RSS

Category Archives: kampus

Experiential Learning


Tell me and I will forget, Show me and I may remember, Involve me and I will understand…

Setelah sekian lama tidak update blog, akhirnya kesampaian dan timbul rasa ingin menulis.. 🙂 #fiuuhhh

Topik pembahasan di post hari ini adalah salah satu metode pembelajaran yang saya dapat ketika mengikuti kegiatan-kegiatan outing/outdoor activities ataupun outbound, yaitu “Experiential Learning (EL)”…
Seperti yang pernah saya tulis di  https://catatanrodes.wordpress.com/2010/01/15/orang-sanguinis-vs-accounting/ dan beberapa posting yang lain, di bidang akademis memang saya berada di jurusan akuntansi, tapi minat dan passion saya tidak berada di sana. Aneh? Di dunia zaman sekarang memang kerap kali terjadi hal seperti itu. “Tak ada sesuatu yang percuma” Itu lah yang dapat saya tanamkan dalam fikiran. Memang akuntansi tidak cocok dengan kepribadian saya, tapi ilmu-ilmu di sana tetap saja dapat berguna bagi saya. 🙂

Lalu, apa passion dan minat saya? Saya tertarik dengan bidang outing/outdoor activities/outbound! Kegiatan-kegiatan tersebut memang jelas sekali berbeda dengan akuntansi. Di kegiatan-kegiatan tersebut saya mendapat tantangan yang lebih, saya dapat berjumpa dengan banyak orang, dan yang terlebih metode pembelajaran EL yang menurut saya merupakan salah satu metode pembelajaran yang terbaik. Di postingan ini saya akan mencoba mendeskripsikan EL berdasar pengalaman dan pengetahuan yang saya dapat. Mungkin akan banyak hal yang bisa didapat dengan mengetik Experiential Learning di “mbah google”, tapi ini lah sedikit yang ingin saya bagikan.. 🙂

Apa itu Experiential Learning?  Experiential Learning adalah salah satu metode pembelajaran dimana kita “diuji” terlebih dahulu barulah “belajar”. Dengan kata lain kita mengambil pengalaman sebagai pembelajarannya. Dengan harapan dari pengalaman tersebut kita dapat memperbaiki kesalahan, tidak mengulangi kesalahan yang sama, dapat mencari solusi terbaik dalam masalah, dan masih banyak lagi. Metode EL berbanding terbalik dengan metode pembelajaran yang kita dapat di bidang akademis (sekolah). Kalau di sekolah/kampus, kita belajar terlebih dahulu baru kita mengikuti ujian. Berbeda dengan EL. Di EL, kita mengikuti ujian terlebih dahulu lalu kita belajar.

Pernah dengar pepatah yang mengatakan “pengalaman adalah guru yang terbaik”? Saya rasa itu merupakan salah satu gambaran dari EL itu sendiri. Kita dihadapkan pada problem/masalah terlebih dahulu. Kita diuji, mencari solusi dari masalah tersebut. Jika gagal? Ya, itulah letak EL berada. Ketika kita salah, kita berhenti sejenak lalu berfikir agar tidak mengulangi kesalahan yang sama.

Sebagai contoh, akan saya ambil pada kegiatan-kegiatan outdoor activities seperti halnya “pelatihan team building”. Kenapa? Karena penerapan EL ini sangat cocok dengan kegiatan-kegiatan outdoor seperti itu.
Di kegiatan training/pelatihan seperti team building, kelompok akan dihadapkan pada tantangan-tantangan berupa simulasi. Di sana lah kita dapat melihat EL. Kelompok akan mencoba menyelesaikan tantangan tersebut dengan target waktu tertentu. Ketika target waktu lewat dan kelompok belum berhasil, maka tiap-tiap anggota dari kelompok tersebut haruslah melakukan review mengenai cara/strategi mereka dalam menyelesaikan tantangan simulasi tersebut. Terlihat jelas bukan EL nya? Mereka akan belajar dari pengalaman tersebut dan ketika melakukan tantangan tersebut kembali, diharapakan mereka tidak mengulangi kesalahan yang sama. Dan yang terpenting lagi, nilai pembelajaran dari pengalaman tersebut haruslah dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari kelompok tersebut. 🙂

