RSS

Category Archives: Kutipan

Seorang Anak yang Merindukan Ibu


Empat tahun yang lalu, kecelakaan telah merenggut orang yang kukasihi, sering aku bertanya-tanya, bagaimana keadaan istriku sekarang di alam surgawi, baik-baik sajakah? Dia pasti sangat sedih karena sudah meninggalkan sorang suami yang tidak mampu mengurus rumah dan seorang anak yang masih begitu kecil. Begitulah yang kurasakan,karena selama ini aku merasa bahwa aku telah gagal, tidak bisa memenuhi kebutuhan jasmani dan rohani anakku, dan gagal untuk menjadi ayah dan ibu untuk anakku.

Suatu hari, ada urusan penting di tempat kerja, aku harus segera berangkat ke kantor, anakku masih tertidur. Ohhh aku harus menyediakan makan untuknya.

Karena masih ada sisa sedikit nasi, jadi aku menggoreng telur untuk dia makan. Setelah memberitahu anakku yang masih mengantuk, kemudian aku bergegas

berangkat ke tempat kerja. Peran ganda yang kujalani, membuat energiku benar-benar terkuras. Suatu hari ketika aku pulang kerja aku merasa sangat lelah, setelah bekerja sepanjang hari. Hanya sekilas aku memeluk dan mencium anakku, aku langsung masuk ke kamar tidur, dan melewatkan makan malam.

Namun, ketika aku merebahkan badan ke tempat tidur dengan maksud untuk tidur sejenak menghilangkan kepenatan, tiba-tiba aku merasa ada sesuatu yang pecah dan tumpah seperti cairan hangat! Aku membuka selimut dan….. di sanalah sumber ‘masalah’nya … sebuah mangkuk yang pecah dengan mie instan yang berantakan di seprai dan selimut!

Oh…Tuhan! Aku begitu marah, aku mengambil gantungan pakaian dan langsung menghujani anakku yang sedang gembira bermain dengan mainannya, dengan pukulan-pukulan! Dia hanya menangis, sedikitpun tidak meminta belas kasihan, dia hanya memberi penjelasan singkat:

“Ayah, tadi aku merasa lapar dan tidak ada lagi sisa nasi. Tapi ayah belum pulang, jadi aku ingin memasak mie instan. Aku ingat, ayah pernah mengatakan untuk tidak menyentuh atau menggunakan kompor gas tanpa ada orang dewasa di sekitar, maka aku menyalakan mesin air minum ini dan menggunakan air panas untuk memasak mie. Satu untuk ayah dan yang satu lagi untuk saya . Karena aku takut mie’nya akan menjadi dingin, jadi aku menyimpannya di bawah selimut supaya tetap hangat sampai ayah pulang. Tapi aku lupa untuk mengingatkan ayah karena aku sedang bermain dengan mainanku, aku minta maaf,ayah … “

Seketika, air mata mulai mengalir di pipiku, tetapi, aku tidak ingin anakku melihat ayahnya menangis maka aku berlari ke kamar mandi dan menangis dengan menyalakan shower di kamar mandi untuk menutupi suara tangisku. Setelah beberapa lama, aku hampiri anakku, kupeluknya dengan erat dan memberikan obat kepadanya atas luka bekas pukulan dipantatnya, lalu aku membujuknya untuk tidur. Kemudian aku membersihkan kotoran tumpahan mie di tempat tidur.

Ketika semuanya sudah selesai dan lewat tengah malam, aku melewati kamar anakku, dan melihat anakku masih menangis, bukan karena rasa sakit di pantatnya, tapi karena dia sedang melihat foto ibu yang dikasihinya.

Satu tahun berlalu sejak kejadian itu, aku mencoba, dalam periode ini, untuk memusatkan perhatian dengan memberinya kasih sayang seorang ayah dan juga kasih sayang seorang ibu, serta memperhatikan semua kebutuhannya. Tanpa terasa, anakku sudah berumur tujuh tahun, dan akan lulus dari Taman Kanak-kanak. Untungnya, insiden yang terjadi tidak meninggalkan kenangan buruk di masa kecilnya dan dia sudah tumbuh dewasa dengan bahagia.

