RSS

Tag Archives: kuliah

Experiential Learning


Tell me and I will forget, Show me and I may remember, Involve me and I will understand…

Setelah sekian lama tidak update blog, akhirnya kesampaian dan timbul rasa ingin menulis.. 🙂 #fiuuhhh

Topik pembahasan di post hari ini adalah salah satu metode pembelajaran yang saya dapat ketika mengikuti kegiatan-kegiatan outing/outdoor activities ataupun outbound, yaitu “Experiential Learning (EL)”…
Seperti yang pernah saya tulis di  https://catatanrodes.wordpress.com/2010/01/15/orang-sanguinis-vs-accounting/ dan beberapa posting yang lain, di bidang akademis memang saya berada di jurusan akuntansi, tapi minat dan passion saya tidak berada di sana. Aneh? Di dunia zaman sekarang memang kerap kali terjadi hal seperti itu. “Tak ada sesuatu yang percuma” Itu lah yang dapat saya tanamkan dalam fikiran. Memang akuntansi tidak cocok dengan kepribadian saya, tapi ilmu-ilmu di sana tetap saja dapat berguna bagi saya. 🙂

Lalu, apa passion dan minat saya? Saya tertarik dengan bidang outing/outdoor activities/outbound! Kegiatan-kegiatan tersebut memang jelas sekali berbeda dengan akuntansi. Di kegiatan-kegiatan tersebut saya mendapat tantangan yang lebih, saya dapat berjumpa dengan banyak orang, dan yang terlebih metode pembelajaran EL yang menurut saya merupakan salah satu metode pembelajaran yang terbaik. Di postingan ini saya akan mencoba mendeskripsikan EL berdasar pengalaman dan pengetahuan yang saya dapat. Mungkin akan banyak hal yang bisa didapat dengan mengetik Experiential Learning di “mbah google”, tapi ini lah sedikit yang ingin saya bagikan.. 🙂

Apa itu Experiential Learning?  Experiential Learning adalah salah satu metode pembelajaran dimana kita “diuji” terlebih dahulu barulah “belajar”. Dengan kata lain kita mengambil pengalaman sebagai pembelajarannya. Dengan harapan dari pengalaman tersebut kita dapat memperbaiki kesalahan, tidak mengulangi kesalahan yang sama, dapat mencari solusi terbaik dalam masalah, dan masih banyak lagi. Metode EL berbanding terbalik dengan metode pembelajaran yang kita dapat di bidang akademis (sekolah). Kalau di sekolah/kampus, kita belajar terlebih dahulu baru kita mengikuti ujian. Berbeda dengan EL. Di EL, kita mengikuti ujian terlebih dahulu lalu kita belajar.

Pernah dengar pepatah yang mengatakan “pengalaman adalah guru yang terbaik”? Saya rasa itu merupakan salah satu gambaran dari EL itu sendiri. Kita dihadapkan pada problem/masalah terlebih dahulu. Kita diuji, mencari solusi dari masalah tersebut. Jika gagal? Ya, itulah letak EL berada. Ketika kita salah, kita berhenti sejenak lalu berfikir agar tidak mengulangi kesalahan yang sama.

Sebagai contoh, akan saya ambil pada kegiatan-kegiatan outdoor activities seperti halnya “pelatihan team building”. Kenapa? Karena penerapan EL ini sangat cocok dengan kegiatan-kegiatan outdoor seperti itu.
Di kegiatan training/pelatihan seperti team building, kelompok akan dihadapkan pada tantangan-tantangan berupa simulasi. Di sana lah kita dapat melihat EL. Kelompok akan mencoba menyelesaikan tantangan tersebut dengan target waktu tertentu. Ketika target waktu lewat dan kelompok belum berhasil, maka tiap-tiap anggota dari kelompok tersebut haruslah melakukan review mengenai cara/strategi mereka dalam menyelesaikan tantangan simulasi tersebut. Terlihat jelas bukan EL nya? Mereka akan belajar dari pengalaman tersebut dan ketika melakukan tantangan tersebut kembali, diharapakan mereka tidak mengulangi kesalahan yang sama. Dan yang terpenting lagi, nilai pembelajaran dari pengalaman tersebut haruslah dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari kelompok tersebut. 🙂

