Pemain-pemain di skuad Juve seolah lapar dan dahaga akan gelar juara. Mereka berlari tanpa henti selama 90 menit. Pressure yang mereka berikan kepada tim lawan menampilkan penampilan Juve yang terkenal “Lo Spirito Juve“. Pelatih pun begitu. Antonio Conte sepertinya ingin menbuktikan kepada orang-orang yang ragu akan dirinya ketika ia mengabil alih kursi kepelatihan Juve tahun lalu. Dengan modal 5 scudetto yang pernah ia raih bersama Juve, ia membawa Juve menjadi tim yang bermain dinamis dan tak kenal lelah.

4. Figur pelatih

Antonio Conte

Antonio Conte

Figur pelatih Antonio Conte merupakan orang yang berjasa untuk Scudetto yang ke 30 ini. Yang saya salut dari seorang Conte adalah kejeliannya dalam membaca permainan. Ketika awal menjadi pelatih Juve, ia menggunakan formasi 4-2-4. Tapi seiring berjalannya waktu ia menggunakan formasi 3-5-2 atau 4-3-3. Hebatnya lagi, ia bisa mengganti formasi di tengah-tengah permainan tergantung performa tim dan lawan yang dihadapi. Hal itulah yang menjadi salah satu senjata yang membuat Juve tak terkalahkan musim ini. Ketika permainan dimulai ia bisa saja menggunakan 4-3-3. Akan teteapi jika performa tim tidak baik selama pertandingan, ia dapat dengan fleksibel mengganti formasi menjadi 3-5-2. Hal lain yang patut disaluti dari Conte adalah ia mampu memotivasi dan mengajak pemain untuk total dan fokus selama 90 menit pertandingan. Selain itu, tak memandang pemain senior atau tidak, Conte mampu tegas kepada para pemainnya.

5. Penyerang “gantian”

Vucinic Quags Matri

Vucinic Quags Matri

Ada 5 penyerang di skuad Juventus. Matri, Vucinic, Borriello, Quagliarella, dan Ale Del Piero. Akan tetapi tengok berapa jumlah gol yang mereka buat. Di SERIE-A, praktis hanya Matri dan Vucinic yang paling banyak. Vucinic pun tak menyentuh angka 2 digit, itu pun sama dengan jumlah gol yang dicetak gelandang, Marchisio. Matri pun “hanya” 10 gol. Tapi itulah yang membuat skuad penyerang ini unik. Dengan penyerang-penyerang seperti ini, Juve menjadi tim yang tidak “ketergantungan” terhadap penyerang. Seperti yang saya sebutkan di awal, bek-bek pun kerap kali mencetak gol untuk Juve. Justru penyerang-penyerang ini dapat menjadi pemberi assist bagi yang lain. Penyerang-penyerang yang diturunkan Conte pun bervariasi tiap pertandingan, dikombinasikan dari kelimanya. Mereka menjadi pemain yang siap tampil jika dipanggil Conte untuk masuk lapangan.

6. Pemain Terbaik : Andrea Pirlo

Andrea Pirlo #21

Andrea Pirlo #21

Pemain 32 tahun ini menjelma menjadi sosok yang tergantikan di skuad. Posisi deep playmaker yang diembannya dijalankan dengan baik. Tak heran 13 assists ia sumbangkan untuk Juve musim ini. Pemain-pemain Juve seolah termanjakan oleh umpan-umpan manisnya. Jika dihubungkan dengan musik, Pemain bernomor punggung 21 ini merupakan dirigen permainan Juve. Ia yang menentukan irama permainan dan akan dibawa ke mana arah permainan Juve. AC Milan pasti menyesal melepasnya.

Sepak bola selalu menawarkan dua sisi. Di sisi satu, Juventini sedang bahagia dengan scudetto yang diraih, di sisi lainnya bersedih dengan dengan tidak adanya perpanjangan kontrak untuk Il Capitano, Del Piero. Sumbangsih Del Piero musim ini terbilang lumayan, karena ia tidak menempati pos reguler untuk bermain. 2 gol di Coppa Italia serta 3 gol dan 2 assist di SERIE-A. Pencampaian yang baik mengingat gol serta assist yang iaberikan di kala Juve benar-benar membutuhkannya.

19 tahun bersama Juventus dan 8 gelar scudetto yang ia berikan pasti akan dikenang baik oleh para Juventini.
Terima kasih Ale untuk loyalitas yang diberikan.

Grazie, ALE!!

Forza JUVE!!

Klik this for -> JUVE’s ANTHEM

 

 

 
Leave a comment

Posted by on May 17, 2012 in Artikel, Juventus, olahraga

 

Tags: , , , , , , ,

Teladan Juventus untuk Indonesia


Sebelumnya gw mw ngucapin HAPPY SUNDAY all!! 🙂 Nikmati hari Minggu ini dengan tenang dan damai sehingga esok Senin terkumpullah semangat baru untuk memulai aktifitas kembali.

Del Piero di Timnas Italia

Del Piero di Timnas Italia

Post kali ini gw akan bercerita tentang sepakbola. Gw mulai sepak bola dari kecil, sejak masih tinggal di Timor Leste. Gw beruntung punya seorang ayah yang menggemari sepakbola juga, alhasil tertular deh ke anaknya.

