RSS

Category Archives: Refleksi

#OutOfComfortZone


 Berani keluar dari zona nyaman, kemampuan dan kapasitas baru siap menunjang masa depan.

Setelah bulan kemarin saya memposting “Experiential Learning” (EL), hari ini saya akan sedikit share mengenai salah satu poin yang ada di EL, yaitu Out of Comfort Zone..

Dari sisi bahasanya saja sudah dengan mudah ditebak arti Out of Comfort Zone, yaitu keluar dari zona nyaman. Keluar dari zona nyaman memiliki arti yang luar biasa loh! Kita sebagai manusia bukanlah makhluk hidup yang diciptakan untuk hidup statis, melainkan dinamis! Kita diminta oleh Sang Pencipta untuk mengembangkan segala talenta dan kemampuan yang kita miliki.

Berani keluar dari zona nyaman berarti kita berani menambah kapasitas diri kita. Kita berani mencoba suatu yang baru di luar kebiasaan kita. Kita akan menemukan “harta karun” yang ada dalam diri kita, yang ternyata tak pernah kita sendiri tahu. Luar biasa bukan? 😉

Go adventure, Enjoy the journey, Face and Solve the problem, Find your treasures. Kurang lebih rangkaian kata-kata itulah yang saya gambarkan sebagai Out of Comfort Zone.

Go adventure. Pergilah berpetualang. Dengan berpetualang maka kita akan menemukan dunia baru yang belum pernah kita selami. Dunia baru yang tidak “klop” dengan kita. Dunia baru yang sama sekali tidak memberikan rasa nyaman. Rasa nyaman yang selama ini kita rasakan di dunia yang kita geluti akan sirna diganti dengan petualangan yang menjanjikan harta karun yang tak ternilai.

Enjoy the journey. Berpetualang tanpa menikmati perjalanan sama saja omong kosong. Nikmati perjalanan di dunia baru tersebut. Memang awalnya tidak memberikan kenyamanan, tapi nikmatilah dan keep positive thinking! 🙂

Face and Solve the problem. Selama perjalanan ini pasti akan ditemukan tantangan serta masalah. Seperti yang sudah pernah saya bahas di EL  , tantangan ada 3 macam. Tantangan-tantangan yang muncul itu wajib kita hadapi dan kita cari pemecahan masalahnya. Dengan terlatih memecahkan masalah dan tantangan yang dihadapai dari ketidaknyamanan tersebut, kapasitas diri kita akan bertambah. Sebuah tingkatan kemampuan diri yang lebih akan menjadi hadiah yang indah untuk siapapun yang face and Solve the problem. 🙂

Find your treasures. Tak perlu diragukan lagi, setelah melalui tahap pertualangan hingga memecahakan masalah, reward yang pantas diberikan berupa harta karun yang tak ternilai.  Baik sadar ataupun tidak, harta karun tersebut ada di dalam diri kita setelah kita berani untuk keluar dari zona nyaman kita. Kemampuan diri yang bertambah, kapasitas diri yang pada awalnya kita anggap sudah mentok ternyata meningkat berkali lipat, serta hal-hal positif lain yang menjadi penunjang diri kita di masa depan.

Feel the Fear and Break It..  #OutOfComfortZone


Advertisements
 
 

Tags: , , , , , ,

3P in My Life


Setelah hampir 1 bulan gak nyentuh blog, akhirnya ada waktu juga untuk update blog.. Apalagi di November ini, blog saya akan menyentuh umur ke 2 loh.. 😀

Pada postingan kali ini, saya akan bercerita mengenai “3p in My Life”. 3P ini adalah elemen-elemen yang membentuk karakter seorang waldo, 3P ini juga yang membuat saya belajat banyak mengenai hidup. Banyak ilmu yang saya dapat dari 3P ini. Bisa dibilang, didikan saya ya adalah 3P ini. Apa saja 3P itu? 😉

