RSS

Gelas Kosong


Selasa malam, 24 Juli, saya sedang buka blog ini melihat postingan yang lama. Tak lama, saya melihat postingan lama “Perhatikan Apa YangĀ Dibicarakannya..“. Sejurus kemudian, saya tertarik untuk menulis mengenai komunikasi, dan yang berhubungan dengan posting tersebut.

Apa yang anda lakukan atau bagaimana sikap anda ketika berkomunikasi dengan orang terlebih orang tersebut merupakan orang yang baru anda temui dan anda bahkan belum pernah berbicara dengan orang tersebut?

Jika pertanyaan tersbut diajukan kepada saya, jawaban yang terlintas di pikiran adalah “mengosongkan gelas saya” terlebih dahulu. Gelas apa yang dimaksud?

Ketika kita sedang berkomunikasi dengan orang, terlebih orang tersebut baru anda temui, ada baiknya kita menjadi pendengar yang baik terlebih dahulu.

Analogi gelas yang penuh. Kalau gelas yang kita punya sudah penuh terisi air, tentu apabila ditambah air lagi, akan tumpahlah air tersebut. Jadi, apa yang harus kita lakukan? Ya, kosongkan gelas yang kita punya terlebih dahulu, sehingga gelas yang kita punya sudah siap untuk diisi air lagi dan tidak menyebabkan tumpahnya air.

Dengan mengosongkan gelas kita sendiri, kita dapat menjadi pendengar yang baik. Komunikasi yang baik dan efektif pun akan tercipta. Orang yang menjadi lawan bicara pun akan terasa nyaman berbicara dengan kita. Secara tidak langsung pun, lawan bicara kita akan mengosongkan gelasnya juga. Dan pada saat itulah, kita mengisi air kita ke gelas yang menjadi lawan bicara kita. šŸ˜‰

Semoga bermanfaat!

baca juga: Tips Membangun Komunikasi

Advertisements
 
 

Tags: , ,

Penilaian Manusia Vs Tulus


Ada satu hal menarik yang ingin saya bagikan kepada orang-orang yang “nyasar” di blog ini. Catatan yang merupakan satu pengalaman pribadi yang saya rasakan dan lihat secara langsung.

Coba lihat dan perhatikan orang-orang yang berada di sekitar anda. Perhatikan kegiatan dan tindak-tanduknya. Murinikah yang dia lakukan? Ataukah untuk mendapat penilaian saja dari orang lain?

Kegiatan yang tulus tidak berharap adanya balasan dari orang lain. Itu murni keikhlasan dari apa yang ia lakukan. Tidak mengharapkan adanya balasan atas apa yang ia lakukan apalagi berharap balasan yang lebih dari apa yang ia lakukan. Ia melakukan hal A, untuk mendapat balasan berupa hal B. Seperti halnya sogokan. Ironis!

Dalam istilah saya, itu dibilang “ngarep”! Tindakan ngarep itu menandakan tidak adanya ketulusan dari pekerjaan yang ia lakukan. Ia hanya berfikir apa “pikiran orang tentang dia” setelah melakukan hal tersebut, bahkan ngarep mendapatkan sesuatu dari orang lain.

Baiklah, itu untuk “ngarep”, jika mengharapkan sesuatu setelah “do something”. Lalu bagaimana jika dia tidak ngarep, tapi justru takut? Pesimistic.

Ada juga beberapa orang yang justru takut dinilai oleh orang lain. Ia selalu mikir-mikir jika melakukan sesuatu, karena takut dinilai oleh orang lain. Terlihat jiwa pesimistisnya. Takut dinilai A,B,C dan seterusnya. Takut, takut dan takut! Bisakah ia berkembang? I don’t think so.

Penilaian yang berujung akan menjadi “cap” bagi dirinya begitu menghantui dirinya. Mengapa? Karena ia merasa cap itu akan menjadi cap yang buruk bagi dirinya, hal tersebut akan hinggap di dirinya.