Bicara mengenai tantangan, ada 3 jenis tantangan yang ada di kegiatan-kegiatan outdoor dan merupakan tantangan yang tak lepas dari EL ini. Yang pertama adalah tantangan dari diri sendiri dan orang lain. Apa itu? Ada orang yang takut akan ketinggian,kegelapan, ataupun fobia-fobia yang lain. Itu merupakan tantangan yang datang dari diri sendiri. Biar bagaimanapun tantangan dari diri sendiri ini harus ditekan agar kemampuan yang terbaik dari orang tersebut dapat keluar dan tentu akan berguna bagi kelompok maupun tim. Tentu dapat dideskripsikan sendiri kan tantangan dari orang lain? 😉

Yang kedua adalah tantangan berupa simulasi/games. Tantangan inilah yang akan melibatkan kelompok/tim. Kelompok/tim dihadapkan pada tantangan yang berupa simulasi/games. Mereka bertugas untuk menyelesaikannya sesuai instruksi dengan kemampuan terbaik mereka. Tentu saja apabila belum berhasil, maka metode yang dipake seperti yang telah saya jelaskan di atas.

Yang ketiga adalah tantangan yang tak bisa diprediksi. Apa itu? Tantangan yang tak bisa diprediksi merupakan tantangan yang berasal dari alam. Tentu kita tak dapat menebak dengan pasti kapan hujan, tanah longsor, dan kejadian-kejadian alam lainnya bukan? 😉

Semoga bermanfaat.. 🙂

 Let the experiences speak by their self, tell story, and reflection.. #ExperientialLearning

Advertisements
 

Tags: , , , , , , , , , , ,

Do What You Love and Love What You Do


Do What You Love and Love What You Do

Di postingan hari ini, gw akan bicara tentang suatu quote yang gw dapat dari buku “Young On Top” dari Billy Boen. Di buku tersebut ditulis 30 point yang ia maksudkan untuk pengembangan orang muda. Nah salah satu point nya yaitu yang jadi judul postingan gw hari ini. Kenapa dari 30 yang gw ambil point yang ini? Karena menurut gw, point ini lah yang paling dekat dengan diri gw.

Bisa diartikan arti dari judul di atas adalah “lakukan apa yang kamu cintai dan cintailah apa yang kamu kerjakan“. Berarti ada 2 poin di sana. Yang pertama lakukan apa yang kamu cintai, dan yang kedua adalah cintailah apa yang kamu kerjakan. Kalau ditarik garis ke diri gw, kalimat tersebut membuat gw seperti ngaca. Kenapa?

Saat ini gw berkuliah di Jurusan Akuntansi. Setelah melewati 4 semester ini, gw merasa dunia akuntansi bukanlah bidang gw. Seperti yang beberapa teman-teman mahasiswa rasakan “salah jurusan“. Justru gw merasakan passion gw adalah di bidang komunikasi. Gw senang berkomunikasi, bergerak, berelasi, mencari teman dan sahabat. Ya, itulah diri gw. Bertolak belakang dengan latar belakang pendidikan yang sedang gw ambil sekarang, yaitu akuntansi.

Ketika membaca “Do What You Love and Love What You Do“, pandangan “mahasiswa salah jurusan” berusaha gw tampik. Mungkin poin pertama “Do What You Love enggak gw lakukan, tapi gw berusaha untuk melakukan poin ke dua ” Love What You Do“.

Ada seorang sahabat di kampus yang mengatakan, “Kita kuliah di jurusan akuntansi. Mau gak mau ketika lulus nanti kita akan kerja di bidang tersebut. Entah jadi akuntan, auditor ataupun pekerjaan yang memang berhubungan dengan akuntansi”.