Namun, belum lama, aku sudah memukul anakku lagi, saya benar-benar menyesal. Guru Taman Kanak-kanaknya memanggilku dan memberitahukan bahwa anak saya absen dari sekolah. Aku pulang kerumah lebih awal dari kantor, aku berharap dia bisa menjelaskan. Tapi ia tidak ada dirumah, aku pergi mencari di sekitar rumah kami, memangil-manggil namanya dan akhirnya menemukan dirinya di sebuah toko alat tulis, sedang bermain komputer game dengan gembira. Aku marah, membawanya pulang dan menghujaninya dengan pukulan-pukulan. Dia diam saja lalu mengatakan,

“Aku minta maaf, ayah“.

Selang beberapa lama aku selidiki, ternyata ia absen dari acara “pertunjukan bakat” yang diadakan oleh sekolah, karena yg diundang adalah siswa dengan ibunya. Dan itulah alasan ketidakhadirannya karena ia tidak punya ibu.

Beberapa hari setelah penghukuman dengan pukulan rotan, anakku pulang ke rumah memberitahuku, bahwa disekolahnya mulai diajarkan cara membaca dan menulis. Sejak saat itu, anakku lebih banyak mengurung diri di kamarnya untuk berlatih menulis,aku yakin , jika istriku masih ada dan melihatnya ia akan merasa bangga, tentu saja dia membuat saya bangga juga!

Waktu berlalu dengan begitu cepat, satu tahun telah lewat. Tapi astaga, anakku membuat masalah lagi. Ketika aku sedang menyelasaikan pekerjaan di hari-hari terakhir kerja, tiba-tiba kantor pos menelpon. Karena pengiriman surat sedang mengalami puncaknya, tukang pos juga sedang sibuk-sibuknya, suasana hati mereka pun jadi kurang bagus. Mereka menelponku dengan marah-marah, untuk memberitahu bahwa anakku telah mengirim beberapa surat tanpa alamat. Walaupun aku sudah berjanji untuk tidak pernah memukul anakku lagi, tetapi aku tidak bisa menahan diri untuk tidak memukulnya lagi, karena aku merasa bahwa anak ini sudah benar-benar keterlaluan. Tapi sekali lagi, seperti sebelumnya, dia meminta maaf :

Maaf, ayah”. Tidak ada tambahan satu kata pun untuk menjelaskan alasannya melakukan itu.

Setelah itu saya pergi ke kantor pos untuk mengambil surat-surat tanpa alamat tersebut lalu pulang. Sesampai di rumah, dengan marah aku mendorong anakku ke sudut mempertanyakan kepadanya, perbuatan konyol apalagi ini? Apa yang ada dikepalanya?

Jawabannya, di tengah isak-tangisnya, adalah : “Surat-surat itu untuk ibu…..”. Tiba-tiba mataku berkaca-kaca. …. tapi aku mencoba mengendalikan emosi dan terus bertanya kepadanya: “Tapi kenapa kamu memposkan begitu banyak surat-surat, pada waktu yg sama?”

Jawaban anakku itu : “Aku telah menulis surat buat ibu untuk waktu yang lama, tapi setiap kali aku mau menjangkau kotak pos itu, terlalu tinggi bagiku, sehingga aku tidak dapat memposkan surat-suratku. Tapi baru-baru ini, ketika aku kembali ke kotak pos, aku bisa mencapai kotak itu dan aku mengirimkannya sekaligus”. Setelah mendengar penjelasannya ini, aku kehilangan kata-kata, aku bingung,

tidak tahu apa yang harus aku lakukan, dan apa yang harus aku katakan. Aku bilang pada anakku, “Nak, ibu sudah berada di surga, jadi untuk

selanjutnya, jika kamu hendak menuliskan sesuatu untuk ibu, cukup dengan membakar surat tersebut maka surat akan sampai kepada mommy. Setelah mendengar hal ini, anakku jadi lebih tenang, dan segera setelah itu, ia bisa tidur dengan nyenyak. Aku berjanji akan membakar surat-surat atas namanya, jadi saya membawa surat-surat tersebut ke luar, tapi…. aku jadi penasaran untuk tidak membuka surat tersebut sebelum mereka berubah menjadi abu.