Bicara mengenai tantangan, ada 3 jenis tantangan yang ada di kegiatan-kegiatan outdoor dan merupakan tantangan yang tak lepas dari EL ini. Yang pertama adalah tantangan dari diri sendiri dan orang lain. Apa itu? Ada orang yang takut akan ketinggian,kegelapan, ataupun fobia-fobia yang lain. Itu merupakan tantangan yang datang dari diri sendiri. Biar bagaimanapun tantangan dari diri sendiri ini harus ditekan agar kemampuan yang terbaik dari orang tersebut dapat keluar dan tentu akan berguna bagi kelompok maupun tim. Tentu dapat dideskripsikan sendiri kan tantangan dari orang lain? 😉

Yang kedua adalah tantangan berupa simulasi/games. Tantangan inilah yang akan melibatkan kelompok/tim. Kelompok/tim dihadapkan pada tantangan yang berupa simulasi/games. Mereka bertugas untuk menyelesaikannya sesuai instruksi dengan kemampuan terbaik mereka. Tentu saja apabila belum berhasil, maka metode yang dipake seperti yang telah saya jelaskan di atas.

Yang ketiga adalah tantangan yang tak bisa diprediksi. Apa itu? Tantangan yang tak bisa diprediksi merupakan tantangan yang berasal dari alam. Tentu kita tak dapat menebak dengan pasti kapan hujan, tanah longsor, dan kejadian-kejadian alam lainnya bukan? 😉

Semoga bermanfaat.. 🙂

 Let the experiences speak by their self, tell story, and reflection.. #ExperientialLearning

 

Tags: , , , , , , , , , , ,

50 Tahun Gerakan Pramuka di Indonesia


14 Agustus 1961 yang lalu, Gerakan Pramuka resmi hadir di Indonesia. Setelah 50 tahun berjalan, bagaimana kabar Pramuka saat ini?

Coba tanyakan pada anak-anak muda, apa yang terlintas dalam fikiran mereka jika tersebut kata pramuka? Jadul, aneh, panas, hitam, dan kata-kata yang menganung unsur negatif lah yang biasanya akan keluar. Entah apa yang difikirkan Baden Powell (Pendiri Scout Movement) jika melihat hal ini..

Saya berpramuka sejak SD hingga sekarang (kuliah). Entah kenapa saya merasa pendidikan di Pramuka adalah konsep pendidikan terlengkap yang membentuk seseorang bukan hanya dari sisi akademis melainkan non akamdemis, seperti watak, cara bicara hingga bergaul.

Selain hal-hal di atas, masih banyak keuntungan lain yang di dapat dari berpramuka. Keanggotaan Pramuka diakui di seluruh belahan dunia. Jadi, kalau nanti nyasar di negara manapun, cukup cari tau KWARNAS negara tersebut, tunjukkan KTA kita dan bilang kita Pramuka Indonesia. Beres deh! 😉

Dengan keanggotaan yang lintas negara, otomatis teman dan relasi pun akan bertambah tanpa mengenal batas. Kita bisa punya teman di berbagai negara, entah itu di Asia, Eropa, Amerika atau Afrika. Terlebih lagi memang ada wadah para Pramuka bertemu, seperti Jambore ataupun kegiatan perkemahan lain. Asyik bukan?

Dari sisi watak dan mental, Pramuka memiliki Tri Satya dan Dasa Darma yang jika ditepati akan membetuk seorang yang “wah”.