1. Parents (Orang Tua)
Tentu jelas mengapa “P” yang pertama adalah Orang tua. Merekalah yang mendidik saya dari sejak lahir hingga sekarang. Kasih sayang tulus menjadi senjata mereka dalam mendidik anak-anaknya. Saya rasa tidak perlu banyak penjelasan mengenai “P” yang pertama ini.. 🙂

2. PASKA (Persatuan Siswa/i Katolik tingkat SMA se-Bekasi)
Seperti postingan saya sebelumnya di https://catatanrodes.wordpress.com/2011/08/04/paska-bekasi-sahabat-layaknya-keluarga/, saya merasa PASKA adalah salah satu elemen yang membentuk diri saya hingga saat ini. Bagi yang sudah baca postingan saya tentang PASKA, pasti sudah tahu betapa berharganya mereka bagi saya. Pengalaman suka duka, sedih dan tertawa hingga pengalaman-pengalaman susah dalam mencari dana membuat saya menyertakan mereka di “P” yang kedua. 🙂

3. Pramuka
Yap, inilah “P” ketiga saya! PRAMUKA! Dari SD hingga di bangku kuliah sekarang ini, saya tak terlepas dari Pramuka. Pendidikan karakter serta jaringan pertemanan yang luar biasa yang dibangun di Pramuka membuat saya telah jatuh cinta pada gerakan ini.
Saya pun pernah menulis postingan mengenai Pramuka di https://catatanrodes.wordpress.com/2011/08/19/50-tahun-gerakan-pramuka-di-indonesia/

Semoga suatu saat nanti, saya dapat berbalas budi pada ketiga “P” tersebut…
0:)

 

 

 
 

Tags: , , , ,

PASKA Bekasi -> Sahabat Layaknya Keluarga


Di postingan hari ini saya akan bercerita tentang sahabat-sahabat saya di kategorial Gereja bernama PASKA Bekasi. PASKA sendiri merupakan singkatan dari Persatuan Siswa/i Katholik tingkat SMA se-Bekasi. Secara gak sengaja saya nyemplung di sini (karena Monic dan Dica), itu terjadi ketika kenaikan kelas 3 SMA…

Ketika itu sedang libur semester kenaikan kelas sekitar akhir bulan Juni 2008. Diajak oleh 2 orang teman yang bersekolah sama, saya mengikuti kegiatan Kaderisasi PASKA di daerah Puncak. Di sana ada 33 orang yang menjadi peserta dan tak di antara semua peserta itu, tak ada seorang pun yang saya kenal! Bahkan hanya saya saja yang berasal dari gereja yang berbeda dengan mereka. Meskipun begitu, saya tetap mencoba PD mengikuti kegiatan tersebut.

Sesuai dengan nama acara tersebut “Kaderisasi”, berarti memang bertujuan mengkader para peserta menjadi anggota baru PASKA Bekasi. Dan secara tak sengaja pula, nama saya lah yang muncul sebagai Ketua PASKA untuk menjabat di periode 2008-2009. Muncul kebimbangan dalam diri saya. Saya yang berasal dari Gereja yang berbeda dengan mereka, dan baru mengenal mereka selama 3 hari 2 malam di acara Kaderisasi tersebut, tetapi mereka mempercayakan tugas Ketua PASKA di pundak saya. Saya coba jalaninya sebagai amanah.

Beberapa hari setelah acara Kaderisasi tersebut, saya mengumpulkan semua peserta Kaderisasi kemarin untuk perumusan kepengurusan PASKA 2008-2009 yang menjadi angkatan ke-2 PASKA serta pembicaraan mengenai program kerja PASKA selama 1 tahun ke depan.

PASKA Bekasi sebenarnya sudah ada sejak tahun 1990-an, tetapi sempat vakum selama beberapa tahun di akhir tahun 1990-an, dan mulai aktif kembali tahun 2007 yang kami sebut sebagai angkatan 1. Dan itu berarti kepengurusan saya menjadi angkatan ke 2.