Lantas, bagaimana cara agar tidak menjadi orang yang disebut “ngarep” dan “pesimistic”? Jawabannya, lupakan penilaian-penilaian dari manusia, berfokus pada pekerjaan yang dilakukan dengan “TULUS”. Kegiatan yang kita lakukan dengan tulus, tidak mengharapkan imbalan atau balasan, dan tidak takut dinilai orang entah itu baik ataupun buruk. Orang yang “ngarep” akan kelihatan apabila apa yang ia harapkan tidak terwujud.Ia akan kesal sendiri, BT dan bisa saja marah-marah tak jelas. Sementara orang yang pesimistic, terlihat dengan kurangnya rasa PD (percaya diri) karena dibelenggu oleh rasa takut.

Biarkan saja penilaian-penilaian dari manusia. TULUS, Dan biarlah Tuhan yang menilai pekerjaan atas apa yang kita lakukan, karena penilaian dari manusia hanya bersifat sementara di dunia ini…

*yang menjadi pertanyaan : kita termasuk golongan orang yang mana? ngarep-pesimsitic-tulus? *

 

 

 
4 Comments

Posted by on July 2, 2012 in Artikel, blog, pengalaman, Pengembangan Diri

 

Tags: , , , , ,

Universitas Kehidupan


Universitas Kehidupan

Jika semua yang kita kehendaki terus kita MILIKI, darimana kita belajar IKHLAS
Jika semua yang kita impikan segera TERWUJUD, darimana kita belajar SABAR
Jika setiap doa kita terus DIKABULKAN, bagaimana kita dapat belajar IKHTIAR.

Seorang yang dekat dengan Tuhan, bukan berarti tidak ada air mata
Seorang yang taat pada Tuhan, bukan berarti tidak ada kekurangan
Seorang yang tekun berdoa, bukan berarti tidak ada masa sulit
Biarlah Tuhan yang berdaulat sepenuhnya atas hidup kita, karena Dia tahu yang tepat untuk memberikan yang terbaik.

Ketika kerjamu tidak dihargai, maka saat itu kamu sedang belajar tentang KETULUSAN
Ketika usahamu dinilai tidak penting, maka saat itu kamu sedang belajar KEIKHLASAN
Ketika hatimu terluka sangat dalam.., maka saat itu kamu sedang belajar tentang MEMAAFKAN.

Ketika kamu lelah dan kecewa, maka saat itu kamu sedang belajar tentang KESUNGGUHAN
Ketika kamu merasa sepi dan sendiri, maka saat itu kamu sedang belajar tentang KETANGGUHAN
Ketika kamu harus membayar biaya yang sebenarnya tidak perlu kau tanggung, maka saat itu kamu sedang belajar tentang KEMURAHAN HATI.

Tetap semangatā€¦.
Tetap sabarā€¦.
Tetap tersenyumā€¦..
Karena kamu sedang menimba ilmu di UNIVERSITAS KEHIDUPAN

TUHAN menaruhmu di ā€œtempatmuā€ yang sekarang, bukan karena ā€œKEBETULANā€
Orang yang HEBAT tidak dihasilkan melalui kemudahan, kesenangan, dan kenyamanan
MEREKA di bentuk melalui KESUKARAN, TANTANGAN & AIR MATA.

______

(Disadur dari Buku “Sepatu Dahlan Iskan”)

 

Tags: , , , , ,

Generasi Menunduk dan Mengeluh


Dunia digital yang hebat menghujani generasi sekarang. Kemampuan teknologi berkembang cepat dan (menurut saya) out of control. Ya, di luar dari kontrol manusia itu sendiri. Kita yang menciptakan, justru kita yang tak dapat mengkontrolnya.