Dasa Darma
Pramuka Itu :

1 Takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa                            
2 Cinta Alam dan kasih sayang sesama manusia
3 Patriot yang sopan dan ksatria
4 Patuh dan suka bermusyawarah
5 Rela menolong dan tabah
6 Rajin, terampil dan gembira
7 Hemat, cermat dan bersahaja
8 Disiplin, berani dan setia
9 Bertanggung jawab dan dapat dipercaya
10 Suci dalam pikiran, perkataan dan perbuatan

Tri Satya

Demi Kehormatanku Aku berjanji akan bersungguh-sungguh :

– Menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan, Negara kesatuan Republik Indonesia, dan mengamalkan Pancasila.
– Menolong sesama hidup dan (mempersiapkan diri-penggalang) (ikut serta-penegak) membangun masyarakat.
– Menepati Dasa Darma.

Indah bukan? Memang susah untuk melaksanakan itu semua, tapi alangkah baiknya jika dicoba.. 😉

Di umurnya yang memasuki setengah abad ini, saya berharap agar Pramuka menjadi “besar” bukan hanya di kalangan Pramuka saja. Di kalangan Pramuka dikenal istilah Jambore daerah/nasional/dunia, Raimuna daerah/nasional, PeranSaka, dll. Begitu banyak kegiatan tersebut, tetapi info dan eksposnya terlalu minim, sehingga menjadikan orang tidak mengganggap Pramuka. Hanya orang-orang yang berkecimpung di dunia Pramuka saja yang tahu kegiatan tersebut. Coba saja bilang “kemarin saya baru mengikuti perkemahan Raimuna Nasional”. Apa tanggapan orang? Kemungkinan besar, biasa saja. Nothing special!

Hampir sama dengan “memakai baju dan celana pramuka”. Coba hitung berapa banyak anak muda yang masih mau memakai seragam Pramuka! BERAPA? Sungguh tragis memang. Gerakan yang awal mulanya bernama kepanduan, yang ikut serta aktif dalam persiapan kemerdekaan RI ini sudah menjadi sesuatu yang tak bernilai di kalangan orang muda. Siapa yang salah? Entahlah..

Saat ini, saya kuliah di Universitas Trisakti. Dan untungnya, di sana memiliki UKM “Gerakan Pramuka”. Sungguh suatu hal yang cukup melegakan dada, karena masih ada kampus yang memiliki kegiatan Kepramukaan. Dan yang paling membuat saya takjub adalah mayoritas dari para anggotanya adalah orang-orang yang baru mengenal Pramuka. Mereka baru secara intens mengenal Pramuka di bangku kuliah. Di saat orang lain tidak memperdulikan Pramuka, mereka mau bergabung dan mengenal Pramuka. Yang paling hebat lagi, MEREKA BANGGA MEMAKAI SERAGAM PRAMUKA! LUAR BIASA!

Setiap racana(di tingkat kampus,disebut racana) memiliki adatnya masing-masing. Begitu pula di Trisakti. Hingga di tingkat tertentu lah, para anggota boleh memakai seragam Pramuka. Hingga saat itu tiba..

Saat-saat di mana mereka memakai seragam Pramuka adalah saat yang paling ditunggu. Upacara HUT NKRI ke 66 merupakan saat pertama kali para anggota memakai seragam. Apa reaksi mereka? Mereka terlihat begitu antusias ketika memakai seragam. Dengan bangganya mereka memasuki lapangan upacara dengan seragam Pramuka. Langsung membentuk barisan dan terlihat rapi. Dengan seragam pramuka lengkap mereka mengikuti jalannya upacara yang memperingati Kemerdekaan negara ini.

Itu di dunia kuliah. Bagaimana yang di sekolah? Pengalaman berpramuka di sekolah lebih banyak lagi. Saya bersekolah di SMAN 6 Bekasi dan di sana ada kegiatan Pramuka. Dengan nama ambalan LASER (Mulawarman-Nyi Ageng Serang), banyak pengalaman yang didapat. Biarlah suatu waktu nanti, saya tulis tentang kegiatan berpramuka semasa SMA.. 🙂

Dedicated to :

Gerakan Pramuka Indonesia (Selamat HUT ke 50!!.. Tuhan memberkati)

Gerakan Pramuka Univrsitas Trisakti (Semangat kakak-kakak yang sangat semangat mengenal Pramuka!)