Dan salah satu dari isi surat-suratnya membuat hati saya hancur yang isinya:

‘ibu sayang’, Aku sangat merindukanmu! Hari ini, ada sebuah acara ‘Pertunjukan Bakat’ di sekolah, dan mengundang semua ibu untuk hadir di pertunjukan tersebut. Tapi kamu tidak ada, jadi aku tidak ingin menghadirinya juga. Aku tidak memberitahu ayah tentang hal ini karena aku takut ayah akan mulai menangis dan merindukanmu lagi. Saat itu untuk menyembunyikan kesedihan, aku duduk di depan komputer dan mulai bermain game di salah satu toko. Ayah keliling-keliling mencariku, setelah menemukanku ayah marah, dan aku hanya bisa diam, ayah memukul aku, tetapi aku tidak menceritakan alasan yang sebenarnya.

 

Ibu, setiap hari aku melihat ayah merindukanmu, setiap kali dia teringat padamu, ia begitu sedih dan sering bersembunyi dan menangis di kamarnya. Aku pikir kita berdua amat sangat merindukanmu. Terlalu berat untuk kita berdua. Tapi bu, aku mulai melupakan wajahmu. Bisakah ibu muncul dalam mimpiku sehingga aku dapat melihat wajahmu dan ingat kamu? Temanku bilang jika kau tertidur dengan foto orang yang kamu rindukan, maka kamu akan melihat orang tersebut dalam mimpimu. Tapi ibu, mengapa engkau tak pernah muncul ?

Setelah membaca surat itu, tangisku tidak bisa berhenti karena aku tidak pernah bisa menggantikan kesenjangan yang tak dapat digantikan semenjak ditinggalkan oleh istriku

Note : Untuk para suami dan laki-laki, yang telah dianugerahi seorang istri/pasangan yang baik, yang penuh kasih terhadap anak-anakmu selalu berterima-kasihlah setiap hari pada istrimu. Dia telah rela menghabiskan sisa umurnya untuk menemani hidupmu, membantumu, mendukungmu, memanjakanmu dan selalu setia menunggumu, menjaga dan menyayangi dirimu dan anak-anakmu. Hargailah keberadaannya, kasihilah dan cintailah dia sepanjang hidupmu

dengan segala kekurangan dan kelebihannya, karena apabila engkau telah kehilangan dia, tidak ada emas permata, intan berlian yang bisa menggantikannya.

Sumber : KSH 

 
2 Comments

Posted by on October 9, 2012 in Artikel, cerpen, kasih sayang, Kutipan, Motivasi

 

Tags: , , , ,

Universitas Kehidupan


Universitas Kehidupan

Jika semua yang kita kehendaki terus kita MILIKI, darimana kita belajar IKHLAS
Jika semua yang kita impikan segera TERWUJUD, darimana kita belajar SABAR
Jika setiap doa kita terus DIKABULKAN, bagaimana kita dapat belajar IKHTIAR.

Seorang yang dekat dengan Tuhan, bukan berarti tidak ada air mata
Seorang yang taat pada Tuhan, bukan berarti tidak ada kekurangan
Seorang yang tekun berdoa, bukan berarti tidak ada masa sulit
Biarlah Tuhan yang berdaulat sepenuhnya atas hidup kita, karena Dia tahu yang tepat untuk memberikan yang terbaik.

Ketika kerjamu tidak dihargai, maka saat itu kamu sedang belajar tentang KETULUSAN
Ketika usahamu dinilai tidak penting, maka saat itu kamu sedang belajar KEIKHLASAN
Ketika hatimu terluka sangat dalam.., maka saat itu kamu sedang belajar tentang MEMAAFKAN.

Ketika kamu lelah dan kecewa, maka saat itu kamu sedang belajar tentang KESUNGGUHAN
Ketika kamu merasa sepi dan sendiri, maka saat itu kamu sedang belajar tentang KETANGGUHAN
Ketika kamu harus membayar biaya yang sebenarnya tidak perlu kau tanggung, maka saat itu kamu sedang belajar tentang KEMURAHAN HATI.