Bayi pun lihat hp :p

Bayi pun lihat hp :p

Berkaitan dengan judul post ini, saya sedikit melihat realita yang ada di kehidupan sekarang. Coba tengok orang sekitar anda. Ketika anda menunggu bis di halte/jalan menuju kantor/kampus, orang sebelah anda sedang menunduk dan mengutak-atik gadget di tangannya. Ketika anda udah menaiki bis tersebut, orang yang duduk di sebelah kanan dan kiri anda pun melakukan hal yang sama. Begitu pula ketika sudah sampai tujuan di kantor/kampus, orang yang kita temui pun melakukan hal yang sama. Aneh? Ya, aneh tapi nyata. Itulah realita yang ada sekarang. Kita lebih memilih untuk menunduk dan mengutak-atik gadget yang kita pegang dibandingkan menyapa orang yang ada di sebelah kanan dan kiri kita. Kesempatan untuk menjalin tali silaturahmi hilang begitu saja…

Contoh lain. Di rumah, kita cenderung memilih duduk di depan komputer atau PS! Dibandingkan menyapa dan menengok tetangga yang rumahnya berada di sebelah rumah kita. Dan karena canggihnya teknologi, diciptakanlah alat berupa Tab, Ipad atau PSP, sehingga terbentuk juga “generasi menunduk”. Luar biasa bukan?

Selain terbentuk ‘generasi menunduk’, teryata tercipta pula ‘generasi mengeluh’! tengok saja recent updates di Blackberymu, TimeLine di Twittermu, atau Update Status di Facebook. Sebagian besar itu semua merupakan ucapan-ucapan keluhan. Mengapa bisa begitu? Tidak adakah tempat curhatan lain selain di dunia maya?

Keluhan pun berbagai macam bentuknya. Mulai dari kepenatan akan tugas di kampus, kebosanan dengan rutinitas kantor, rasa galau dan patah hati hingga rasa sakit yang sesungguhnya. Ironis? Ya, it is the reality.

Idealnya, sang pencipta adalah sosok yang dapat mengatur yang diciptakannya (seperti Tuhan pada manusia). Yang menjadi titik perhatian adalah manusia yang menciptakan alat-alat tersebut, tetapi kita tak dapat mengatur alat-alat tersebut. Justru kita yang ‘diatur’ oleh mereka.

Don’t make us depend on them! Let us control them for make our life easier…

Lantas, ini suatu hal positif atau negatif? Saya rasa anda pun dapat menyimpulkannya šŸ˜‰

 
Leave a comment

Posted by on June 18, 2012 in opini, pengalaman, teknologi

 

Tags: , ,

Tak Ada Yang Lebih Baik Dari… #GrazieALE10


Musim ini menjadi musim terakhir bagi Il Pinturicchio, Alessandro Del Piero, bermain di klub yang membesarkan namanya selama 19 tahun, Juventus. Tentu banyak kenangan yang tersimpan dalam memori Ale dan juga juventini.

Scudetto ke 8 bersama Juve

Scudetto ke 8 bersama Juve

Melalui akun pribadinya diĀ facebook,Ā ia menyampaikan rasa terima kasih Ā selama 19 tahun berkostum hitam putih. Walaupun masih menyimpan 1 laga lagi di Final Coppa Italia, Del Piero mengungkapkan perasannya seperti ini:

TAK ADA YANG LEBIH BAIK DARI…

Dari 8Ā Scudettos.
Dari promosi dari serie B.
Dari Coppa Italia (mari berharap dua).
Dari 4 Piala Super Italia.
Dari Liga Champions.
Dari Piala Super Eropa.
Dari Piala Intercontinental.
Dari sebuah gol ke gawang Fiorentina.
Dari gaya gol Del Piero.
Dari sebuah gol di Tokyo.
Dari air mata saya.
Dari sebuah gola di Bari.
Dari gol tendangan voliĀ back-heelĀ di derby.
Dari gol untuk pengacara.
Dari lidah kelu di pertandingan melawan Inter.
Dari sebuahĀ assistĀ kepada David.
Dari gol ke-187.
Dari sebuah gol di Jerman.
Dari Berlin.
Dari sebuah goal ke Frosinone.
Dari pencetak gol terbanyak serie B.
Dari pencetak gol terbanyak serie A.
DariĀ standing ovationĀ di Bernabeu
Dari 704 pertandingan dengan jersey hitam-putih.
Dari 289 gol.
Dari sebuah tendangan bebas yang menghasilkanĀ scudetto.
Dari sebuah gol ke gawang Atalanta.
Dari rekor apapun.
DariĀ jerseyĀ nomor sepuluh dengan tulisan Del Piero.
Dari ban kapten.

Tak ada, kecuali… apa yang telah Anda berikan kepada saya selama 19 tahun.

Saya merasa senang Anda tersenyum, bersorak, menangis, bernyanyi, berteriak untuk saya dan bersama saya.

Bagi saya, tak ada warna yang bisa lebih cerah dibandingkan hitam dan putih.

Kalian membuat impian saya terwujud. Lebih dari apapun, hari ini saya hanya ingin mengucapkan TERIMA KASIH.

Selalu bersama Anda
Alessandro

———————————————————————————————————————————————————————————————————

Salam Perpisahan Ale

Salam Perpisahan Ale

#GrazieALE10

 
Leave a comment

Posted by on May 17, 2012 in Artikel, Juventus, olahraga

 

Tags: ,

JUVENTUS #SCUD3TT0!!!! dan … Grazie, Ale!


#ForzaJUVE #Campione #SCUD3TT0 dan berbagai macam hashtag lain muncul di twitter ketika Juventus memastikan gelar juara yang ke 30 nya di Liga Italia. Banyak pro kontra yang mempertanyakan jumlah gelar scudetto juve hingga musim ini. Tetapi, sebagai seorang Juventini, sudah pasti saya memilih ini merupakan gelar ke 30 bagi I Bianconeri.

SCUD3TT0

SCUD3TT0

Penampilan Juventus musim ini saya nilai luar biasa. Tak terkalahkan selama 38 pertandingan, hanya kebobolan 20 gol, ditambah sumber pencetak gol terbilang rata, pemain-pemain belakang seperti Caceres, Chiellini, Bonucci, Barzagli hingga Lichsteiner pun ikut serta menyumbang gol bagi klub selama musim ini. Aksi luar biasa Juventus ini seakan menutup musim-musim yang kurang baik sebelumnya.

Apa kunci Juventus musim ini? Mungkin banyak jawaban. Dan inilah versi saya:

1. Trio M-V-P

MVP

MVP

Marchisio-Vidal-Pirlo.

Untuk yang sering menonton Juve, pasti tahu betapa vitalnya peran ketiga gelandang ini. Trio gelandang ini adalah trio gelandang komplementer alias saling melengkapi. Marchisio dengan kegesitannya menyisir lapangan, Vidal dengan tenaga kudanya tak segan-segan untuk berinteraksi dengan lawan, serta Pirlo dengan kelihaiannya memimpin permainan, menjadi salah satu kunci sukses Juve musim ini.

2. Pertahanan tangguh. Kuartet B-B-B-C

Buffon Barzagli Bonucci Chiellini

Buffon Barzagli Bonucci Chiellini

Buffon-Bonucci-Barzagli-Chiellini.

Trio bek Bonucci-Barzagli-ChielliniĀ berdiri kokoh di depan Gianluigi Buffon. Dengan seringnya digunakan formasi 3-5-2 oleh Antonio Conte, secara langsung membuat trio ini diturunkan dalam waktu yang bersamaan. Kebobolan hanya 20 gol musim ini (memecahkan rekor Juve pribadi), telah membuktikan solidnya pertahanan yang digalang ketiga pemain ini. Tak lupa pula pemain belakang lain seperti Martin Caceres, De Ceglie, hingga Stephan Lichsteiner yang ikut berkontribusi atas pertahanan tangguh selama 1 musim.