Gerakan Pramuka SMAN 6 Bekasi-LASER (Suatu saat nanti, saya tulis pengalaman saya bersama kalian) 🙂

dan saat-saat yang ditunggu sekarang adalah FILM 5 ELANG!! yang menceritakan kegiatan berpramuka.. WAJIB NONTON!! 😀

 
6 Comments

Posted by on August 19, 2011 in Artikel, Indonesia, kampus, pendidikan, pengalaman

 

Tags: , , , , , , ,

Akhir Maret 2011


There are many tasks and quizzes in the end of this month..

God bless.. 🙂

 

 
1 Comment

Posted by on March 27, 2011 in kampus, Motivasi

 

Tags: , ,

Cara Mahasiswa Mencari Uang (++ ala “Waldo”)


Menjadi seorang mahasiswa menuntut kita untuk menjadi orang yang mandiri. Bukan hanya mandiri dalam arti bisa tinggal di rumah sendiri, ngekos ato mandi sendiri. Tapi juga termasuk dalam “mencari uang” tambahan untuk pemasukan diri sendiri. Jadi, kalau ada pengeluaran mendadak seperti  fotocopy, jalan ama teman-teman atau kegiatan2 havefun bisa pakai uang sendiri.

Berikut contoh cara mahasiswa mencari uang (+ cara tambahan ala gw)..

1. Bisnis Pulsa

Wuih, kedengarannya keren kan? ya iyalah emang keren. Tapi, untuk skala mahasiswa bisnis kecil-kecil aja dulu, seperti jualan pulsa. Banyak kan teman-teman yang punya hp, nah mereka itu semua bisa jadi target konsumen. Bakal ada pemasukan tuh untuk dompet sendiri.

2. Bisnis online

Bisnin online lagi marak-maraknya nih. Selain lebih mudah, bisnis online menjanjikan produk/barang jualan kita lebih terekspos ke konsumen. Konsumen jadi lebih mudah untuk berkoneksi dengan sang penjual yaitu kita sendiri. Nah, untuk rekan-rekan mahasiswa yang sudah punya bisnis berpenghasilan, gw saranin untuk segera bikin account di website-website (kayak facebook, twitter, blog) biar konsumen-konsumen lebih mudah berinteraksi dengan kita.

3. Guru Privat

Lw kuliah jurusan apa? Fisika, matematika, akuntansi atau apa? Nah, sekalian belajar ktia bisa sekalian ngajar. Pelajar SD hingga SMA bisa jadi sasarannya. Kalau kita jurusan fisika, lala kita ngajar matematika dan IPA toh pasti akan berguna juga buat kita utnuk mengulang-ulang pelajaran sekaligus menimba pengalaman. Atau bisa juga ngajuin diri ke bimbel-bimbel yang memang mulai berjamuran.

4. Magang

Kerja sambil kuliah ini emang rada berat, karena menuntut pemikiran yang rada ekstra. Tapi, kalau memang enjoy, ya lakukan saja. Toh, tiap akhir bulan bakal tersenyum sendiri karena kantong menjadi tebal. hehe

Nah, itu cara-cara yang sudah biasa dipublish di umum. Rata-rata orang sudah mengetahui cara tersebut. Nih, gw tambahin cara mencari uang ala “waldo”.

5. Guru

Kalau biasanya jadi guru pelajaran, gw saranin buat jadi guru yang lain. Lw punya keahlian apa? Kalau musik, coba jadi guru alat musik yang lw kuasain. Lw bisa ngajar dengan “tarif yang lebih murah dibanding dengan guru di tempat-tempat kursus musik”. Itu bisa jadi keunggulan lw karena konsumen cenderung memilih harga yang lebih murah, tapi jangan sampai kita menyampingkan kualitas kita sendiri.

Selain musik, bisa juga jagi guru olahraga. Kalau punya keahlian renang, coba jadi guru renang. Biasanya tiap kolam renang mempunyai kursus-kursus renang. Coba lamar diri lw buat kerja di sana. Lumayan kan pendapatannya?..