Hmm. Dalam hati gw berkata benar juga. Mau gak mau ketika lulus nanti gelar gw adalah SE dengan jurusan akuntansi. Dan pada nantinya dunia kerja mengenal gw sebagai seorang berlatar belakang akuntansi. So, mau gak mau harus harus memaksakan diri mencintai akuntansi hingga lulus nanti sehingga dapat berguna pada saat memasuki dunia kerja.

Love What You Do“. Itulah yang sedang gw lakukan. Dalam hati gw berkata, biarlah akuntansi ini menjadi batu lompatan ke depannya. Semoga suatu saat nanti poin pertama dari quote ini “Do What You Love” dapat gw lakukan.

 

Tags: , , , , , ,

GAGAL? apaan tuh..


Acapkali yang terlintas dalam pikiran kita jika telah melakukan sesuatu dinilai dengan “gagal” dan “sukses”. Namun kadang tak jelas taraf nilai dari gagal dan sukses itu sendiri. Tak ada takaran pasti dari diri kita untuk menentukan apakah pekerjaan atau hal yang telah kita lakukan gagal atau sukses.

Setelah berbincang dengan seorang senior di kampus yang terbilang sukses (lulus 3,5 tahun; IPK 3,66; aktivis kampus; memperoleh beberapa beasiswa hingga S2), gw mendapat referensi yang bagus mengenai takaran sukses dan gagal.

Ia menceritakan mengenai dirinya ketika kuliah dulu. Ia seorang perantauan dari Medan, sehingga selama kuliah di Jakarta ia memilih untuk ngekos. Dengan hasil kuliah yang ia jalani, ia menilai bahwa dirinya sukses. Kenapa? Karena kita sendiri lah yang tau kemampuan kita sampai mana, sejauh mana usaha kita, dan kita lah yang menilai pada akhirnya. Tak pernah ada kata GAGAL! Kata GAGAL hanya akan tercipta jika kita telah memutuskan bahwa kita GAGAL, tapi jika kita memilih untuk terus BERUSAHA hingga SUKSES, maka KESUKSESAN lah yang akan tercipta.

Jadi, simpelnya begini. JIKA KITA BERHENTI BERUSAHA DI SITULAH KITA TELAH GAGAL! SELAMA KITA TERUS BERUSAHA TAK AKAN PERNAH KATA GAGAL DI KAMUS HIDUP KITA.

Kita bisa ambil contoh. Andi selama semester ini nilainya jatuh. Jika dalam fikiran dia, dia GAGAL, maka dengan resmi dia telah GAGAL. Akan tetapi, kalau Andi berfikir bahwa dia TIDAK GAGAL dan akan berusaha memperbaiki nilai-nilai tersebut maka dia sedang dalam perjalanan menuju GERBANG KESUKSESAN. Semester berikutnya  Andi memperoleh nilai yang terbilang sangat baik begitu selanjutnya hingga ia lulus 4 tahun dengan IPK 3,2. Di saat itu ia sangat puas. Perjuangan dan usahanya membuahkan hasil. Di saat itulah dia dapat berkata SAYA SUKSES!

Selama kita memilih untuk terus berusaha TAK AKAN PERNAH ADA KATA GAGAL, melainkan kunci menuju PINTU GERBANG KESUKSESAN…

Semoga bermanfaat..^^

Salam Sukses!!

 
 

Tags: , ,

Ketika UTS Menyerang


Huff..

2 minggu ini dipenuhi ama UTS, alhasil jarang0jarang updade di blog..

mau cerita-cerita nih tentang uts kemarin..

Kalau udanh denger kata “ujian”, entah kenapa barulah para pelajar (gw menitikberatkan di mahasiswa karena sekarang gw sedang menjadi mahasiswa) tersadar mengenai kewajibannya yaitu BELAJAR. Bahkan, masih H-2 minggu menjelang uts, para mahasiswa telah membentuk kelompok belajar untuk menghadapi UTS. Ngebentuknya sih H-2 minggu, belajarnya mah tetep ja H-1. Menjelang UTS, tempat fotokopy sekitar kampus mendadak rame untuk memfotocopy catatan teman. Menjelang waktu masuk kelas untuk ujian, di luar kelas banyak mahasiswa diskusi mengerjakan soal.

