RSS

Category Archives: komunikasi

Gelas Kosong


Selasa malam, 24 Juli, saya sedang buka blog ini melihat postingan yang lama. Tak lama, saya melihat postingan lama “Perhatikan Apa Yang Dibicarakannya..“. Sejurus kemudian, saya tertarik untuk menulis mengenai komunikasi, dan yang berhubungan dengan posting tersebut.

Apa yang anda lakukan atau bagaimana sikap anda ketika berkomunikasi dengan orang terlebih orang tersebut merupakan orang yang baru anda temui dan anda bahkan belum pernah berbicara dengan orang tersebut?

Jika pertanyaan tersbut diajukan kepada saya, jawaban yang terlintas di pikiran adalah “mengosongkan gelas saya” terlebih dahulu. Gelas apa yang dimaksud?

Ketika kita sedang berkomunikasi dengan orang, terlebih orang tersebut baru anda temui, ada baiknya kita menjadi pendengar yang baik terlebih dahulu.

Analogi gelas yang penuh. Kalau gelas yang kita punya sudah penuh terisi air, tentu apabila ditambah air lagi, akan tumpahlah air tersebut. Jadi, apa yang harus kita lakukan? Ya, kosongkan gelas yang kita punya terlebih dahulu, sehingga gelas yang kita punya sudah siap untuk diisi air lagi dan tidak menyebabkan tumpahnya air.

Dengan mengosongkan gelas kita sendiri, kita dapat menjadi pendengar yang baik. Komunikasi yang baik dan efektif pun akan tercipta. Orang yang menjadi lawan bicara pun akan terasa nyaman berbicara dengan kita. Secara tidak langsung pun, lawan bicara kita akan mengosongkan gelasnya juga. Dan pada saat itulah, kita mengisi air kita ke gelas yang menjadi lawan bicara kita. 😉

Semoga bermanfaat!

baca juga: Tips Membangun Komunikasi

Advertisements
 
 

Tags: , ,

Reactive Person


Beberapa hari yang lalu saya sedang mengikuti sebuah rapat. Di rapat tersebut muncul banyak ide yang ditampung kepanitiaan. Tapi yang menarik adalah sisi reaktif dari beberapa orang. Ya, reaktif. Reaktif sendiri menurut saya adalah tindakan yang cenderung atau segera bereaksi terhadap sesuatu yang muncul. Ide-ide yang muncul ditanggapi dengan reaktif, yang menurut hemat saya tidak baik.

Sangat disayangkan, apabila orang muda merupakan orang yang reaktif. Meminjam istilah “survivor” (orang yang melakukan survival), dikenal istilah S-T-O-P. Istilah tersebut digunakan apabila sang survivor tersesat. S-T-O-P juga dapat kita gunakan agar kita tidak menjadi orang yang reaktif terhadap sesuatu/ide yang muncul.

S – Seating : Ketika mendapatkan ide/masukan/pendapat orang, kira berhenti dan sejenak menarik nafas. Hilangkan kepanikan ketika banyak ide/masukan/pendapat yang masuk.

T- Thinking : Setelah itu kita fikir ide/masukan/pendapat tersebut secara baik dan logis. Berfikir tetap tenang dalam situasi yang dihadapi.

O- Observation : Setelah berfikir, liat situasi, kondisi, dan keadaan sekitar. Lalu tentukan arah yang sesuai dengan ide yang kita terima.

P- Planning : Setelah melihat keadaan sekitar, buat rencana dan perhitungkan konsekuensi yang muncul akibat rencana tersebut.

Menjadi orang yang reaktif mungkin baik, karena hal tersebut berarti kita dapat mencerna ide dan masukan dengan baik tapi dengan cara yang kurang tepat. Kita tidak memperhitungkan konsekuensi dengan memerhatikan keadaan dan situasi sekitar. Ada baiknya kita menggunakan pemetaan S-T-O-P ketika mendapat banyak ide/masukan/pendapat hingga ketika menghadapi situasi yang sulit.

Semoga bermanfaat..
🙂

 

Tags: , , , , , , ,

Do What You Love and Love What You Do


Do What You Love and Love What You Do

Di postingan hari ini, gw akan bicara tentang suatu quote yang gw dapat dari buku “Young On Top” dari Billy Boen. Di buku tersebut ditulis 30 point yang ia maksudkan untuk pengembangan orang muda. Nah salah satu point nya yaitu yang jadi judul postingan gw hari ini. Kenapa dari 30 yang gw ambil point yang ini? Karena menurut gw, point ini lah yang paling dekat dengan diri gw.