Pertahanan Juve tak akan lengkap bila tanpa sang kiper, Gianluigi Buffon. Penyelamatan-penyelamatan gemilang yang ia lakukan musim ini seperti membuat pikiran kita melayang ke 2006, kala Italia menjadi juara piala dunia. Penampilan Buffon musim ini menyerupai penampilan yang ia suguhkan 2006 silam. Terlepas dari kesalahan yang ia lakukan kala bersua Lecce, 1 musim ini Buffon membuktikan ia masih menjadi salah satu kiper terbaik di dunia.

Yang mengejutkan, kuartet ini berasal dari Italia. Semoga pelatih timnas Italia, Cesare Prandelli, tahu bagaimana memaksimalkan potensi mereka di timnas untuk Euro 2012 esok.

3. Motivasi kuat

Motivasi kuat ini berasal dari pemain dan pelatih. Pemain-pemain di skuad Juve seolah lapar dan dahaga akan gelar juara. Mereka berlari tanpa henti selama 90 menit. PressureĀ yang mereka berikan kepada tim lawan menampilkan penampilan Juve yang terkenal “Lo Spirito Juve“. Pelatih pun begitu. Antonio Conte sepertinya ingin menbuktikan kepada orang-orang yang ragu akan dirinya ketika ia mengabil alih kursi kepelatihan Juve tahun lalu. Dengan modal 5 scudetto yang pernah ia raih bersama Juve, ia membawa Juve menjadi tim yang bermain dinamis dan tak kenal lelah.

4. Figur pelatih

Antonio Conte

Antonio Conte

Figur pelatih Antonio Conte merupakan orang yang berjasa untuk Scudetto yang ke 30 ini. Yang saya salut dari seorang Conte adalah kejeliannya dalam membaca permainan. Ketika awal menjadi pelatih Juve, ia menggunakan formasi 4-2-4. Tapi seiring berjalannya waktu ia menggunakan formasi 3-5-2 atau 4-3-3. Hebatnya lagi, ia bisa mengganti formasi di tengah-tengah permainan tergantung performa tim dan lawan yang dihadapi. Hal itulah yang menjadi salah satu senjata yang membuat Juve tak terkalahkan musim ini. Ketika permainan dimulai ia bisa saja menggunakan 4-3-3. Akan teteapi jika performa tim tidak baik selama pertandingan, ia dapat dengan fleksibel mengganti formasi menjadi 3-5-2. Hal lain yang patut disaluti dari Conte adalah ia mampu memotivasi dan mengajak pemain untuk total dan fokus selama 90 menit pertandingan. Selain itu, tak memandang pemain senior atau tidak, Conte mampu tegas kepada para pemainnya.

5. Penyerang “gantian”

Vucinic Quags Matri

Vucinic Quags Matri

Ada 5 penyerang di skuad Juventus. Matri, Vucinic, Borriello, Quagliarella, dan Ale Del Piero. Akan tetapi tengok berapa jumlah gol yang mereka buat. Di SERIE-A, praktis hanya Matri dan Vucinic yang paling banyak. Vucinic pun tak menyentuh angka 2 digit, itu pun sama dengan jumlah gol yang dicetak gelandang, Marchisio. Matri pun “hanya” 10 gol. Tapi itulah yang membuat skuad penyerang ini unik. Dengan penyerang-penyerang seperti ini, Juve menjadi tim yang tidak “ketergantungan” terhadap penyerang. Seperti yang saya sebutkan di awal, bek-bek pun kerap kali mencetak gol untuk Juve. Justru penyerang-penyerang ini dapat menjadi pemberi assist bagi yang lain. Penyerang-penyerang yang diturunkan Conte pun bervariasi tiap pertandingan, dikombinasikan dari kelimanya. Mereka menjadi pemain yang siap tampil jika dipanggil Conte untuk masuk lapangan.