Itulah yang menjadi pertanyaan. Kenapa hanya belajar menjelang ujian? Terlebih ketika waktu sudah mepet. Seperti terprogram di otak, kalau mau ujian saja belajarnya.

Gak munafik, gw pun seperti itu. Bahkan gw baru belajar H-10 jam menjelang ujian. Bahkan ketika gw tanya beberapa teman yang lain, semuanya seperti itu! Belajar hanya menjelang ujian saja. Ironi? memang. Kalau kata bokap gw “tentara itu perlu latihan terus menerus sebelum perang yang sesungguhnya. Itu sama dengan mahasiswa. Belajar terus sebelum menempuh ujian. Gak mungkin tentara bisa menang perang kalau hanya latihan H-1 sebelum perang. Apalagi kalau perangnya dadakan. Gimana mau siap? Begitu juga mahasiswa!” Kata-kata bokap sering terngiang ditelinga. Tapi, hingga sekarang amat sulit diwujudkan.

Melihat kenyataan seperti itu, sepertinya mahasiswa balajar hanya untuk mencari nilai, bukan ilmu. Ya, hanya nilai tujuan utamanya. Padahal ilmu lah yang pada nantinya akan terpakai di masa depan, bukan nilai yang kita dapat waktu ujian. Alhasil, tak heran ketika mendengar banyak sarjana yang menganggur. Selain memang lapangan pekerjaan yang kurang, ‘label’ sarjana didapat hanya karena mengekjar nilai ketika kuliah bukan ilmu. Ya, ini memang cuma pendapat gw. Entah benar ataupun tidak. Yang sekarang terfikirkan oleh gw, gimana cara mengubah sistem belajar yang salah seperti itu..

 
5 Comments

Posted by on May 3, 2010 in kampus, pendidikan

 

Tags: , , ,

3 Tipe Manusia


Sebelumnya, gw mau ngucapin SELAMAT PASKAH buat yang merayakannya.. Semoga Damai Paskah selalu menyertai kita.. Amin..

Wah, udah masuk tanggal ke-4 aja nih di bulan ke-4 tahun ini. Lama gak posting di blog karena kudu nyelesain kerjaan di dunia nyata (gaya.. hehe) 🙂

Rabu, 31 Maret kemarin gw ikut seleksi untuk masuk ormawa. Di sela-sela seleksi, seorang senior memaparkan 3 tipe manusia. Loser, Skeptis, dan Warrior. Ia seolah menegaskan bahwa orang Warrior lah yang bisa bergabung di ormawa.

Begini lebih jelasnya..

Loser -> Tipe pecundang.  Tipe orang seperti ini adalah tipe orang-orang yang sudah kalah sebelum berperang. Pemikirannya selalu “kalah”, selalu berfikir “sudah tidak bisa” sebelum mencobanya.

Skeptis -> Tipe orang ragu-ragu. Plin-plan menjadi sifat khas orang tipe ini. Gak berani ambil keputusan, selalu mengikuti aliran kemana dia dibawa.

Warrior -> Tipe pejuang. Dalam benaknya selalu muncul kata “OPTIMIS”. Tak ada fikiran kalah sebelum mencoba. Selalu mencoba hal-hal positif.

Nah, setelah 3 tpe itu dipaparkan, yang dicamkan oleh gw adalah tipe “Warrior”. Bagaimana pola pikir kita bisa selalu optimis dan positif, tak ada kata menyerah sebelum mencoba.

Bagaimana dengan anda?..

 
8 Comments

Posted by on April 4, 2010 in pendidikan, Pengembangan Diri

 

Tags: , , ,

God Has A Best Way For You and Me


1 Maret 2009 yang lalu, gw inget kalo gw ngikut tes SIMAK yang diadakan Universitas Indonesia. Namun, belum rezekinya untuk kuliah di sana. Untuk posting yang sekarang, gw bakal sedikit cerita tentang pendidikan formal gw.