Kembali lagi, setelah beberapa kali mengadakan pertemuan, terbentuklah kepengurusan dan 4 program kerja besar selama 1 tahun ke depan. Yang pertama adalah JUMPA PELAJAR, dan berdasarkan ritual PASKA, yang menjadi ketua pelaksana program kerja pertama adalah Ketua PASKA maka itu berarti saya lah yang menjadi ketua pelaksana JUMPA PELAJAR Siswa/i Katolik se-Bekasi tersebut.

Dana yang kami butuhkan untuk dapat melaksanakan acara tersebut kurang lebih 15 juta-an. Dan karena perjuangan saya bersama rekan-rekan (lebih tepat dibilang saudara) di PASKA maka acara tersebut dapat berjalan dengan baik. Perjuangan mencari dana yang menurut saya LUAR BIASA! Kami ngamen di pelataran gereja, kami mencuci mobil yang parkir di Gereja, jual makanan dan minuman, jual buku, mencari donatur, mencari barang bekas dan menjualnya, dan beberapa cara lain yang kami gunakan untuk mencari dana acara tersebut. Luar biasa capenya dan tak terhitung keringat yang keluar ketika pencarian dana tersebut. Di saat teman-teman di sekolah sedang bersantai-santai, kami justru rela menginvestasikan waktu, tenaga dan fikiran kami demi berjalannya acara ini. Mengapa saya sebut sebagai investasi? Ya waktu, tenaga dan fikiran kami itu tidak kami habiskan begitu saja. Tapi investasi untuk masa depan, karena kami percaya suatu saat nanti pelajaran-pelajaran berharga yang kami dapat di PASKA Bekasi dapat kami terapkan dalam kehidupan sehari-hari, terlebih di masa depan kami.

Acara JUMPA PELAJAR yang dilaksanakan tanggal 14-16 November 2008 di Villa Restu Bundo,Puncak ini berhasil menarik 78 peserta dari berbagai macam gereja dan sekolah di Bekasi bahkan ada peserta yang bersekolah di Jakarta. Suatu prestasi tersendiri bagi para panitia. Acara berjalan dengan baik dan mendapat respon positif dari para peserta. Hal itu terlihat ketika acara api unggun pada malam ke 2. Baik panitia maupun peserta terlibat aktif dalam memeriahkan acara. Tawa canda terlihat jelas pada malam tersebut, sekaan tak ada sekat yang membatasi kami. Karena melihat antusiasnya para peserta, beberapa peserta kami rekrut untuk terlibat di kepanitiaan PASKA di event selanjutnya.

Setelah event JUMPA Pelajar, kami mengadakan event Baksos dan Natal bersama tanggal 11 Januari 2009 yang diketuai oleh Anto. Hampir sama dengan Jumpa Pelajar, pencarian dana yang kami lakukan benar-benar melelahkan tetapi karena hal itulah yang membuat kami semakin kompak. Kompak bukan karena hal lain, tetapi kompak karena telah merasakan kerasnya kehidupan. Ya, kerasnya kehidupan ketika mencari dana, entah mencuci mobil, mencari barang bekasi dan menjualnya, dan yang lainnya yang kami lakukan bersama-sama.

Kepanitiaan event Baksos dan Natal Bersama baru terbentuk H-3 minggu sebelum acara. Tetapi semuanya dapat ter-handle dengan baik berkat kerja sama antar semua panitianya. Baksos kami laksanakan di Panti Jompo Charitas di daerah Bekasi. Di sana kami memberikan bantuan seadanya demi kelangsungan panti tersbut. Kami bercanda bersama dengan para kakek-nenek di sana. Begitu bahagianya melihat senyum indah mereka masih bisa mereka tampilkan. Senyum yang seakan mengatakan terima kasih.

Setelah baksos, kami melaksanakan event Natal Bersama 30 orang pelajar Katholik Bekasi di aula Gereja St. Arnoldus, Bekasi. Kasih Natal terasa kental di sana. Berhias pohon natal yang terbuat dari gelas-gelas air mineral bekas dan kandang Natal dari triplek dan kardus, dekorasi sederhana yang mengingatkan akan Kelahiran Yesus Kristus dalam keadaan yang sederhana pula.