6. Lomba-Lomba

Nah ini salah satu cara yang gw handalin. Di internet lw bisa cari info-info lomba yang hadiahnya hingga jutaan rupiah, bahkan ada yang bisa sampai ke luar negeri seperti London, Tokyo ataupun Singapura. Lombanya bermacam-macam. Ada lomba membuat cerita, lomba karya tulis, lomba fotografi, lomba desain, dll. Pemenang dari lomba-lomba tersebut akan mendapat hadiah yang tak bisa dibilang sedikit. Taro saja dapat hadiah Rp 250.000. Nah, kalau selama 1 bulan lw bisa ngikutin 4-5 lomba dan mendapat hadiah sebesar itu, bayangin sendiri deh selama 1 bulan dapat penghasilan berapa.. 😉

7. Penulis

Jadi penulis memang menuntut ketekunan. Tapi, hasilnya luar biasa. Tak perlu muluk-muluk untuk jadi penulis novel. Cukup jadi penulis cerpen saja, untuk lebih ringan. Hasil karya penulisan cerpen tidak bisa dipandang sebelah mata. Dari informasi yang gw dapat, untuk pemuatan cerpen di media nasional sang penulis bisa dihargai dari Rp 250.000-Rp 500.000. Itu jika sang penulis masih orang baru. Jika si penulis sudah mempunyai nama, bisa dihargai hingga Rp 1.000.000! Wew.. Jumlah yang tak sedikit utnuk para kaum mahasiswa.

Itu kalau tembus di meja redaksi media yang sudah berskala nasional. Kalau mau coba-coba, coba aja dulu ke media skala lokal. Bayarannya bisa berkisar Rp 75.000- Rp 250.000. Coba deh bayagin kalau minggu pertama dan ketiga tulisan lw dimuat di media skala nasional, dan minggu kedua dan keempat dimuat di media skala lokal. Bayangin deh tuh dompet lw bakal setebal apa? 😉

Yup..

Itu dia cara-cara mahasiswa mencari tambahan pemasukan (+ala gw). Gw sendiri cenderung ke cara gw no 6 dan 7. Kenapa akhir-akhir ini blog gw jarang update? Ya, itu jawabannya! hehe..

Semoga bermanfaat yaaa!..

🙂

 

 
17 Comments

Posted by on March 2, 2011 in Artikel, ekonomi, kampus, Motivasi

 

Tags: , , , , ,

Januari “Mencekam”


Sebuelumnya, Happy New Year 2011 yaa!! Wah, udah lama gag update blog karena terpotong liburan kemarin, gag nyentuh blog sama sekali deh.. Yaa, semoga tahun 2011 ini merupakan tahun yang baik di mana kesuksesan dan kebahagiaan selalu berada di sekitar kita.

Ngomong-ngomong soal liburan kemarin, kenapa gw gag update blog? Liburan ygl 29 Desember 2010-5 Januari 2011 kemarin, gw sekeluarga pergi ke Yerusalem untuk tour rohani, alhasil di sana gag bisa nyentuh blog sama sekali. Pengen banget cerita pengalaman di sana, tapi untuk sekarang gag dulu, nanti dikasih tau alasannya.

Kenapa judulnya Januari Mencekam? Gw masuk kuliah setelah liburan tgl 3 Januari. Well, gw baru bisa masuk tanggal 6 Januari karena tanggal 5 siang baru pulang. Alhasil, gw pun gag masuk kuliah 3 hari dan itu berarti banyak kuis dan tugas yang ketetr dan ketinggalan. Inilah kenapa mencekam. Di saat gw harus ikut kuis susulan dan mengejar tugas yang keteter, gw dihadapi kenyataan bahwa UAS akan dimulai tgl 12 Januari. Gw sebenarnya udah tau resiko yang dihadapi klo tour rohani gw baru selesai tanggal 5, tapi kenyataannya mental gw benar-benar diteror.

Lebay yaa? hehe.. 😀 tapi, begitulah yang gw rasain sekarang. Mencari dosen untuk kuis susulan hingga persiapan UAS hingga akhir Januari. Januari padat dan mencekam.