6. Pemain Terbaik : Andrea Pirlo

Andrea Pirlo #21

Andrea Pirlo #21

Pemain 32 tahun ini menjelma menjadi sosok yang tergantikan di skuad. PosisiĀ deep playmaker yang diembannya dijalankan dengan baik. Tak heran 13 assists ia sumbangkan untuk Juve musim ini. Pemain-pemain Juve seolah termanjakan oleh umpan-umpan manisnya. Jika dihubungkan dengan musik, Pemain bernomor punggung 21 ini merupakan dirigen permainan Juve. Ia yang menentukan irama permainan dan akan dibawa ke mana arah permainan Juve. AC Milan pasti menyesal melepasnya.

Sepak bola selalu menawarkan dua sisi. Di sisi satu, Juventini sedang bahagia dengan scudetto yang diraih, di sisi lainnya bersedih dengan dengan tidak adanya perpanjangan kontrak untuk Il Capitano, Del Piero. Sumbangsih Del Piero musim ini terbilang lumayan, karena ia tidak menempati pos reguler untuk bermain. 2 gol di Coppa Italia serta 3 gol dan 2 assist di SERIE-A. Pencampaian yang baik mengingat gol serta assist yang iaberikan di kala Juve benar-benar membutuhkannya.

19 tahun bersama Juventus dan 8 gelar scudetto yang ia berikan pasti akan dikenang baik oleh para Juventini.
Terima kasih Ale untuk loyalitas yang diberikan.

Grazie, ALE!!

Forza JUVE!!

Klik this for ->Ā JUVE’s ANTHEM

 

 

 
Leave a comment

Posted by on May 17, 2012 in Artikel, Juventus, olahraga

 

Tags: , , , , , , ,

Rumah Prestasi & Harapan yang Ingin Sampai


1 April 2011 yang lalu, saya bersama seorang teman memifikirkan suatu kegiatan/gerakan positif yang dapat dilakukan bagi orang muda. Tercetuslah ide “Muda Prestasi” yang untuk saat ini concern di bidang sosial terutama pendidikan dan anak-anak.

Bersama seorang teman dari Universitas Jember, Farah Dina Hera, kami membuat konsep dari pemikiran tersebut. Hingga saat ini sudah terbentuk Rumah Prestasi di jember yang berkegiatan belajar-mengajar dengan target peserta anak-anak. Bagaimana kegiatannya? Berikut adalah notes dari fanpage Muda Prestasi di facebook yang ditulis oleh salah satu anggota Muda Prestasi Jember.

kegiatan di Rumah Prestasi

kegiatan di Rumah Prestasi

Rumah Prestasi & Harapan yang Ingin Sampai

Ternyata hal yang simpel seperti ini, belajar bersama, bisa menjadi sesuatu yang anak-anak sangat harapkan. Dan ternyata sesuatu yang kadang kita anggap terlalu sederhana merupakan langkah penting bagi orang lain.

Hari ini Senin tanggal 30 April 2012

Di rumah prestasi Jember, pukul 15:30 sudah ramai anak-anak berkumpul, mereka bermain di halaman. Sebenarnya hari ini tidak ada jadwal mengajar di Rumah Prestasi, entah mengapa mereka datang saja. Kalau aku keluar, mereka menyerbukuā€¦ā€Mbak..kapan belajar lagi?ā€

Dari kemarin, setiap ketemu anak-anak itu, apalagi Yanti, anak yang terpaksa putus sekolah sejak kelas 3 SD. mereka selelu bertanya kepadaku, mungkin setiap melihat wajahku dia akan bertanya ā€œMbakā€¦ kapan belajar lagi?ā€

ā€œMbakā€¦ gimana itu PR nya? Ayo mbak belajar lagiā€¦ aku punya PR belum dinilai.ā€ Kata Via.