Lebih khusus lagi, gw akan bercerita tentang sebuah klub asal Italia, sebuah klub peraih scudetto terbanyak di ranah Italia, JUVENTUS. Juventus adalah klub favorit gw sejak 3 SD. Dengan sebuah alasan simpel saja, karena baju bola pertama yang gw punya aadalah baju Juventus dengan nomor punggung 10 bertuliskan nama DEL PIERO, sehingga Del Piero pun menjadi pemain bola favorit gw. 🙂

Post gw kali ini akan dihubungkan dengan negara kita sendiri, Indonesia, kepada TIMNAS INDONESIA dan KLUB-KLUB di Indonesia tepatnya.

Juventus

Sejak lama Juventus merupakan klub tetap pengirim pemain ke timnas Italia dengan jumlah yang relatif banyak. Masih ingat Paolo Rossi di Piala Dunia 1982? Ya, dia adalah penentu kemenangan Italia di turnamen tersebut dan menghantarkan Italia meraih gelar piala dunia ke3nya. Untuk lebih fresh, masih ingat Piala Dunia 2006, di mana Italia berhasil keluar sebagai juara setelah mengalahkan Prancis di final? Mayoritas pemain yang bermain di Italia pada piala dunia tersebut adalah pemain Juventus. Mulai dari mistar gawang ada Gianluigi Buffon yang melakukan penyelamatan-penyelamatan gemilang (penyelamatan yang paling gw suka ketika final menepis sundulan Zidane, NICE SAVE!), di posisi bek ada Chiellini, Zambrotta hingga sang kapten Cannavaro. Di posisi gelandang ada Mauro Camoranesi, sementara di posisi penyerang ada duet Vincezo Iaquinta dan striker favorit gw, Del Piero.

Leonardo Bonucci, salah satu rekrutan baru Juventus

Kalau ditengok pada masa sekarang. Pada bursa transfer 2010, Juventus merekrut banyak pemain asal Italia. Sebut saja, Marco Motta, Leonardo Bonucci, Alberto Aquilani, Simone Pepe hingga Fabio Quagliarella. Mereka justru melepas pemain dari non-Italia seperti Diego Ribas dan David Trezeguet. Pemain-pemain rekrutan baru tersebut bahkan sudah dipanggil untuk membela timnas Italia di Kualifikasi Euro 2012, sebuah prestasi tersendiri mengingat penguasa Liga Italia beberapa tahun belakangan ini, Inter Milan, jusru didominasi pemain-pemain dari non-italia.

Peman-pemain rekrutan baru tersebut melengkapi pemain-pemain lama asal Italia yang telah berada di Juventus. Gianluigi Buffon, Marco Storari, Claudio Marchisio, Vincenzo Iaquinta, Amauri Carvalho, hingga sang legenda Juventus, Del Piero. Mereka bahu-membahu membangun Juventus agar kembali ke masa jayanya. Jika mereka sudah klop di klub, bukan hal yang sulit untuk menggabungkan mereka kembali di timnas Italia. Sebuah keuntungan bukan untuk Cesare Prandelli sebagai pelatih timnas?

PSSI

Berkaca dengan Juventus di tanah Italia, bukankan para klub di Indonesia bisa mencontoh teladan yang telah dibuat oleh Juventus? Seringkali para pemilik klub, manajer, dan pelatih lebih memilih menggunakan jasa tenaga pemain asing untuk memperkuat klubnya, memang hal itu baik untuk klub tapi bagaimana dengan kelangsungan timnas Indonesia yang sudah paceklik gelar beberapa tahun belakangan ini? Tentu ini merupakan salah satu tugas PSSI sebagai wadah tempat pesepakbolaan Indonesia bernaung.

Dari 220an juta penduduk Indonesia, apakah tak ada 22 pemain yang dapat dikembangkan untuk menghuni timnas Indonesia sehingga membentuk timnas yang kuat? Dilihat dari Juventus, di mana mereka menghargai talenta negara asal, Indonesia pun bisa begitu. Dimulai dari pengembangan usia dini yang memompa bakat-bakat dari dalam negeri, sehingga pada masa emasnya, mereka dapat bermain di klub dan membela Garuda di kancah internasional. Pihak klubpun tentu bisa berkaca dari Juventus. Lebih banyak merekrut pemain dalam negeri untuk bermain di ISL, tentu membuat jam terbang dan pengalaman bertambah, kekompakkan mereka dalam 1 tim pun lebih baik, sehingga pada nantinya akan berguna bagi timnas Indonesia sendiri.

Sebagai penikmat sepakbola dalam negeri, gw berharap para pemilik klub, manajer dan pelatih bisa memaksimalkan tenaga-tenaga para pemain lokal sehingga berguna bagi Merah Putih untuk berbicara lebih banyak di kancah sepakbola internasional.

bukankah kita bermimpi melihat Timnas Indonesia bermain di Piala Dunia?

BRAVO SEPAKBOLA INDONESIA!

 
4 Comments

Posted by on September 26, 2010 in Artikel, Info, Juventus, Motivasi, olahraga

 

Tags: , , , ,