Masa sekolah dasar gw habiskan di 3 pulau berbeda. SD kelas 1 dan 2 gw habiskan di Timor Leste, dan di sekolah yang berbeda pula. Kelas 1 SD di SD Farol, 2 SD di SD Bebonuk. Karena kerusuhan yang terjadi di sana, kelas 3 SD gw pun pindah. Pulau Sumatera menjadi tujuannya. Medan tepatnya. 1 tahun gw habiskan di sana untuk meyelesaikan kelas 3 SD. SD Santo Yoseph nama sekolahnya. Kelas 4 SD sampai 6 SD dihabiskan di pulau Jawa, Bekasi tepatnya. SD Maria Fransiska nama sekolahnya. Prestasi gw biasa saja di sana. Cukup mencapai 10 besar sudah bisa membanggakn buat gw.

Nah, setelah menyelesaikan pendidikan dasar, pada awalnya tujuan untuk SMP adalah Jakarta. SMPN 109 atau 252. Sudah berusaha semaksimal mungkin, ternyata otak gw memang gak bisa masuk di sana. Alhasil, gw masuk SMPN 7 Bekasi. Pada saat itu, sebenarnya gw masih biasa aja dengan tidak diterimanya gw di SMPN Jakarta tersebut.

3 tahun di SMPN 7 Bekasi ternyata ada beberapa prestasi yang bisa gw ukir. Yang paling membanggakan buat gw adalah Juara Harapan 2 Siswa Berprestasi se-Kota Bekasi. Waw! Betapa bangganya gw! Ternyata dengan sekolah di sana gw bisa berprestasi, dan (mungkin) orang tua gw bangga akan hal itu, walaupun mereka gak pernah menyiratkan secara langsung. Di SMPN 7 juga, gw pernah dipercaya untuk mewakili sekolah lomba renang. Walaupun gak juara, tapi itu sudah suatu prestasi buat gw. Hal-hal tersebut mungkin belum bisa gw dapat jika sekolah di Jakarta. Ya, bagaimana pun gw mensyukuri hal itu. Prestasi akademik gw meningkat selama SMP. Peringkat 2 besar gak pernah lepas dari genggaman. Wah, jujur! Itu gak pernah terlintas di pikiran gw.

Setelah melewati masa pendidikan menengah, pikiran bercabang untuk melanjutkan pendidikan tingkat atas. Di Jakarta atau Bekasi? Orang tua memberi saran di Bekasi saja. Gw pun mengikutinya. Pada tahun kelulusan SMP gw, untuk masuk SMA negeri, menggunakan NEM sebagai patokannya. NEM gw kala SMP 26,73. Dan pilihan gw utnuk SMA adalah SMAN 2 dan SMAN 6. Sebenarnya gw cukup optimis untuk bisa masuk SMAN 2 Bekasi karena NEM dengan rata-rata di atas 8. H-1 sebelum pengumuman, batas NEM untuk masuk SMAN 2 adalah 26,60. Hati sudah deg-deg’an karena hampir menyentuh NEM gw. Ternyata pada hari H pengumuman batas NEM untuk SMAN 2 adalah 26,84. Hanya beda 0,13! Waw, nyesek!! Setelah SMP gw gak bisa di SMP incaran, ternyata SMA juga begitu. Akhirnya gw SMA di SMAN 6 Bekasi, yang batas NEMnya 25,80.

3 tahun di SMA 6 Bekasi hal yang ‘lebih’ gw dapat. Banyak hal yang gw dapat. Especially, dari Pramuka. 3 kali Juara Lomba Cepat Tepat (LCT) Pramuka sehingga bisa dapat Juara Umum Pramuka se-Kota Bekasi dan Karawang.  Bisa ikut Raimuna Daerah Jawa Barat (pertemuan pramuka se-Jawa Barat) 9-16 Juli 2007 , Satuan Protokoler Pramuka Kota Bekasi hingga jadi panitia Raimuna Cabang Kota Bekasi 2008. Waw, Pramuka memang membentuk diri gw hingga sekarang. Gw juga juara 1 LCT MIPA se-Bekasi. Di lomba itu gw beruntung dapat teman-teman hebat dalam kelompok sehingga bisa memenangi lomba tersebut.