Bisa diartikan arti dari judul di atas adalah “lakukan apa yang kamu cintai dan cintailah apa yang kamu kerjakan“. Berarti ada 2 poin di sana. Yang pertama lakukan apa yang kamu cintai, dan yang kedua adalah cintailah apa yang kamu kerjakan. Kalau ditarik garis ke diri gw, kalimat tersebut membuat gw seperti ngaca. Kenapa?

Saat ini gw berkuliah di Jurusan Akuntansi. Setelah melewati 4 semester ini, gw merasa dunia akuntansi bukanlah bidang gw. Seperti yang beberapa teman-teman mahasiswa rasakan “salah jurusan“. Justru gw merasakan passion gw adalah di bidang komunikasi. Gw senang berkomunikasi, bergerak, berelasi, mencari teman dan sahabat. Ya, itulah diri gw. Bertolak belakang dengan latar belakang pendidikan yang sedang gw ambil sekarang, yaitu akuntansi.

Ketika membaca “Do What You Love and Love What You Do“, pandangan “mahasiswa salah jurusan” berusaha gw tampik. Mungkin poin pertama “Do What You Love enggak gw lakukan, tapi gw berusaha untuk melakukan poin ke dua ” Love What You Do“.

Ada seorang sahabat di kampus yang mengatakan, “Kita kuliah di jurusan akuntansi. Mau gak mau ketika lulus nanti kita akan kerja di bidang tersebut. Entah jadi akuntan, auditor ataupun pekerjaan yang memang berhubungan dengan akuntansi”.

Hmm. Dalam hati gw berkata benar juga. Mau gak mau ketika lulus nanti gelar gw adalah SE dengan jurusan akuntansi. Dan pada nantinya dunia kerja mengenal gw sebagai seorang berlatar belakang akuntansi. So, mau gak mau harus harus memaksakan diri mencintai akuntansi hingga lulus nanti sehingga dapat berguna pada saat memasuki dunia kerja.

Love What You Do“. Itulah yang sedang gw lakukan. Dalam hati gw berkata, biarlah akuntansi ini menjadi batu lompatan ke depannya. Semoga suatu saat nanti poin pertama dari quote ini “Do What You Love” dapat gw lakukan.

 

Tags: , , , , , ,

Masa Depan


Wahai orang muda,

Takutkah dirimu akan masa depanmu?

Cemaskah dirimu akan masa yang akan berbeda 180% dari kehidupanmu sekarang?

Takutkah dirimu tak bisa sesukses orang tua dan teman-temanmu?

Takutkah dirimu untuk bermimpi?

Cemaskah dirimu tak bisa menggapai mimpimu?

Cemaskah dirimu tak bisa membalas keringat orang tuamu?

Tak bergetarkah kakimu ketika melihat teman-temanmu sudah berlari kencang sementara engkau masih berdiam diri?

Tak gentar kah dirimu ketika melihat rekan-rekan sebayamu sudah hampir sampai di gerbang kesuskesan sementara dirimu masih berjalan tertatih menuju gerbang tersebut?

Tutup mata, mari kita berdoa..

Masa depan..

Engkau begitu indah..

Engkau begitu menarik..

Engkau begitu cemerlang..

Engkau pasti akan kuraih..

GOD, jangan biarkan kami diselimuti rasa ketakutan terhadap masa depan..

Ke dalam tanganMu, kami serahkan masa depan kami..

Amin..

Hari ini adalah hari ini. Hari esok adalah hari esok.

Tak perlu dirimu memikirkan hari esok,

karena hari esok akan memiliki kesusahannya sendiri..

Hari esok adalah perkara yang beda dengan hari ini.

Lakukan yang terbaik pada hari ini..

Agar hari esok dapat lebih baik dari hari ini..

*SELAMAT berjuang kawan! untuk MASA DEPAN GEMILANG!

 
1 Comment

Posted by on June 5, 2011 in komunikasi, Motivasi

 

Tags: ,

Keadaan “GAGAL”


Ketika kata “GAGAL” terucap, pada saat itulah KEADAAN GAGAL SESUNGGUHNYA TELAH TERCIPTA..


Ubah kata “GAGAL”..

 

Tanamkan  kata “SUKSES” dalam diri.. Dan bersiaplah menjadi PEMENANG..