Ibu-ibu juga begitu, setiap melihatku ā€œMbak, kapan belajar lagi?ā€

Aku merasa senang mendengar ibu-ibu antusias terhadap kegiatan ini. Aku senang ketika melihat Ibu-ibu mengantar anak-anak mereka untuk sekedar belajar bersama kami. Beliau-beliau selalu menunggu anaknya belajar dari pukul 15:00 sampai magrib sembari mengobrol dengan Ibu-ibu lain di depan teras, mugnkin perihal anak-anak mereka.

Pada awalnya kami berfikir mungkin kegiatan belajar ini tidak terlalu diinginkan oleh anak-anak ini, apalagi orang tuanya. Karena yah, aku jarang sekali melihat anak-anak ini terlihat membaca buku. Aku juga jarang mendengar teriakan ibu-ibu menyuruh anaknya belajar. Aku berfikir anak-anak mereka lebih didorong untuk bekerja daripada belajar. Karena tidak jarang sebagian anak-anak ini bekerja apa saja untuk tambahan penghasilan orang tuanya. Seperti waktu-waktu lalu, aku melihat mereka sedang menata sepatu di rumah kost kami atau menyapu teras kost. Untuk itu mereka memang mendapat upah. Bukan karena Ibu kost kami yang menyuruh mereka, mereka yang meminta pekerjaan itu.

Lagi, saat awal pertama aku datang ke Jember, aku melihat dua orang anak menyetop setiap orang yang lewat di kampus. Mereka ternyata sedang menjual buah mentega.

Aku bertanya pada mereka,ā€darimana kalian dapat buah ini?ā€

ā€œSetiap ada buah dari pohon mentega yang ada dikampus yang masih bagus yang baru jatuh dari pohon kami ambil mbak buat dijual.ā€

ā€œUntuk apa? Ibuk bapak apa tidak kerja?ā€

ā€œKalau Ibuk paling biasanya nyuci di rumah orang. Kalau Bapak narik becak. Ya ini buat nambah uang saku sekolah kok mbak.ā€

Mereka anak-anak dekat kostku dan kami satu kampung. Aku miris melihat kenyataan seperti ini. Kemudian sering aku dan teman-teman kostku cerita-cerita perihal anak-anak itu. Agar niatan itu tidak sebatas kegelisahan dalam hati, pada akhirnya berinisiatiflah untuk sedikit berbuat.

Maka teman-teman dari muda prestasi akhirnya sepakat untuk melakukan kegiatan mengajar di kost, yang notabene selalu jadi tempat berkumpul kami, kami menyebutnya rumah pestasi. Berharap mereka semua yang datang ke rumah ini adalah orang-orang yang semangat untuk meraih prestasi dan suatu saat benar-benar bisa mewujudkannya tidak hanya untuk dirinya sendiri tapi orang lain.

Hari pertama dan kedua diadakannya kegiatan belajar, mereka antusias bukan main. Kami mulai pukul 18:15 dan berakhir pukul 20:30, karena setiap kami akan menutup acara, mereka minta belajar lagi, belajar lagi. Ketika kami tidak memberi PR, mereka akan memintanya. Ternyata mereka sangat giat dari yang kami pikir.

ā€œMbak belajarnya setiap hari saja ya? Dari siang sampek mualemā€¦.ā€ Kata Via lagi.

Ternyata hal yang simpel seperti ini, belajar bersama, bisa menjadi sesuatu yang anak-anak sangat harapkan. Dan ternyata sesuatu yang kadang kita anggap terlalu sederhana merupakan langkah penting bagi orang lain. Oleh karena itu kita tidak boleh putus semangat untuk melakukan perbuatan yang menurut kita baik kepada orang lain, meski dimulai dari hal paling sederhana sekalipun.

Salam Prestasi!

For More Information :

Twitter : @mudaprestasi

Facebook : Muda Prestasi (Young Leaders Indonesia)

Unlike

 
 

Tags: , , , ,