Tetap semangat….
Tetap sabar….
Tetap tersenyum…..
Karena kamu sedang menimba ilmu di UNIVERSITAS KEHIDUPAN

TUHAN menaruhmu di “tempatmu” yang sekarang, bukan karena “KEBETULAN”
Orang yang HEBAT tidak dihasilkan melalui kemudahan, kesenangan, dan kenyamanan
MEREKA di bentuk melalui KESUKARAN, TANTANGAN & AIR MATA.

______

(Disadur dari Buku “Sepatu Dahlan Iskan”)

 

Tags: , , , , ,

Karantina Finalis PPAN Jabar 2012


Karantina Finalis PPAN Jabar 2012

(Cerita ini ditulis oleh salah satu finalis, Puji Maharani)

Hari ini, sepekan yang lalu, saya dipulangkan ke realita: menjadi sarjana segar yang kesibukannya “cuma” mengurus surat-surat kelulusan dan persiapan wisuda bulan depan. Sebelumnya, selama tiga hari, saya bersenang-senang bersama lima puluh satu teman baru dari seantero Jawa Barat, yang prestasinya mengintimidasi namun kepribadiannya menginspirasi.

Kami dikumpulkan di The Cipaku Garden Hotel dalam rangka Seleksi Tahap III Pertukaran Pemuda Antarnegara 2012. Dengan perjuangan lumayan untuk menempuh jalanan yang naik-turun untuk mencapai lokasi, mungkin ini alasannya hotel tersebut dijadikan tempat karantina. Tapi, toh perjalanan lima puluh dua orang peserta Seleksi ini jauh lebih berliku. Kami melewati seleksi administrasi di tahap pertama, bersaing dengan sekitar 600 pendaftar lainnya. Lolos dari sana, 132 orang dinyatakan layak mengikuti seleksi tahap kedua di kantor Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Bandung, untuk kemudian disaring lagi menjadi 52. Saat pertama kali menjejakkan kaki di hotel, saya masih dirundung rasa tidak percaya bahwa saya sudah tiba di lokasi, mengenakan setelan rok-kemeja-scarf dan rambut dicepol, menenteng koper, siap menjadi peserta karantina. I mean, me, of all people? Really?

Yes, apparently. Siang itu juga, saya dan 51 peserta Seleksi lainnya disambut dengan sebuah maraton: tes tertulis dan tiga Focus Group Discussion (FGD). Rencananya, dari hasil seleksi tersebut, akan dipilih dua puluh orang untuk mengikuti tes wawancara dan kesenian di hari berikutnya. Belum juga hari itu berujung, saya sudah optimis tidak akan lolos. Lima belas menit diskusi plus tiga menit presentasi, dikalikan tiga, dengan sekitar delapan orang dalam satu kelompok, tak saya rasa cukup untuk tampil all-out, dan kemudian dianggap layak menjadi satu dari dua puluh besar. Saya dilanda perasaan yang sama seperti sehabis tes presentasi pada seleksi tahap kedua: I believed that I worth more than three minutes, yet three minutes was all I’ve got. Ya sudahlah, yang penting di sana saya bisa makan kenyang, tidur nyaman, dan dikelilingi teman-teman. Daripada bersusah hati memikirkan minimnya kesempatan ikut seleksi di hari kedua, meskipun sebenarnya berharap bisa ikut tes wawancara, lebih baik saya menikmati waktu yang tersisa dengan bersenang-senang (dan menikmatifree flow kue surabi yang enak waktu sarapan).

Ternyata, Tuhan memang sang Maha Pemberi Kejutan. Esok paginya, panitia mengumumkan bahwa seluruh peserta dinyatakan akan mengikuti seleksi hari kedua, yang meliputi kesenian dan tiga pos wawancara. Efek sampingnya, tahapan seleksi ini menghabiskan waktu sungguh-sungguh sehari penuh, dan baru rampung sekitar pukul 22.00. Seolah belum cukup, para peserta yang energinya sudah terkuras ini sempat-sempatnya digiring ke restoran hotel untuk “pengarahan” selama satu jam dari pihak penyelenggara, yang anehnya melibatkan seorang biduan dan organ tunggal. Padahal, rencananya, malam itu para peserta harus memersiapkan dan menampilkan batch performance. Penampilan kesenian dari 52 orang peserta Seleksi pun terpaksa ditunda hingga esok pagi, namun toh kami bertahan di ruangan Wijayakusuma hingga tengah malam, menyusun rencana.