 
2 Comments

Posted by on December 8, 2010 in komunikasi, Motivasi, Pengembangan Diri

 

Tags: , , ,

Memulai dari Akhir


Waaaahh… lama tak menulis di blog.. Kangeeennn!!! Ya, jujur, setelah gw ngepost tulisan tentang berumur 1 tahunnya blog gw, gw hanya sesekali menengok blog gw ini. Kesibukan di dunia nyata yang cukup menyita waktu membuat gw gag produktif untuk menulis di blog. Ada yang punya ide buat ngatasin hal itu? 😉

Di postingan kali ini gw akan bercerita tentang suat “nilai” penting yang gw dapat waktu mengikuti sebuah pelatihan kepemimpinan tanggal 26-28 November yang lalu. Bisa dilihat dari judul post ini “Memulai dari Akhir”.

Hidup manusia dimulai dari dia lahir hingga akhirnya dia meninggal. Mengapa judulnya “memulai dari akhir?” Bukankah untuk memulai segalanya dari AWAL?. Nih, akan gw akan sedikit bercerita. Hidup manusia di dunia memang berakhir ketika dia meninggal, jadi mari kita lihat dari sudut pandang ini.

Apa yang kamu inginkan orang-orang katakan tentang dirimu ketika dirimu meninggal? Sebuah pujian, hujatan, sanjungan atau caci maki? Tentu ketika kita meninggal nanti, kita ingin meninggalkan segala hal baik yang telah kita lakukan untuk dikenang orang. Nah, dari melihat “akhir” tersebut, hal-hal apa yang dapat kita lakukan untuk mewujudkan keinginan tersebut agar tercapai? Tentu melakukan hal-hal yang baik, menjauhi laranganNya, dan menjalankan perintahNya menjadi jawabannya. Jadi, agar dapat dikenang dengan baik, kita melakukan hal-hal tersebut agar “keinginan” tersebut tercapai. Pada saat itulah kita telah “memulai dari akhir”.

Contoh lain.

“Sudahkan dirimu menargetkan atau membayangkan dirimu ketika telah berumur 50 tahun? Menjadi manusia seperi apakah dirimu? Sukses atau hanya biasa-biasa saja?”

Pertanyaan simpel namun cukup “kena”. Umur gw sekarang 18 tahun, tapi kalau secara terang-terangan gw belum berfikir menjadi orang seperti apakah gw nanti ketika berumur 50 tahun. Ketika gw bertanya pada seorang teman dengan lugas ia menjawab ingin menjadi “usahawan yang sukses dan dapat keliling dunia”. Jawaban menarik bukan? Tapi, apa hal tersebut sudah difikirkan matang-matang atau hanya sekadar jawaban asal-asalan?

Mari kita patok jawaban tersebut. Jika kita “mulai dari akhir”, di mana tujuannya adalah usahawan yang sukses dan dapat keliling dunia, hal-hal apa yang dapat dilakukan agar keinginan tersebut tercapai? Pertanyaan tersebut gw lontarkan kepada teman gw tersebut, dan ia pun sempat berfikir. “Ya, belajar yang benar lah!”jawabnya. “Apakah sudah lw laksanakan?”. Ia diam.

“Memulai dari Akhir” bisa dibilang sebuah senjata motivasi, bahkan bisa menjadi senjata motivasi yang luar biasa, karena dengan telah mematok “akhir” dari yang kita inginkan, kita dapat introspeksi, mempunyai semangat dan daya juang yang tinggi agar keinginan tersebut tercapai.


 

 

 

 

 

 

Semoga bermanfaat..

Salam Fantastis!!..

 

Tags: , , ,


Disaat kamu ingin melepaskan seseorang . ingatlah pada saat kamu ingin mendapatkannya

Disaat kamu mulai tidak mencintainya . ingatlah saat pertama kamu jatuh cinta padanya

Disaat kamu mulai bosan dengannya . ingatlah selalu saat terindah bersamanya

Disaat kamu ingin menduakannya . bayangkan jika dia selalu setia untukmu

Saat kamu ingin membohonginya . ingatlah disaat dia jujur padamu

Maka kamu akan merasakan arti dia untukmu

Jangan sampai disaat dia sudah tidak disisimu,

Kamu baru menyadari semua arti dirinya untukmu

Yang indah hanya sementara

Yang abadi adalah kenangan

Yang ikhlas hanya dari perasaan Yang tulus hanya dari hati

Tidak mudah mencari yang hilang

Namun yg lebih susah mempertahankan yg ada

Karena walaupun tergenggam bisa terlepas juga

Ingatlah pada pepatah,

“Jika kamu tidak memiliki apa yang kamu sukai, maka sukailah apa yang kamu miliki saat ini”

Belajar menerima apa adanya..

Karna hidup bagaikan mimpi, seindah apapun, begitu bangun semuanya sirna tak berbekas..

*copas dari note teman di facebook..

 
3 Comments

Posted by on August 28, 2010 in Artikel, kasih sayang, komunikasi

 

Tags: , , , , , ,