Acara Natal dan Baksos ditutup dengan keberhasilan para panitia me-manage acara dengan baik. Setelah itu, kami mengadakan proker besar ke 3 kami yaitu PASKA Cup yang diketuai oleh saudara saya yang lain, Dwi. Karena ini event pertama kali diadakan PASKA Cup (berbeda dengan Jumpa Pelajar dan Baksos yang sudah pernah dilaksanakan di angkatan 1), kami menargetkan lomba yang diadakan 1 mata lomba dulu, yaitu Futsal. Acara berlangsung tanggal 22,26, dan 29 Maret 2009 di lapangan futsal Marsudirini, Bekasi.

Lomba tersebut diikuti 8 tim yang kami bagi dalam 2 pool. Ada yang mewakili sekolahnya, ada pula yang membentuk tim sendiri, dan ada pula tim undangan dari PERSIKA Jakarta (Persatuan siswa/i Katholik Jakarta). Dari kompetisi tersebut, didapatkan pemenangnya yaitu PERSIKA Jakarta. Tidak seperti sepak bola Indonesia yang identik dengan kekerasan, PASKA Cup berlangsung aman dan damai. Tak ada cekcok yang berlebihan. Sekalipun ada ketidakpuasan dengan keputusan wasit, para peserta dapat menyampaikan dengan baik. Karena kerja sama yang baik dari pihak peserta, maka acara PASKA Cup dapat berjalan dengan lancar.

Program kerja terakhir kami adalah melaksanakan Kaderisasi. Anggota PASKA yang kami percayakan untuk mengemban tugas sebagia ketua adalah Andreas Dimas, atau yang kerap kali kami sapa dengan nama Acil.

Tugas berat mulai menhinggapi. Sejak dilaksanakannya PASKA Cup, anggota yang kelas 3 SMA terbilang sudah kurang aktif mengikuti PASKA karena adanya persiapan UAN dan SNMPTN. Kami bahkan menggelar doa bersama menjelang UAN tanggal 18 April yang diikuti 30 siswa kelas 3 SMA di Bekasi.

Menilik pada kenyataan tersebut, para panitia berjuang keras. Terlebih kepanitiaan terbentuk H-2 bulan dari target acara, sementara dana yang dibutuhkan mencapai 20 juta-an, karena kami merencankana Kaderisasi dilaksanakan di area outdoor dan berkemah bukan di Villa seperti Jumpa Pelajar.

Pencarian dana yang seperti biasa kami lakukan tetap kami lakukan. Keringat bercucuran, ada emosi, ada canda di dalamnya tapi semua itu melebur menjadi satu dalam kebersamaan kepanitiaan Kaderisasi, acara yang bertujuan mencari kepengurusan anggota baru menggantikan kami-kami ini.

Tak disangka, tak diduga hasil jerih payah kami berbuah baik. Acara dilaksanakan tanggal 3-5 Juli 2009, di Bumi Perkemahan Cidahu dan diikuti 30 peserta. Event pertama PASKA Bekasi di area outdoor dengan konsep berkemah dapat berjalan dengan baik dan memunculkan orang-orang baru sebagai tonggak penerus PASKA Bekasi.

Hufftt.. Ya, itulah sebagian cerita saya di PASKA Bekasi dengan segala rasa campur aduk di dalnya. Masih ada beberapa yang tidak saya ceritakan seperti kesempatan pidato di depan ribuan umat ketika pelantikan PASKA, dan hingga sekarang saya dan beberapa teman tetap mendampingi PASKA hingga angkatan sekarang yang menginjak angkatan ke 5.