Itulah kenapa gw belum bisa nulis dan sharing pengalaman liburan kemarin. Really hope this January will be ended with a good story. Amin..

 

 
7 Comments

Posted by on January 9, 2011 in kampus, Motivasi, ucapan selamat

 

Tags: , , ,

Mau sekolah kok tes keperawanan?..


mau sekolah kok tes keperawanan?..

Akhir-akhir ini ramai sekali diberitakan perlunya tes keperawanan bagi para calon siswa baru di sekolah menengah bahkan hingga perguruan tinggi. Gw adalah seorang yang menentang hal tersebut.

Pertama. Tujuan seseorang untuk masuk sekolah ataupun perguruan tinggi adalah untuk

mencari ilmu. Hal-hal yang terlalu bersifat pribadi tak seharusnya disinggung secara blak-blakan seperti itu. Lalu memang calon siswa yang tak lolos tes gag boleh sekolah?! Apa bakal ada sekolah yang membedakan antara yang lolos atau tidak?

Kedua. Entah ada pembedaan sekolah ataupun tidak, hal tersebut akan menjatuhkan mental psikis dari calon siswa yang tak lolos tes. Dengan kondisi mental yang jatuh seperti itu, gw rasa percuma juga belajar. Pelajaran gag bakal masuk ke otak.

Ketiga. Faktor lingkungan. Mau dibawa ke mana muka sang calon siswa tersebut dan keluarganya? Hal yang bersifat pribadi seperti itu tentu baik secara langsung maupun tak langsung akan mempengaruhi pandangan lingkungannya terhadap dirinya dan keluarganya.

Keempat. Keperawanan dapat hilang tak hanya karena telah melakukan “hubungan” dengan lawan jenis. Naik sepeda, motor, olahraga ataupun jatuh dapat menyebabkan hal tersebut.

Jadi, menurut gw, tes keperawanan suatu hal yang tak perlu dilakukan bagi para calon siswa yang ingin melanjutkan jenjang pendidikannya (mungkin untuk beberapa jurusan/tingkat perguruan tinggi ada yang perlu, tapi TIDAK SEMUA!). Bukanlah area yang tepat untuk melakukan hal tersebut.

 
3 Comments

Posted by on September 30, 2010 in Artikel, kampus, opini

 

Tags: , ,

Garut In Action


Jatah liburan yang gw dapat dari kampus lumayan banyak, 2 minggu lamanya, dari tanggal 6-18 September. Jadi, kuliah akan dimulai lagi pada tanggal 20.

Selama liburan gw punya beberapa tugas kuliah yang harus diselesaikan, tapi berhubung ingin lepas dari penatnya dunia kuliah, alhasil ditunda-tunda deh tugas kuliahnya (alibi malas ngerjain tugas) hehe.. 😀

Tanggal 5-7 September kemarin gw dan 2 teman lainnya berkunjung ke Garut. Bukan untuk liburan, melainkan mencari data untuk keperluan karya tulis. Sekitar bulan Oktober nanti akan ada lomba karya tulis “PKM”, Program Kreatifitas Mahasiswa, karena kami dari Fakultasa Ekonomi maka bidang PKM Kewirausahaan yang kami pilih dari bidang-bidang yang ditawarkan seperti bidang pengabdian masyarakat, teknik, dll.

Hampir 5 jam kami ke sana. Berangkat jam 11 sampai di sana jam 4 kurang. Satu hal yang mengagetkan saya ketika sampai sana adalah cuaca di sana yang cukup dingin. Baru memasuki jam 4 saja embun sudah turun dan mengerubungi desa yang akan kami tempati selama 3 hari di sana.

Desa Cikandang. Ya, itulah nama desa tersebut. Desa di sana terbilang cukup asri. Udara sejuk seolah mempertegas hal tersebut.  Keramahan orang-orang di desa tersebut membuat gw betah di sana. Tak pandang bulu, baik anak kecil hingga orang dewasa selau membuat senyum, salam, sapa bilang bertemu. Suatu hal susah untuk ditemui di kota metropolitan seperti Jakarta.