Selepas SMA, tibalah pemikiran untuk kuliah. Banyak rancangan untuk kuliah di PTN. Namun, Tuhan berkehendak lain. Dari incaran-incaran PTN, tak ada satu pun yang tembus. Alhasil, PTS jadi sasaran. FE Universitas Trisakti jadi pilihan. Gw ambil akuntansi di sana.

Dari pilihan prioritas SMP, SMA, hingga Perguruan Tinggi gak ada yang nembus. Gw memang gak nembus di pilihan prioritas itu, tapi gw bisa dapat hal ‘lebih’ dari pilihan yang memang bukan prioritas. Tuhan bakal nunjukin jalan-Nya. Gw percaya selama kita memang sudah berusaha semaksimal mungkin, Tuhan pasti akan nunjukin jalan terbaik buat kita. Gw bertekad mengukir prestasi di Trisakti. Walaupun gw PTS, gw gak akan kalah dengan yang dari PTN.

God has a best way for you and me.. ^^

 
11 Comments

Posted by on March 1, 2010 in kampus, Motivasi, pendidikan, Refleksi

 

Tags: , , , ,

Catatan Kecil di Februari-Membuka Gerbang Maret


Tak terasa bulan ke-2 di tahun 2010 ini sudah usai. Pintu gerbang Maret sudah terbuka dan siap untuk dimasuki. Di akhir Februari ini gw mencoba untuk merefleksikan apa saja yang sudah gw lewati selama 1 bulan ini.

Semangat optimis keluar dari dalam diri gw ketika menyambut datangnya bulan Februari. Terbayang banyak hal yang akan gw lewati selama bulan ini.

Yang pertama, tentunya bertambahnya usia. Ada juga yang bilang, kalau ulang tahun berarti umur kita berkurang. Ya enggak ngaruhlah buat gw. Pada ultah gw, 6 Februari kemarin, anak-anak kelas XII IPA 5 (diberi nama:DJ Kids-nanti gw juga akan bercerita tentang mereka-) ngadain ngumpul-ngumpul setelah sudah cukup lama tak bertemu. Tapi,pertanyaannya “kenapa pas di ultah gw?” Acaranya mulai jam 14.00, alhasil gw cukup ngebut dari kampus yang notabene di Jakarta ke Bekasi. Gw memang rada telat ke sana. Waktu udah nyampe di sana, ternyata memang cukup rame di sana. Gw jadi teringat 1 tahun lalu. Gw dikerjain habis-habis’an ama anak DJ Kids di ultah gw yang ke-17. Berhubung depan sekolah gw (SMAN 6 Bekasi) adalah rawa dan kebun-kebun, habislah gw di situ. Guling-gulingan di tanah lumpur, nyemplung ke kali, berlagak ala tentara, sampai foto narsis gw di depan sekolah dengan keadaan tak memakai baju. Pengalaman tak terlupakan.

Kembali ke cerita reuni’an DJ kids. Gw jadi berfikir, apakah mereka akan ngerjain gw lagi? Tapi, pikiran itu gw tepis, positif thinking aja. Ternyata eh ternyata, setelah makan-makan, gw dikasih suprise kue ulang tahun. Ya, memang kecil, tapi bermakna dalam buat gw. Di saat gw terharu dengan pemberian kue tersebut, gw disuruh untuk makan kue itu. Gw disuapi oleh seorang teman. Tak disangka, ternyata kue tersebut sudah diberi TERASI! Ya, TERASI! Pedasnya gag nahan! Ternyata, DJ Kids ya tetap DJ Kids. Isengnya ada aja. Biarpun begitu, Thanks kawan! Pengalaman unik di usia 18!.. Bye-bye Seventeen..