Meski lelah luar biasa, saya sangat puas karena hari itu akhirnya saya berkesempatan unjuk kabisa secara individual, setelah sehari sebelumnya menjadi bagian dari kelompok-kelompok. Maka, ketika hari terakhir karantina tiba, yang saya pikirkan hanya sarapan kue surabi dan latihan untuk batch performance. Oh, juga kompensasi finansial untuk “pengganti biaya transportasi” yang konon akan diberikan, yang saya pikir layak didapat terutama oleh teman-teman dari luar kota.

Singkat cerita: pagi itu saya sarapan kue surabi, dengan saus gula merah dan santan kental. Nyam. Lalu saya dan teman-teman peserta Seleksi turun ke ruangan Wijayakusuma untuk latihan flash mobsebagai batch performance kami, angkatan 2012. Flash mob ini terdiri atas drama yang menggambarkan proses Seleksi selama tiga hari ke belakang dan tiga tarian singkat berlatarkan tiga jenis musik yang berbeda. Sejak saat itu, Sik Asik-nya Ayu Ting Ting (yang hampir tiap hari ada di televisi dan jadi jingle iklan) membuat saya teringat sebuah rangkaian koreografi dan berharap bisa menarikannya lagi bersama lima puluh satu orang teman baru saya. Pun, We Found Love dari Rihanna membuat saya tidak lagi terpikirkan sebuah tempat tanpa harapan, karena justru berawal dari karantina inilah kesempatan-kesempatan baru, saya yakin, akan datang. Menemukan cinta, mungkin? Siapa yang tahu? 😀

 Rampungnya batch performance kami dihujani riuh sorakan dari kakak-kakak alumni Purna Caraka Muda Indonesia Jawa Barat, “G-OO-D J-O-B, good job, good job!” yang menghangatkan hati, sebelum kembali dag-dig-dug lagi menunggu pengumuman hasil Seleksi.

Acara pun resmi dimulai. Sambutan. Sambutan lagi. Kapan pengumumannya, sih?

Satu-persatu nama disebut; berturut-turut untuk program pertukaran pemuda ke Malaysia, Australia, Kanada, dan terakhir ASEAN-Jepang. Tahun ini nama saya belum dapat giliran. Tak apa, karena saya percaya lima orang (tiga laki-laki, dua perempuan) yang telah ditahbiskan menjadi perwakilan Jawa Barat adalah mereka yang diyakini panitia sebagai individu-individu yang paling cocok untuk program-program tersebut.

Bohong besar kalau saya bilang saya tidak kecewa, tapi toh saya paham ini bukan soal kalah-menang. Menjadi salah satu dari lima puluh dua, yang mampu menyisihkan sekitar enam ratus pemuda Jawa Barat, sudah merupakan sebuah bukti bahwa setiap dari kami memiliki kualifikasi yang tak bisa dipandang remeh. Bisa disandingkan dengan mereka merupakan kesempatan yang belum pernah datang dalam hidup saya. Lewat mereka, saya tidak hanya berkesempatan mengenal orang-orang baru, saya juga menyadari bahwa Seleksi ini membuat saya lebih mengenal diri sendiri – ternyata persistensi dan determinasi mampu menggerakkan saya untuk belajar menari. Menyadari fakta ini, kekecewaan saya seketika disergap dan dikalahkan rasa bangga.

Pada titik ini, saya kembali teringat kata-kata Julie Andrews ketika berperan sebagai Maria dalam The Sound of Music“When God closes a door, somewhere He opens a window”. Ya, dan tidak, pikir saya. Tidak mungkin hanya satu jendela – pasti banyak! Dan mungkin tidak hanya jendela, namun pintu juga. Maka, ketika diminta mengungkapkan kesan-kesan pascakarantina, itulah yang saya katakan. Mungkin, saat itu saya hanya sedang berupaya menghibur diri sendiri ketika dihadapkan dengan pintu yang tertutup di depan mata. Tapi, ketika saya sebenarnya bisa berbalik dan mencari jendela (-jendela, dan boleh jadi juga pintu-pintu) yang terbuka, dan saya yakin teman-teman yang lain juga bisa melakukannya, mengapa tidak?