Kami bukanlah lagi teman kerja di PASKA, segala cape, jerih payah dan keringat yang kami keluarkan membuat kami semakin bersama di dalam kebersamaan PASKA. Perjuangan mencari dana dan peserta membuat kami berkaca bagaimana kerasnya kehidupan di dunia nyata. Bagaimana susahnya orang tua kami mencari uang demi kami, anak-anaknya. Ya, karena itulah saya sebut kami bukan lah lagi teman dalam kepengurusan PASKA melainkan sudah 1 keluarga. Ya, kami bersaudara…

Anjel, Rosa, Sheren, Martin, Laras, Dwi, Anto, Acil, Advent, Ragil, Niko, Nancy, Riko, Mia, Esti, Mora, Agus, Nando, Bertho..
Thanks Guys, sudah menorehkan warna-warna indah di hidup seorang Waldo..
🙂

God bless all of you..

 
Leave a comment

Posted by on August 4, 2011 in PASKA, pengalaman, Refleksi, sahabat

 

Tags: , , , ,

On Time -> It’s not about TIME, but RESPECT


Mungkin sudah banyak di antara kita yang telah mendengar kata on-time. Sebagaimana yang kita ketahui on-time merupakan kata bahasa Inggris yang berarti tepat waktu. Memang begitu mudah menerjemahkannya sebagai tepat waktu, tapi bagaimana dengan pelaksanaannya? Sudah kah tepat?

Mengutip kata-kata dari Billy Boen di bukunya “Young On Top”, “Apabila kamu datang tepat waktu, artinya kamu menghormati orang yang akan bertemu dengan kamu. Dan tidak hanya itu, kamu juga telah menghargai diri kamu sendiri karena berhasil memenuhi jadwal yang sudah kamu buat sebelumnya“.

Zaman sekarang kata On Time bukanlah hanya sekadar tepat waktu, melainkan All About Respect. Respect di sini berarti menghargai dan menghormati. Menghargai orang yang sudah berjanji bertemu dengan kita dan menghargai diri kita sendiri terhadap jadwal yang telah kita tentukan. Jika bukan mulai dari kita sendiri yang menghargai diri kita, terus siapa lagi?

Ilustrasinya seperti ini. Saya telah berjanji dengan 3 orang rekan untuk bertemu pukul 11.00 di daerah Jakarta. Pada pukul 14.00 saya harus bertemu dosen pembimbing di kampus. Bisa dibayangkan apabila pertemuan dengan rekan-rekan saya tersebut tidak dimulai dengan on time? Hampir pasti saya juga akan telat bertemu dengan dosen pembimbing saya. Oleh karena itu, baik saya maupun ke 3 rekan saya yang lain harus memulainya dengan on time agar jadwal yang telah diatur dari tiap orang dapat berlangsung dengan baik. Jika sudah begitu, maka kita termasuk sudah menghargai diri kita dan menghargai orang lain pula.

Jakarta macet? Siapa yang tidak tahu? “Jangan gunakan macet sebagai alasan. Perhitungkan waktu kamu dengan telah melibatkan unsur macet di dalamnya!” Ucap seorang dosen saya di kampus. Pada awalnya saya sungguh kesal dengan dosen tersebut, tetapi makin ke sini saya termasuk orang yang mendukung kata-kata nya mengenai on time. Kemacetan di Jakarta memang tidak bisa dicegah tapi bukanlah penghalang bagi kita untuk menepati janji secara on time. Jika jarak rumah cukup jauh dari tempat yang telah dijanjikan, estimasikan waktu yang memang telah melibatkan unsur macet di dalamnya. Misal: janji pertemuan jam 11.00. Jika jarak rumah jauh, jalanlah sekitar 1,5jam sebelumnya dan estimasikan pula waktu macet kurang lebih 30 menit-1 jam. Lalu jalanlah dari rumah menggunakan waktu yang telah mengandung unsur jauh dan macet tersebut.