Selama bulan Februari ini di kampus, gw ngikutin yang namanya semester pendek. Full 1 bulan, di mana pertemuan 3 kali 1 minggu yang mengakibatkan gw rada jenuh juga ketemu muka dosen yang itu-itu mulu. Tapi, sudah berlalu. Tinggal menunggu hasil dari semester pendek ini. 8 Februari dengan UTSnya, 25 Februari dengan UASnya. Ditambah tugas serta kuis-kuis yang tidak berkeprimanusiaan. Semoga hasilnya memuaskan. Amin.

Ya, di bulan ini juga gw diberi tahu IP gw. IP sementara setelah melewati semester 1. Berapa? Ok, gak perlu disebut di sini. Yang pasti, terlalu bagus untuk seorang waldo, jika melihat usaha yang gw keluarkan selama semester 1. Kalo kata orang-orang, GAK SEBANDING. Prinsip ekonomi terlalu melekat di diri gw (pengaruh nyokap orang batak?  maybe..hehe.. ). Usaha se-efektif mungkin untuk hasil semaksimal mungkin. Semoga di semester depan semakin baik. Amin.

Selepas UAS semester pendek, AK-2 bikin acara. Ya, semacam buat perpisahan gitu, karena di semester-semester berikutnya hampir tidak mungkin untuk sekelas lagi. Acara dari masak-masak, bbq’an, makan, nonton, ngobrol, bercanda, nyantai, dan banyak lagi, dilakukan tgl 25 Februari kemarin langsung setelah UAS. Seru juga ngeliat cewe-cewenya seolah menunjukkan kalo mereka benar-benar cewe dengan mengambil alih dapur untuk memasak. Ya, gw aku’in ternyata masakan mereka enak juga (kalo gw mah,semuanya diembat..hehe..). Buat anak-anak AK-2 tetap solid ya! Keep contact!

Di bulan ini, teman-teman gereja gw di Arnoldus-Bekasi (PASKA) lagi ngerencana’in buat bikin Jumpa Pelajar Siswa/i Katolik Bekasi. (Nah, gw juga akan bercerita mengenai kawan-kawan gw ini juga.. Nanti yaa..). Di PASKA sekarang gw diplot untuk jadi seorang pendamping. Mengingat periode 2008-2009 kemarin gw lah pengurus PASKA. Jadi, untuk periode 2009-2010 gw jadi pendamping mereka. Dikarenakan gw nge-kost, gw minta maaf banget kurang ngedampingi PASKA sekarang. Sorry banget ya! Tapi, gw bakal bantu apapun yang gw bisa.

Begitu juga dengan kawan-kawan Orang Muda Katolik (OMK) Gereja di Mikael-Kranji yang lagi pada sibuk-sibuknya ngurus ATOMIK. Sory ya, gag bisa bantu. Takut gak bisa bagi waktu. Tapi, gw bakal ikut acaranya. Hehe..

Di Mikael-Kranji, gw cuma bisa bagi waktu buat teman-teman Orang Muda Katolik (OMK) di wilayah St. Bernadeth, belum bisa ke tingkat paroki sekarang. 14 Februari kemarin, OMK bernadeth ngadai’in Valentine bareng. Berbagi kasih sayang bersama rekan-rekan. Bernadeth juga dapat giliran tugas koor (paduan suara) 28 Februari, misa jam 17.30. Ayo, semangat kawan dalam pelayanan kita!

Di penghujung bulan ini, gw juga dapat berita duka. Nenek dari  kawan gw di OMK Bernadeth,Zefo, menghembuskan nafas terakhirnya. Yang sabar,fo! God bless yaa..

Nah, segitu dulu catatan kecil gw di bulan Februari. Semoga dapat menjadi pelajaran yang baik.

Selamat datang Maret! I’m waiting your brightness!..

 
7 Comments

Posted by on February 28, 2010 in Motivasi, Refleksi, sahabat

 

Tags: , , , , , ,