Satu pekan sudah berlalu, dan saya masih senang mengenang. Grup “Finalis Pertukaran Pemuda Antar Negara 2012, Provinsi Jawa Barat”, dengan lengkap lima puluh dua dari kami sebagai anggota, sungguh aktif bertukar sapa dan kabar, termasuk di antaranya info program-program kepemudaan dan rencana reunian.

Ah, teman-teman, bahagianya bisa menjadi bagian dari kalian!

Jajaka Finalis PPAN Jabar 2012

Jajaka Finalis PPAN Jabar 2012

Finalis PPAN Jabar 2012

Finalis PPAN Jabar 2012

Mojang PPAN Jabar 2012

Mojang PPAN Jabar 2012

Finalis PPAN Jabar 2012

Finalis PPAN Jabar 2012

Notes’ Puji Maharani

 
2 Comments

Posted by on April 19, 2012 in Artikel, Kutipan, Motivasi, pengalaman

 

Tags:

Do What You Love and Love What You Do


Do What You Love and Love What You Do

Di postingan hari ini, gw akan bicara tentang suatu quote yang gw dapat dari buku “Young On Top” dari Billy Boen. Di buku tersebut ditulis 30 point yang ia maksudkan untuk pengembangan orang muda. Nah salah satu point nya yaitu yang jadi judul postingan gw hari ini. Kenapa dari 30 yang gw ambil point yang ini? Karena menurut gw, point ini lah yang paling dekat dengan diri gw.

Bisa diartikan arti dari judul di atas adalah “lakukan apa yang kamu cintai dan cintailah apa yang kamu kerjakan“. Berarti ada 2 poin di sana. Yang pertama lakukan apa yang kamu cintai, dan yang kedua adalah cintailah apa yang kamu kerjakan. Kalau ditarik garis ke diri gw, kalimat tersebut membuat gw seperti ngaca. Kenapa?

Saat ini gw berkuliah di Jurusan Akuntansi. Setelah melewati 4 semester ini, gw merasa dunia akuntansi bukanlah bidang gw. Seperti yang beberapa teman-teman mahasiswa rasakan “salah jurusan“. Justru gw merasakan passion gw adalah di bidang komunikasi. Gw senang berkomunikasi, bergerak, berelasi, mencari teman dan sahabat. Ya, itulah diri gw. Bertolak belakang dengan latar belakang pendidikan yang sedang gw ambil sekarang, yaitu akuntansi.

Ketika membaca “Do What You Love and Love What You Do“, pandangan “mahasiswa salah jurusan” berusaha gw tampik. Mungkin poin pertama “Do What You Love enggak gw lakukan, tapi gw berusaha untuk melakukan poin ke dua ” Love What You Do“.

Ada seorang sahabat di kampus yang mengatakan, “Kita kuliah di jurusan akuntansi. Mau gak mau ketika lulus nanti kita akan kerja di bidang tersebut. Entah jadi akuntan, auditor ataupun pekerjaan yang memang berhubungan dengan akuntansi”.

Hmm. Dalam hati gw berkata benar juga. Mau gak mau ketika lulus nanti gelar gw adalah SE dengan jurusan akuntansi. Dan pada nantinya dunia kerja mengenal gw sebagai seorang berlatar belakang akuntansi. So, mau gak mau harus harus memaksakan diri mencintai akuntansi hingga lulus nanti sehingga dapat berguna pada saat memasuki dunia kerja.

Love What You Do“. Itulah yang sedang gw lakukan. Dalam hati gw berkata, biarlah akuntansi ini menjadi batu lompatan ke depannya. Semoga suatu saat nanti poin pertama dari quote ini “Do What You Love” dapat gw lakukan.

 

Tags: , , , , , ,

Ayah


Sedikit Fakta Tentang Ayah Yang Tidak Diketahui Anak

1. Ayah ingin anak-anaknya punya lebih banyak kesempatan daripada dirinya, menghadapi lebih sedikit kesulitan, lebih tidak tergantung pada siapapun – dan (tapi) selalu membutuhkan kehadirannya.