Setelah beristirahat sejenak, kami langsung menuju kandang sapi dan perkebunan yang terletak di belakang rumah. Diiringi dengan hujan rintik-rintik yang turun, kami bergegas menuju tempat research kami. Hal pertama yang kami lihat adalah perkebunan “walu” atau dalam bahasa Indonesia sayur labu. Banyak sekali buah-buah labu tersebut yang habis dipetik.

Beberapa menit kemudian, gw ketemu dengan seorang petani labu. “pak, labu-labu ini mau dikemanain?” tanya gw. “mau dijual ke pasar”. “berapa duit,pak?”. Ketika mengajukan pertayaan itu gw memang benar-benar gag tau berapa harganya. “1 kilo 100 perak,mas”. Waaaahh!!! Jujur, gw kaget. Labu-labu di sana sangat melimpah namun yang disayangkan adalah harga jualnya yang terbilang sangat murah. Bisa dibilang biaya untuk menghasilkan labu-labu tesebut lebih mahal dari pendapatan yang diterima dari menjual labu.  Expense lebih besar dari revenue, kurang lebih  begitu.

Setelah dari perkebunan labu, kami beranjak ke peternakan sapi. Sapi-sapi di sana terbilang sangat banyak. Sekitar 750-800 ekor! Bisa dibayangkan kan betapa banyaknya jumlah sapi tersebut. Dan inilah yang menjadi topik kami di karya tulis ini. Dengan jumlah sapi yang begitu banyak otomatis hasil perahan susu juga banyak. 1 hari seeokr sapi diperah 2 kali, dan dari 4 3kor sapi bisa dihasilkan susu sebanyak 5 L per hari. Namun sayang, susu hasil perahan “hanya” dioper ke koperasi. Mereka hanya menjual susu murni tersebut ke koperasi tanpa diolah sama sekali. Kami menawarkan suatu solusi bagi para peternak sapi di sana dengan pembuatan tahu susu “DANGKE”. Bahan intinya susu murni dengan tambahan getah pepaya maka dapat dibuatlah dangke tersebut. Mengingat produksi susu di sana melimpah, pembuatan dangke dapat menjanjikan. Dangke dibuat, lalu dipasarkan dan dijual, sehingga dapat menambah value yang lebih bagi susu tersebut sekaligus menjadi tambahan pemasukan. Cara pembuatan dangke dapat gw muat di post berikutnya.

Pengalaman baru yang gw dapar di sana adalah karena di sana semuanya muslim, alhasil 3 hari di sana gw ikutan puasa. Wah, seru juga karena gw ikutan sahur dan buka puasa. 🙂

Satu lagi pengalaman baru yang gw dapat di sana adalah first experience memerah sapi. Karena baru pertama kali salah-salah toh biasa. Ya, itulah yang gw lakukan. Pertama kali gw perah, susunya muncrat kemana-mana, tapi untungnya kedua dan seterusnya gw berhasil. Sangat menyenangkan melihat susu hasil perahan sendiri, terlihat bangga. hehe.. 😀

Malam kedua di sana barulah kami mulai menyusun karya tulis kami yang berbentuk proposal bisnis. Mulai dari  pendahuluan, latar belakang hingga cara dan terget pemasaran. Memang belum semuanya selesai, namun diharapkan selesai tepat waktu.

Hari ke3 pukul 08.00 gw dan seorang teman bergegas kembakli ke Jakarta karena dia ada keperluan penting sehingga harus balik, sementara seorang lagi masih berada di sana hingga lebaran.

Ya, itulah petikan Desa Cikandang In Action. Pengalaman menyenangkan, walaupun intinya untuk penulisan proposal bisnis, tapi kan ada sesi liburan dan senang-senangnya.. hahaaiiyy.. 😀

Oke semua..

Happy Holiday!^^

 
2 Comments

Posted by on September 11, 2010 in kampus, liburan, Pengembangan Diri

 

Tags: , , , , , ,