RSS

Category Archives: Rohani

Merry Christmas


25 Desember!!

Merry Christmas!!

Selamat Natal buat rekan-rekan yang merayakannya..

Semoga damai Natal selalu beserta kita..

God bless..

🙂

 
1 Comment

Posted by on December 25, 2010 in Rohani, ucapan selamat

 

Tags: ,

Semuanya Indah.. Jangan Menangis,Mama..


Hari rabu, 6 Oktober yang lalu, gw ngeliat sebuah link video yang dishare oleh seorang teman di facebook. Setelah gw buka, gw terkesima dengan isi video tersebut. Bagus. Isinya berupa slide dengan kata-kata / cerita . Berikut petikan kata-kata / cerita dalam video tersebut.

*****

Bu Sally segera bangun ketika melihat dokter bedah keluar dari kamar operasi. Dia bertanya dengan penuh harapan: “Bagaimana anakku? Apakah dia dapat disembuhkan? Kapan saya boleh menemuinya?”

Dokter bedah menjawab, “Saya sudah berusaha sebaik mungkin, tapi sayangnya anak ibu tidak tertolong”

Bu Sally bertanya dengan hati remuk, “Mengapa anakku yang tidak berdosa bisa terkena kanker? Apa Tuhan sudah tidak peduli lagi?” Di mana Engkau Tuhan ketika anak laki-lakiku membutuhkanMu?”

Dokter bedah bertanya, “Apa Ibu ingin bersama dengan anak ibu selama beberapa waktu? Perawat akan keluar untuk beberapa menit sebelum jenazahnya dibawa ke universitas.” Bu Sally meminta perawat tinggal bersamanya saat dia akan mengucapkan selamat jalan kepada anak lelakinya. Dengan penuh kasih dia mengusap rambut anaknya yang hitam itu.

“Apa ibu ingin menyimpan sedikit rambutnya sebagai kenangan?” perawat itu bertanya. Bu Sally mengangguk. Perawat memotong sedikit rambut dan menaruhnya didalam kantung plastik untuk disimpan. Ibu Sally berkata, “Jimmy anakku ingin mendonorkan tubuhnya untuk diteliti di Universitas. Dia mengatakan mungkin dengan cara ini dia dapat menolong orang lain yang memerlukan. Awalnya saya tidak membolehkan tapi Jimmy menjawab, ‘Ma, saya kan sudah tidak membutuhkan tubuh ini setelah mati nanti. Mungkin tubuhku dapat membantu anak lain untuk bisa hidup lebih lama dengan ibunya.'”

Bu Sally terus bercerita, “Anakku itu memiliki hati emas. Jimmy selalu memikirkan orang lain. Selalu ingin membantu orang lain selama dia bisa melakukannya. ”

Bu Sally meninggalkan rumah sakit setelah menghabiskan waktunya selama enam bulan di sana untuk merawat Jimmy. Dia membawa kantung yang berisi barang-barang anaknya. Perjalanan pulang sungguh sulit baginya. Lebih sulit lagi ketika dia memasuki rumah yang terasa kosong. Barang-barang Jimmy ditaruhnya bersama kantung plastik yang berisi segenggam rambut itu di dalam kamar anak lelakinya. Dia meletakkan mobil mainan dan barang-barang milik pribadi Jimmy, anaknya, di tempat Jimmy biasa menyimpan barang-barang itu. Kemudian dibaringkan dirinya di tempat tidur. Dengan membenamkan wajahnya pada bantal, dia menangis hingga tertidur.

Di sekitar tengah malam, bu Sally terjaga. Di samping bantalnya terdapat sehelai surat yang terlipat. Surat itu berbunyi:

“Mama tercinta, Saya tahu mama akan kehilangan saya; tetapi saya akan selalu mengingatmu ma dan tidak akan berhenti mencintaimu walaupun saya sudah tidak bisa mengatakan ‘Aku sayang mama’. Saya selalu mencintaimu bahkan semakin hari akan semakin sayang padamu ma. Sampai suatu saat kita akan bertemu lagi. Sebelum saat itu tiba, jika mama mau mengadopsi anak lelaki agar tidak kesepian, bagiku tidak apa-apa ma.. Dia boleh tidur di kamarku dan bermain dengan mainanku. Tetapi jika mama memungut anak perempuan, mungkin dia tidak melakukan hal-hal yang dilakukan oleh kami, anak lelaki. Mama harus membelikannya boneka dan barang-barang yang diperlukan oleh anak perempuan.