Saya sebagai mahasiswa juga termasuk orang yang sedang belajar untuk menerapkan on time dalam kehidupan sehari-hari. Di komunitas dan organisasi yang saya ikuti telah saya sharing-kan mengenai “on time” ini sendiri. Pada awalnya komunitas dan organisasi yang saya ikuti kerap kali memulai rapat dengan ngaret. Mereka mengatakan bahwa ngaret adalah suatu tradisi. TRADISI? Iya, akan tetap menjadi tradisi jika tidak yang mau berubah. Saya sharing-kan kepada teman-teman saya di komunitas dan organisasi tersebut mengenai on time: it’s not about time, it’s about respect. Syukur, belakangan ini rapat dimulai dengan on time dan selesai pula dengan on time. Ketika saya tanyakan kepada teman-teman bagaimana menjadi manusia yang on time, jawab mereka “Enak ya. Jadi bisa mengatur waktu lebih baik.”

Jika kita ingin menjadi manusia yang on time, maka kita harus mencoba berubah dari diri sendiri. Itu yang saya coba. Setelah itu saya coba tularkan virus on time ini kepada teman-teman sekitar saya.

Bagi yang membaca posting ini, mari kita sebarkan virus on time kepada semua orang yang kita temui.
Karena, On Time :  It’s not about TIME, but RESPECT

 

Tags: , , , ,

19


6 Februari 1992 yang lalu gw lahir. Sudah 19 tahun berselang sejak saat itu. Fiuuh, perjalanan panjang hingga telah menginjak usia 19 ini. Thanks God..

🙂

 
2 Comments

Posted by on February 8, 2011 in Pengembangan Diri, Refleksi

 

Tags: ,

Ayah


Sedikit Fakta Tentang Ayah Yang Tidak Diketahui Anak

1. Ayah ingin anak-anaknya punya lebih banyak kesempatan daripada dirinya, menghadapi lebih sedikit kesulitan, lebih tidak tergantung pada siapapun – dan (tapi) selalu membutuhkan kehadirannya.

2. Ayah membiarkan kamu menang dalam permainan ketika kamu masih kecil, tapi dia tidak ingin kamu membiarkannya menang ketika kamu sudah besar.

3. Ayah tidak ada di album foto keluarga, karena dia yang selalu memotret.

4. Ayah selalu tepat janji! Dia akan memegang janjinya untuk membantu seorang teman, meskipun ajakanmu untuk pergi sebenarnya lebih menyenangkan.

5. Ayah selalu sedikit sedih ketika melihat anak-anaknya pergi bermain dengan teman-teman mereka.karena dia sadar itu adalah akhir masa kecil mereka.

6. Ayah mulai merencanakan hidupmu ketika tahu bahwa ibumu hamil (mengandungmu) , tapi begitu kamu lahir, ia mulai membuat revisi.

7. Ayah membantu membuat impianmu jadi kenyataan bahkan diapun bisa meyakinkanmu untuk melakukan hal-hal yang mustahil, seperti berenang di air setelah ia melepaskanya.

8. Ayah mungkin tidak tahu jawaban segala sesuatu, tapi ia membantu kamu mencarinya.

9. Ayah mungkin tampak galak di matamu, tetapi di mata teman-temanmu dia tampak baik dan menyayangi.

10. Ayah lambat mendapat teman, tapi dia bersahabat seumur hidup

11. Ayah benar-benar senang membantu seseorang…tapi ia sukar meminta bantuan.

12. Ayah di dapur. Membuat memasak seperti penjelajahan ilmiah. Dia punya rumus-rumus dan formula racikannya sendiri, dan hanya dia sendiri yang mengerti bagaimana menyelesaikan persamaan-persamaan rumit itu. Dan hasilnya?… .mmmmhhh…”tidak terlalu mengecewakan”

13. Ayah mungkin tidak pernah menyentuh sapu ketika masih muda, tapi ia bisa belajar dengan cepat.

14. Ayah paling tahu bagaimana mendorong ayunan cukup tinggi untuk membuatmu senang tapi tidak takut.

15. Ayah akan sangat senang membelikanmu makanan selepas ia pulang kerja, walaupun dia tak dapat sedikitpun bagian dari makanan itu.

16. Ayah selalu berdoa agar kita menjadi orang yang sukses di dunia dan akhirat, walaupun kita jarang bahkan jarang sekali mendoakannya.

17. Ayah akan memberimu tempat duduk terbaik dengan mengangkatmu dibahunya, ketika pawai lewat.

18. Ayah tidak akan memanjakanmu ketika kamu sakit, tapi ia tidak akan tidur semalaman. Siapa tahu kamu membutuhkannya.

19. Ayah menganggap orang itu harus berdiri sendiri, jadi dia tidak mau memberitahumu apa yang harus kamu lakukan, tapi ia akan menyatakan rasa tidak setujunya.

20. Ayah percaya orang harus tepat waktu. karena itu dia selalu lebih awal menunggumu.

21. Ia akan melupakan apa yang ia inginkan, agar bisa memberikan apa yang kamu butuhkan…..

22. Ia menghentikan apa saja yang sedang dikerjakannya, kalau kamu ingin bicara…

23. Ia selalu berfikir dan bekerja keras untuk membayar spp mu tiap semester, meskipun kamu tidak pernah membantunya menghitung berapa banyak kerutan di dahinya….

24. Ayah mengangkat beban berat dari bahumu dengan merengkuhkan tangannya disekeliling beban itu….

25. Ayah akan berkata ,, tanyakan saja pada ibumu” Ketika ia ingin berkata ,,tidak”

26. Ayah tidak pernah marah, tetapi mukanya akan sangat merah padam ketika anak gadisnya menginap di rumah teman tanpa izin

27. Dan diapun hampir tidak pernah marah, kecuali ketika anak lelakinya kepergok menghisap rokok dikamar mandi.

28. Ayah mengatakan ,, tidak apa-apa mengambil sedikit resiko asal kamu sanggup kehilangan apa yang kamu harapkan”

29. Pujian terbaik bagi seorang ayah adalah ketika dia melihatmu melakukan sesuatu hal yang baik persis seperti caranya….

30. Ayah lebih bangga pada prestasimu, daripada prestasinya sendiri….

31. Ayah hanya akan menyalamimu ketika pertama kali kamu pergi merantau meningalkan rumah, karena kalau dia sampai memeluk mungkin ia tidak akan pernah bisa melepaskannya.

32. Ayah tidak suka meneteskan air mata …. ketika kamu lahir dan dia mendengar kamu menangis untuk pertama kalinya,dia sangat senang sampai-sampai keluar air dari matanya (ssst..tapi sekali lagi ini bukan menangis)

33. ketika kamu masih kecil, ia bisa memelukmu untuk mengusir rasa takutmu…ketika kau mimpi akan dibunuh monster…

34. tapi…..ternyata dia bisa menangis dan tidak bisa tidur sepanjang malam, ketika anak gadis kesayangannya di rantau tak memberi kabar selama hampir satu bulan.

35. Ayah pernah berkata :” kalau kau ingin mendapatkan pedang yang tajam dan berkwalitas tinggi, janganlah mencarinya dipasar apalagi tukang loak, tapi datang dan pesanlah langsung dari pandai besinya. begitupun dengan cinta dan teman dalam hidupmu, jika kau ingin mendaptkan cinta sejatimu kelak, maka minta dan pesanlah pada Yang Menciptakannya”

36. Untuk masa depan anak lelakinya Ayah berpesan: ,, jadilah lebih kuat dan tegar daripadaku, pilihlah ibu untuk anak-anakmu kelak wanita yang lebih baik dari ibumu , berikan yang lebih baik untuk menantu dan cucu-cucuku, daripada apa yang yang telah ku beri padamu”

37. Dan Untuk masa depan anak gadisnya ayah berpesan :” jangan cengeng meski kau seorang wanita, jadilah selalu bidadari kecilku dan bidadari terbaik untuk ayah anak-anakmu kelak! laki-laki yang lebih bisa melindungimu melebihi perlindungan Ayah, tapi jangan pernah kau gantikan posisi Ayah di hatimu”