2. Ayah membiarkan kamu menang dalam permainan ketika kamu masih kecil, tapi dia tidak ingin kamu membiarkannya menang ketika kamu sudah besar.

3. Ayah tidak ada di album foto keluarga, karena dia yang selalu memotret.

4. Ayah selalu tepat janji! Dia akan memegang janjinya untuk membantu seorang teman, meskipun ajakanmu untuk pergi sebenarnya lebih menyenangkan.

5. Ayah selalu sedikit sedih ketika melihat anak-anaknya pergi bermain dengan teman-teman mereka.karena dia sadar itu adalah akhir masa kecil mereka.

6. Ayah mulai merencanakan hidupmu ketika tahu bahwa ibumu hamil (mengandungmu) , tapi begitu kamu lahir, ia mulai membuat revisi.

7. Ayah membantu membuat impianmu jadi kenyataan bahkan diapun bisa meyakinkanmu untuk melakukan hal-hal yang mustahil, seperti berenang di air setelah ia melepaskanya.

8. Ayah mungkin tidak tahu jawaban segala sesuatu, tapi ia membantu kamu mencarinya.

9. Ayah mungkin tampak galak di matamu, tetapi di mata teman-temanmu dia tampak baik dan menyayangi.

10. Ayah lambat mendapat teman, tapi dia bersahabat seumur hidup

11. Ayah benar-benar senang membantu seseorang…tapi ia sukar meminta bantuan.

12. Ayah di dapur. Membuat memasak seperti penjelajahan ilmiah. Dia punya rumus-rumus dan formula racikannya sendiri, dan hanya dia sendiri yang mengerti bagaimana menyelesaikan persamaan-persamaan rumit itu. Dan hasilnya?… .mmmmhhh…”tidak terlalu mengecewakan”

13. Ayah mungkin tidak pernah menyentuh sapu ketika masih muda, tapi ia bisa belajar dengan cepat.

14. Ayah paling tahu bagaimana mendorong ayunan cukup tinggi untuk membuatmu senang tapi tidak takut.

15. Ayah akan sangat senang membelikanmu makanan selepas ia pulang kerja, walaupun dia tak dapat sedikitpun bagian dari makanan itu.

16. Ayah selalu berdoa agar kita menjadi orang yang sukses di dunia dan akhirat, walaupun kita jarang bahkan jarang sekali mendoakannya.

17. Ayah akan memberimu tempat duduk terbaik dengan mengangkatmu dibahunya, ketika pawai lewat.

18. Ayah tidak akan memanjakanmu ketika kamu sakit, tapi ia tidak akan tidur semalaman. Siapa tahu kamu membutuhkannya.

19. Ayah menganggap orang itu harus berdiri sendiri, jadi dia tidak mau memberitahumu apa yang harus kamu lakukan, tapi ia akan menyatakan rasa tidak setujunya.

20. Ayah percaya orang harus tepat waktu. karena itu dia selalu lebih awal menunggumu.

21. Ia akan melupakan apa yang ia inginkan, agar bisa memberikan apa yang kamu butuhkan…..

22. Ia menghentikan apa saja yang sedang dikerjakannya, kalau kamu ingin bicara…

23. Ia selalu berfikir dan bekerja keras untuk membayar spp mu tiap semester, meskipun kamu tidak pernah membantunya menghitung berapa banyak kerutan di dahinya….

24. Ayah mengangkat beban berat dari bahumu dengan merengkuhkan tangannya disekeliling beban itu….

25. Ayah akan berkata ,, tanyakan saja pada ibumu” Ketika ia ingin berkata ,,tidak”

26. Ayah tidak pernah marah, tetapi mukanya akan sangat merah padam ketika anak gadisnya menginap di rumah teman tanpa izin

27. Dan diapun hampir tidak pernah marah, kecuali ketika anak lelakinya kepergok menghisap rokok dikamar mandi.

28. Ayah mengatakan ,, tidak apa-apa mengambil sedikit resiko asal kamu sanggup kehilangan apa yang kamu harapkan”

29. Pujian terbaik bagi seorang ayah adalah ketika dia melihatmu melakukan sesuatu hal yang baik persis seperti caranya….

30. Ayah lebih bangga pada prestasimu, daripada prestasinya sendiri….

31. Ayah hanya akan menyalamimu ketika pertama kali kamu pergi merantau meningalkan rumah, karena kalau dia sampai memeluk mungkin ia tidak akan pernah bisa melepaskannya.

32. Ayah tidak suka meneteskan air mata …. ketika kamu lahir dan dia mendengar kamu menangis untuk pertama kalinya,dia sangat senang sampai-sampai keluar air dari matanya (ssst..tapi sekali lagi ini bukan menangis)

33. ketika kamu masih kecil, ia bisa memelukmu untuk mengusir rasa takutmu…ketika kau mimpi akan dibunuh monster…

34. tapi…..ternyata dia bisa menangis dan tidak bisa tidur sepanjang malam, ketika anak gadis kesayangannya di rantau tak memberi kabar selama hampir satu bulan.

35. Ayah pernah berkata :” kalau kau ingin mendapatkan pedang yang tajam dan berkwalitas tinggi, janganlah mencarinya dipasar apalagi tukang loak, tapi datang dan pesanlah langsung dari pandai besinya. begitupun dengan cinta dan teman dalam hidupmu, jika kau ingin mendaptkan cinta sejatimu kelak, maka minta dan pesanlah pada Yang Menciptakannya”

36. Untuk masa depan anak lelakinya Ayah berpesan: ,, jadilah lebih kuat dan tegar daripadaku, pilihlah ibu untuk anak-anakmu kelak wanita yang lebih baik dari ibumu , berikan yang lebih baik untuk menantu dan cucu-cucuku, daripada apa yang yang telah ku beri padamu”

37. Dan Untuk masa depan anak gadisnya ayah berpesan :” jangan cengeng meski kau seorang wanita, jadilah selalu bidadari kecilku dan bidadari terbaik untuk ayah anak-anakmu kelak! laki-laki yang lebih bisa melindungimu melebihi perlindungan Ayah, tapi jangan pernah kau gantikan posisi Ayah di hatimu”

38. Ayah bersikeras, bahwa anak-anakmu kelak harus bersikap lebih baik daripada kamu dulu….

49. Ayah bisa membuatmu percaya diri… karena ia percaya padamu…

40. Ayah tidak mencoba menjadi yang terbaik, tapi dia hanya mencoba melakukan yang terbaik….

41. Dan terpenting adalah… Ayah tidak pernah menghalangimu untuk mencintai Tuhan, bahkan dia akan membentangkan seribu jalan agar kau dapat menggapai cintaNya, karena diapun mencintaimu karena cintaNya

 
Leave a comment

Posted by on February 2, 2011 in Artikel, kasih sayang, Kutipan, Refleksi

 

Tags: , , ,

Cita-Cita


Jika Anda telah memiliki impian,
berilah tanggal bagi pencapaiannya,
dan impian itu akan menjadi cita-cita.

Ingatlah, bahwa

CITA-CITA ADALAH IMPIAN YANG BERTANGGAL.

Kemudian,
Anda tinggal menyusun urutan tindakan
untuk mencapainya pada tanggal itu.

Sehingga,
semakin Anda menunda,
semakin tanggal itu terdorong menjauh.

Dan semakin Anda malas,
semakin cita-cita itu menjadi tidak berarti.

Kutipan dari Mario Teguh..

 

 
2 Comments

Posted by on December 20, 2010 in Kutipan, Motivasi, Pengembangan Diri

 

Tags: , , , ,

PEMENANG


adalah orang yang tetap sejuk di tempat yang panas..

yang tetap manis di tempat yang begitu pahit..

yang tetap rendah hati meskipun telah menjadi besar..

yang tetap tenang di badai yang hebat..

yang tetap mengandalkan TUHAN dalam segala perkara meskipun dia mampu untuk melakukannya..

 

*dari sms dari seorang sahabat..

thanks guys..

 
1 Comment

Posted by on October 13, 2010 in Artikel, Kutipan, Motivasi, Pengembangan Diri, sahabat

 

Tags: , , ,