Jangan sedih karena memikirkan aku ma. Tempat aku berada sekarang begitu indah. Kakek dan nenek sudah menemuiku begitu aku sampai di sana dan mereka menunjukkan tempat-tempat yang indah. Tapi perlu waktu lama untuk melihat segalanya di sana. Malaikat itu sangat pendiam dan tampak dingin. Tapi saya senang melihatnya terbang. Dan apa mama tahu apa yang kulihat? Yesus tidak terlihat seperti gambar-gambar yang dilukis manusia. Tapi, ketika aku melihat-Nya, aku yakin Dia adalah Yesus. Yesus sendiri mengajakku menemui Allah Bapa!

Tebak ma apa yang terjadi? Aku boleh duduk di pangkuan Bapa dan berbicara dengan-Nya seolah-olah aku ini orang yang sangat penting. Aku menceritakan kepada Bapa bahwa aku ingin menulis surat kepada mama untuk mengucapkan selamat tinggal dan kata-kataku yang lain.

Namun aku sadar bahwa hal ini pasti tidak diperbolehkan-Nya. Tapi mama tahu, Allah sendiri memberikan sehelai kertas dan pensil-Nya untuk menulis surat ini kepada mama tercinta. Saya pikir malaikat Gabriel akan mengirimkan surat ini kepadamu ma. Allah mengatakan akan menjawab pertanyaan mama ketika mama bertanya ‘Di mana Allah pada saat aku membutuhkan- Nya?’ Allah mengatakan Dia berada bersama diriku seperti halnya ketika putera-Nya Yesus di salib.

Dia ada di sana ma, dan dia selalu berada bersama semua anak. Ngomong-ngomong, tidak ada orang yang dapat membaca apa yang aku tulis selain mama sendiri. Bagi orang lain, surat ini hanya merupakan sehelai kertas kosong. Luar biasa kan ma? Sekarang saya harus mengembalikan pensil Bapa yang aku pinjam.

Bapa memerlukan pensil ini untuk menuliskan nama-nama dalam Buku Kehidupan. Malam ini aku akan makan bersama dengan Yesus dalam perjamuan-Nya. Aku yakin makanannya akan lezat sekali. Oh, aku hampir lupa memberitahukanmu ma. Aku sudah tidak kesakitan lagi. Penyakit kanker itu sudah hilang. Aku senang karena aku tidak tahan merasakan sakit itu dan Bapa juga tidak tahan melihat aku kesakitan. Itulah sebabnya mengapa Dia mengirim Malaikat Pembebas untuk menjemputku. Malaikat itu mengatakan bahwa diriku merupakan kiriman istimewa! Bagaimana ma? Salam kasih dari Allah Bapa, Yesus dan aku.” *


http://www.youtube.com/watch?v=2SAOmqH1Mys

 
14 Comments

Posted by on October 7, 2010 in Artikel, Kutipan, Pengembangan Diri, Refleksi, Rohani

 

Tags: , , , , ,

Glenn Fredly- (God), You are My Everything


gw gag tau maksud Glenn ketika membuat lagu ini. Tapi, kalau ditujukan pada God, lagunya kian indah..

————————–

————————————————-
You are My Everything

Cruising when the sun goes down
Cross the sea
Searching for something inside of me

I would find all the lost pieces
Hardly feel deep in real
I was blinded now I see

Hey hey hey you’re the one
Hey hey hey you’re the one
Hey hey hey I can’t live without you

Take me to your place
Where our heart belongs together
I will follow you
You’re the reason that I breath

I’ll come running to you
Fill me with your love forever
Promise you one thing
That I would never let you go
‘Cause you are my everything

You’re the one, you’re my inspiration
You’re the one, kiss, you’re the one
You’re the light that would keep me safe and warm
You’re the one, kiss, you’re the one

Like the sun goes down, coming from above all
To the deepest ocean and highest mountain
Deep and real deep I can see now
——————————————————————

Indahnya, jika dari hati yang terdalam, kita mengatakan..

God..
You are the one.. I can’t live without You..
You are the reason that i breath..
and always, You are my everything..



 
6 Comments

Posted by on March 29, 2010 in Lirik, Rohani

 

Tags: ,

Luar Biasa Kasih-Mu


Tuhan..

Terima kasih atas penyertaan-Mu padaku hingga saat ini..