38. Ayah bersikeras, bahwa anak-anakmu kelak harus bersikap lebih baik daripada kamu dulu….

49. Ayah bisa membuatmu percaya diri… karena ia percaya padamu…

40. Ayah tidak mencoba menjadi yang terbaik, tapi dia hanya mencoba melakukan yang terbaik….

41. Dan terpenting adalah… Ayah tidak pernah menghalangimu untuk mencintai Tuhan, bahkan dia akan membentangkan seribu jalan agar kau dapat menggapai cintaNya, karena diapun mencintaimu karena cintaNya

 
Leave a comment

Posted by on February 2, 2011 in Artikel, kasih sayang, Kutipan, Refleksi

 

Tags: , , ,

Memulai dari Akhir


Waaaahh… lama tak menulis di blog.. Kangeeennn!!! Ya, jujur, setelah gw ngepost tulisan tentang berumur 1 tahunnya blog gw, gw hanya sesekali menengok blog gw ini. Kesibukan di dunia nyata yang cukup menyita waktu membuat gw gag produktif untuk menulis di blog. Ada yang punya ide buat ngatasin hal itu? 😉

Di postingan kali ini gw akan bercerita tentang suat “nilai” penting yang gw dapat waktu mengikuti sebuah pelatihan kepemimpinan tanggal 26-28 November yang lalu. Bisa dilihat dari judul post ini “Memulai dari Akhir”.

Hidup manusia dimulai dari dia lahir hingga akhirnya dia meninggal. Mengapa judulnya “memulai dari akhir?” Bukankah untuk memulai segalanya dari AWAL?. Nih, akan gw akan sedikit bercerita. Hidup manusia di dunia memang berakhir ketika dia meninggal, jadi mari kita lihat dari sudut pandang ini.

Apa yang kamu inginkan orang-orang katakan tentang dirimu ketika dirimu meninggal? Sebuah pujian, hujatan, sanjungan atau caci maki? Tentu ketika kita meninggal nanti, kita ingin meninggalkan segala hal baik yang telah kita lakukan untuk dikenang orang. Nah, dari melihat “akhir” tersebut, hal-hal apa yang dapat kita lakukan untuk mewujudkan keinginan tersebut agar tercapai? Tentu melakukan hal-hal yang baik, menjauhi laranganNya, dan menjalankan perintahNya menjadi jawabannya. Jadi, agar dapat dikenang dengan baik, kita melakukan hal-hal tersebut agar “keinginan” tersebut tercapai. Pada saat itulah kita telah “memulai dari akhir”.

Contoh lain.

“Sudahkan dirimu menargetkan atau membayangkan dirimu ketika telah berumur 50 tahun? Menjadi manusia seperi apakah dirimu? Sukses atau hanya biasa-biasa saja?”

Pertanyaan simpel namun cukup “kena”. Umur gw sekarang 18 tahun, tapi kalau secara terang-terangan gw belum berfikir menjadi orang seperti apakah gw nanti ketika berumur 50 tahun. Ketika gw bertanya pada seorang teman dengan lugas ia menjawab ingin menjadi “usahawan yang sukses dan dapat keliling dunia”. Jawaban menarik bukan? Tapi, apa hal tersebut sudah difikirkan matang-matang atau hanya sekadar jawaban asal-asalan?

Mari kita patok jawaban tersebut. Jika kita “mulai dari akhir”, di mana tujuannya adalah usahawan yang sukses dan dapat keliling dunia, hal-hal apa yang dapat dilakukan agar keinginan tersebut tercapai? Pertanyaan tersebut gw lontarkan kepada teman gw tersebut, dan ia pun sempat berfikir. “Ya, belajar yang benar lah!”jawabnya. “Apakah sudah lw laksanakan?”. Ia diam.

“Memulai dari Akhir” bisa dibilang sebuah senjata motivasi, bahkan bisa menjadi senjata motivasi yang luar biasa, karena dengan telah mematok “akhir” dari yang kita inginkan, kita dapat introspeksi, mempunyai semangat dan daya juang yang tinggi agar keinginan tersebut tercapai.


 

 

 

 

 

 

Semoga bermanfaat..

Salam Fantastis!!..

 

Tags: , , ,