Meskipun ku sering meninggalkan-Mu..

Kau tetap mendampingiku..

Meskipun ku sering melupakan-Mu..

Kau tetap bersamaku..

Banyak dosa yang telah kuperbuat..

Namun Kau tetap di sampingku..

Banyak kesalahan yang kuperbuat..

Namun Kau masih menggendongku..

Kasih sayang-Mu tak ada bandingnya..

“karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal,supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal” (Yoh 3:16)

Bekasi, 6 Februari 2010

My 18th birthday

ewaldoapra

 
Leave a comment

Posted by on February 6, 2010 in Puisi, Refleksi, Rohani

 

Tags: ,

Refleksi Akhir Januari 2010 – Terus Bersyukur


Tanpa terasa sekarang sudah menginjak 31 Januari 2010..

1 bulan berlalu begitu cepat..

Di bulan awal ini ada hal yang bisa gw jadikan pelajaran..

“Terus Bersyukur”

Yap, itulah suatu pelajaran yang gw dapat di bulan ini..

mengapa?..

Gw memulai awal Januari 2010 ini dengan pulang dari Jawa setelah ngebolang dari daerah tersebut. Gw udah dilindungi sedemikian rupa selama perjalanan.. Thanks GOD!

Setelah itu gw langsung dihadapkan pada kesibukan kuliah termasuk untuk menghadapi UAS semester 1 tanggal 11 Januari-21 Januari. Momen berharga karena UAS pertama gw sebagai mahasiswa. Momen berharga yang seharusnya bisa dinikmati tapi pada nyatanya tidak. Sebagai seorang mahasiswa yang seharusnya mempunyai kewajiban untuk belajar, gw malah mengabaikan kewajiban tersebut. 1 Semester gw lalui dengan banyak main-main. Jangan tanyakan apa saja yang gw lakukan jika gw kuliah! Catatan gw sepi dari tulisan, yang gw lakukan banyakan ngobrol tak seimbang dengan kewajiban yang seharusnya gw laksanain.

Alhasil gw menghadapi UAS pertama gw ini dengan perasaan was-was. Cara klasik dalam menghadapi ujian gw pakai, SKS (Sistem Kebut Semalam) atau yang gw perbaharui dengan BKK (Belajar Kalo Kepepet). Belajar H-12 jam seolah menjadi efektif. Paling tidak itulah yang gw rasakan. Soal-soal UAS memang masih bisa gw kerjakan karena pelajaran-pelajaran tersebut masih kecantol di otak.

Bagaimana dengan hasil UAS tersebut?

LUAR BIASA BAGUS!

Bahkan terlampau bagus untuk seorang waldo!

Nilai-nilai yang gw dapat tak sebanding dengan hasil kerja gw selama 1 semester. Terlalu bagus.

Resep jitu seorang teman yang mengatakan kalau UAS 90 % doa dan 10 % usaha memang gw terapkan.

IP memang belum keluar tapi, bisa dikatakan hasil UAS gw itu menandakan campur tangan Tuhan didalamnya. Ya, DIA memang tidak pernah meninggalkan umat-Nya walaupun umat-Nya sering menjauh dari DIA. Meskipun usaha yang kita lakukan terkadang sedikit, tapi DIA tetap memberikan yang terbaik untuk kita. LUAR BIASA!

Oleh karena itu, tak heran gw terus memanjatkasn syukur kepada DIA yang telah membantuku melewati UAS pertamaku itu. Untuk selanjutnya, gw akan memperbaiki cara kuliah gw. To a better system.

Thanks GOD!

 
2 Comments

Posted by on January 31, 2010 in Refleksi, Rohani

 

Tags: ,

Kala Sore Itu


KALA SORE ITU..

Di saat sang mentari enggan menunjukkan diri..

Di saat sang awan mendominasi angkasa..

Di saat bumi tersiram hujan..

Ku rasakan hadir-Mu..

Di saat burung-burung berkicau..

Di saat pelangi mengeluarkan cahayanya..

Di saat daun-daun hijau menyatu dengan alam..

Ku temukan diri-Mu..

Terima kasih atas kesediaan-Mu menyertai jalanku hingga sekarang..

Thank’s God..

Cempaka Putih, On My Bed..

16 November 2009

ewaldoapra

 
Leave a comment

Posted by on December 21, 2009 in Puisi, Rohani

 

Tags: