RSS

Monthly Archives: September 2010

Mau sekolah kok tes keperawanan?..


mau sekolah kok tes keperawanan?..

Akhir-akhir ini ramai sekali diberitakan perlunya tes keperawanan bagi para calon siswa baru di sekolah menengah bahkan hingga perguruan tinggi. Gw adalah seorang yang menentang hal tersebut.

Pertama. Tujuan seseorang untuk masuk sekolah ataupun perguruan tinggi adalah untuk

mencari ilmu. Hal-hal yang terlalu bersifat pribadi tak seharusnya disinggung secara blak-blakan seperti itu. Lalu memang calon siswa yang tak lolos tes gag boleh sekolah?! Apa bakal ada sekolah yang membedakan antara yang lolos atau tidak?

Kedua. Entah ada pembedaan sekolah ataupun tidak, hal tersebut akan menjatuhkan mental psikis dari calon siswa yang tak lolos tes. Dengan kondisi mental yang jatuh seperti itu, gw rasa percuma juga belajar. Pelajaran gag bakal masuk ke otak.

Ketiga. Faktor lingkungan. Mau dibawa ke mana muka sang calon siswa tersebut dan keluarganya? Hal yang bersifat pribadi seperti itu tentu baik secara langsung maupun tak langsung akan mempengaruhi pandangan lingkungannya terhadap dirinya dan keluarganya.

Keempat. Keperawanan dapat hilang tak hanya karena telah melakukan “hubungan” dengan lawan jenis. Naik sepeda, motor, olahraga ataupun jatuh dapat menyebabkan hal tersebut.

Jadi, menurut gw, tes keperawanan suatu hal yang tak perlu dilakukan bagi para calon siswa yang ingin melanjutkan jenjang pendidikannya (mungkin untuk beberapa jurusan/tingkat perguruan tinggi ada yang perlu, tapi TIDAK SEMUA!). Bukanlah area yang tepat untuk melakukan hal tersebut.

Advertisements
 
3 Comments

Posted by on September 30, 2010 in Artikel, kampus, opini

 

Tags: , ,

5 Kebiasaan Keuangan yang Membuat Anda Bahagia


KOMPAS.com – Memiliki kontrol yang cukup besar atas uang yang Anda miliki boleh dibilang merupakan salah satu hal yang dapat membuat Anda bahagia. Ada beberapa kebiasaan spesifik yang dapat Anda coba untuk membuat uang berada di bawah kontrol Anda. Dengan perbedaan tersebut, Anda akan merasa lebih bahagia. Simak caranya.

1. Mengelola keuangan

buat kebiasaan mengelola uang yang membuat anda bahagia

Anda tidak perlu menyewa perencana keuangan profesional. Anda hanya perlu menerapkan beberapa program tabungan yang Anda pahami sehingga Anda dapat melakukannya dengan cepat dan tanpa kerumitan. Itu adalah kuncinya. Orang yang cukup terorganisasi dan bisa mendapatkan apa yang mereka butuhkan dengan cepat umumnya lebih bahagia daripada mereka yang tidak.

2. Tidak membayar semua tagihan bersamaan
Bayangkan bila Anda memiliki tagihan dua kartu kredit, PLN, PAM, ponsel, dan asuransi, dalam waktu bersamaan. Melihat sejumlah besar uang Anda raib dari saldo rekening di bank bukanlah pengalaman yang menyenangkan. Jika masing-masing tagihan tersebut memiliki waktu jatuh tempo yang berbeda, kenapa tidak membayarnya langsung begitu tagihan diterima? Anda akan merasa segera terbebas dari kewajiban, dan terpakainya uang untuk membayar utang pun tidak begitu terasa.

3. Menabung lima persen
Ada hubungan yang kuat antara tabungan dan kebahagiaan. Jika Anda dapat menabung sebanyak lima persen saja, Anda pasti akan merasa bahagia. Jumlah ini tidak besar, kok. Jika gaji Anda Rp 5 juta, maka lima persennya berarti hanya Rp 250.000. Menabung sedikit uang tersebut, bila dilakukan rutin tiap bulan, pada akhir tahun Anda sudah bisa menggunakannya untuk tiket pesawat untuk liburan berdua. Dimulai dari lima persen, setelah terbiasa menyisihkan uang Anda dapat menabung sepuluh persen.

4. Tetapkan dan jalankan tujuan Anda
Mencapai kebahagiaan bukan masalah telah mencapai tujuan, melainkan masalah membuat kemajuan. Meskipun untuk mencapai tujuan itu seringkali Anda mengalami kekecewaan, Anda harus tetap maju. Intinya adalah memotivasi diri. Anda hanya perlu melihat hasil yang akan Anda capai untuk terus maju.

5. Donasikan sebagian uang Anda
Tidak ada cara lain untuk meningkatkan kebahagiaan keuangan Anda sendiri selain membuat hidup orang lain sedikit lebih baik. Banyak cara yang bisa Anda lakukan, dari memberi modal usaha untuk PRT yang ingin mandiri, atau menyumbang untuk proyek pelestarian lingkungan. Orang-orang yang memberikan sedikit uangnya tidak hanya akan merasa bahagia, tetapi juga akan lebih sehat. Orang yang tahu bagaimana memberi juga dapat mengingatkan diri bahwa menginginkan lebih banyak bukan berarti memanjakan kesenangan. Kebahagiaan Anda tidak bergantung pada seberapa banyak yang Anda miliki, tetapi pada cara Anda menanganinya.

http://female.kompas.com/read/xml/2010/09/22/08142578/5.Kebiasaan.Keuangan.yang.Bikin.Anda.Bahagia

 
4 Comments

Posted by on September 28, 2010 in Artikel, Kutipan

 

Tags: , , , ,

Teladan Juventus untuk Indonesia


Sebelumnya gw mw ngucapin HAPPY SUNDAY all!! 🙂 Nikmati hari Minggu ini dengan tenang dan damai sehingga esok Senin terkumpullah semangat baru untuk memulai aktifitas kembali.

Del Piero di Timnas Italia

Del Piero di Timnas Italia

Post kali ini gw akan bercerita tentang sepakbola. Gw mulai sepak bola dari kecil, sejak masih tinggal di Timor Leste. Gw beruntung punya seorang ayah yang menggemari sepakbola juga, alhasil tertular deh ke anaknya.

Lebih khusus lagi, gw akan bercerita tentang sebuah klub asal Italia, sebuah klub peraih scudetto terbanyak di ranah Italia, JUVENTUS. Juventus adalah klub favorit gw sejak 3 SD. Dengan sebuah alasan simpel saja, karena baju bola pertama yang gw punya aadalah baju Juventus dengan nomor punggung 10 bertuliskan nama DEL PIERO, sehingga Del Piero pun menjadi pemain bola favorit gw. 🙂

Post gw kali ini akan dihubungkan dengan negara kita sendiri, Indonesia, kepada TIMNAS INDONESIA dan KLUB-KLUB di Indonesia tepatnya.

Juventus

Sejak lama Juventus merupakan klub tetap pengirim pemain ke timnas Italia dengan jumlah yang relatif banyak. Masih ingat Paolo Rossi di Piala Dunia 1982? Ya, dia adalah penentu kemenangan Italia di turnamen tersebut dan menghantarkan Italia meraih gelar piala dunia ke3nya. Untuk lebih fresh, masih ingat Piala Dunia 2006, di mana Italia berhasil keluar sebagai juara setelah mengalahkan Prancis di final? Mayoritas pemain yang bermain di Italia pada piala dunia tersebut adalah pemain Juventus. Mulai dari mistar gawang ada Gianluigi Buffon yang melakukan penyelamatan-penyelamatan gemilang (penyelamatan yang paling gw suka ketika final menepis sundulan Zidane, NICE SAVE!), di posisi bek ada Chiellini, Zambrotta hingga sang kapten Cannavaro. Di posisi gelandang ada Mauro Camoranesi, sementara di posisi penyerang ada duet Vincezo Iaquinta dan striker favorit gw, Del Piero.

Leonardo Bonucci, salah satu rekrutan baru Juventus

Kalau ditengok pada masa sekarang. Pada bursa transfer 2010, Juventus merekrut banyak pemain asal Italia. Sebut saja, Marco Motta, Leonardo Bonucci, Alberto Aquilani, Simone Pepe hingga Fabio Quagliarella. Mereka justru melepas pemain dari non-Italia seperti Diego Ribas dan David Trezeguet. Pemain-pemain rekrutan baru tersebut bahkan sudah dipanggil untuk membela timnas Italia di Kualifikasi Euro 2012, sebuah prestasi tersendiri mengingat penguasa Liga Italia beberapa tahun belakangan ini, Inter Milan, jusru didominasi pemain-pemain dari non-italia.

Peman-pemain rekrutan baru tersebut melengkapi pemain-pemain lama asal Italia yang telah berada di Juventus. Gianluigi Buffon, Marco Storari, Claudio Marchisio, Vincenzo Iaquinta, Amauri Carvalho, hingga sang legenda Juventus, Del Piero. Mereka bahu-membahu membangun Juventus agar kembali ke masa jayanya. Jika mereka sudah klop di klub, bukan hal yang sulit untuk menggabungkan mereka kembali di timnas Italia. Sebuah keuntungan bukan untuk Cesare Prandelli sebagai pelatih timnas?

PSSI

Berkaca dengan Juventus di tanah Italia, bukankan para klub di Indonesia bisa mencontoh teladan yang telah dibuat oleh Juventus? Seringkali para pemilik klub, manajer, dan pelatih lebih memilih menggunakan jasa tenaga pemain asing untuk memperkuat klubnya, memang hal itu baik untuk klub tapi bagaimana dengan kelangsungan timnas Indonesia yang sudah paceklik gelar beberapa tahun belakangan ini? Tentu ini merupakan salah satu tugas PSSI sebagai wadah tempat pesepakbolaan Indonesia bernaung.

Dari 220an juta penduduk Indonesia, apakah tak ada 22 pemain yang dapat dikembangkan untuk menghuni timnas Indonesia sehingga membentuk timnas yang kuat? Dilihat dari Juventus, di mana mereka menghargai talenta negara asal, Indonesia pun bisa begitu. Dimulai dari pengembangan usia dini yang memompa bakat-bakat dari dalam negeri, sehingga pada masa emasnya, mereka dapat bermain di klub dan membela Garuda di kancah internasional. Pihak klubpun tentu bisa berkaca dari Juventus. Lebih banyak merekrut pemain dalam negeri untuk bermain di ISL, tentu membuat jam terbang dan pengalaman bertambah, kekompakkan mereka dalam 1 tim pun lebih baik, sehingga pada nantinya akan berguna bagi timnas Indonesia sendiri.

Sebagai penikmat sepakbola dalam negeri, gw berharap para pemilik klub, manajer dan pelatih bisa memaksimalkan tenaga-tenaga para pemain lokal sehingga berguna bagi Merah Putih untuk berbicara lebih banyak di kancah sepakbola internasional.

bukankah kita bermimpi melihat Timnas Indonesia bermain di Piala Dunia?

BRAVO SEPAKBOLA INDONESIA!

 
4 Comments

Posted by on September 26, 2010 in Artikel, Info, Juventus, Motivasi, olahraga

 

Tags: , , , ,

Eminem ft Rihanna – Love The Way You Lie


Just gonna stand there
And watch me burn
But that’s alright
Because I like
The way it hurts
Just gonna stand there
And hear me cry
But that’s alright
Because I love
The way you lie
I love the way you lie
I love the way you lie

I can’t tell you what it really is
I can only tell you what it feels like
And right now there’s a steel knife
In my windpipe
I can’t breathe
But I still fight
While I can fight
As long as the wrong feels right
It’s like I’m in flight
High of a love
Drunk from the hate
It’s like I’m huffing paint
And I love it the more that I suffer
I sufficate
And right before im about to drown
She resuscitates me
She fucking hates me
And I love it
Wait
Where you going
I’m leaving you
No you ain’t
Come back
We’re running right back
Here we go again
It’s so insane
Cause when it’s going good
It’s going great
I’m Superman
With the wind in his bag
She’s Lois Lane
But when it’s bad
It’s awful
I feel so ashamed
I snap
Who’s that dude
I don’t even know his name
I laid hands on her
I’ll never stoop so low again
I guess I don’t know my own strength

Just gonna stand there
And watch me burn
But that’s alright
Because I like
The way it hurts
Just gonna stand there
And hear me cry
But that’s alright
Because I love
The way you lie
I love the way you lie
I love the way you lie

You ever love somebody so much
You can barely breathe
When you’re with them
You meet
And neither one of you
Even know what hit ’em
Got that warm fuzzy feeling
Yeah them chills
Used to get ’em
Now you’re getting fucking sick
Of looking at ’em
You swore you’ve never hit ’em
Never do nothing to hurt ’em
Now you’re in each other’s face
Spewing venom
And these words
When you spit ’em
You push
Pull each other’s hair
Scratch, claw, bit ’em
Throw ’em down
Pin ’em
So lost in the moments
When you’re in ’em
It’s the rage that took over
It controls you both
So they say it’s best
To go your separate ways
Guess that they don’t know ya
Cause today
That was yesterday
Yesterday is over
It’s a different day
Sound like broken records
Playin’ over
But you promised her
Next time you’ll show restraint
You don’t get another chance
Life is no Nintendo game
But you lied again
Now you get to watch her leave
Out the window
Guess that’s why they call it window pane

Just gonna stand there
And watch me burn
But that’s alright
Because I like
The way it hurts
Just gonna stand there
And hear me cry
But that’s alright
Because I love
The way you lie
I love the way you lie
I love the way you lie

Now I know we said things
Did things
That we didn’t mean
And we fall back
Into the same patterns
Same routine
But your temper’s just as bad
As mine is
You’re the same as me
But when it comes to love
You’re just as blinded
Baby please come back
It wasn’t you
Baby it was me
Maybe our relationship
Isn’t as crazy as it seems
Maybe that’s what happens
When a tornado meets a volcano
All I know is
I love you too much
To walk away though
Come inside
Pick up your bags off the sidewalk
Don’t you hear sincerity
In my voice when I talk
Told you this is my fault
Look me in the eyeball
Next time I’m pissed
I’ll aim my fist
At the dry wall
Next time
There will be no next time
I apologize
Even though I know it’s lies
I’m tired of the games
I just want her back
I know I’m a liar
If she ever tries to fucking leave again
I’mma tie her to the bed
And set the house on fire

Just gonna stand there
And watch me burn
But that’s alright
Because I like
The way it hurts
Just gonna stand there
And hear me cry
But that’s alright
Because I love
The way you lie
I love the way you lie
I love the way you lie

 
1 Comment

Posted by on September 24, 2010 in Lirik

 

Tags: , ,

Seni Mengevaluasi Diri


Seni Mengevaluasi Diri

Oleh: Hingdranata Nikolay

Yang telah belajar NLP tahu bahwa ajaran NLP adalah ‘melihat’ ke depan, atau FOKUS pada OUTCOME.  Yang belum paham akan berargumen kenapa kita tidak menghargai pengalaman atau sejarah.  Apakah NLP melarang kita mengevaluasi ke belakang?  Tidak juga.  Yang tidak dianjurkan adalah melihat ke belakang dan FOKUS pada masalah atau situasi yang tidak bermanfaat.  Jebakan saat kita melihat atau mengevaluasi ke belakang adalah BINGKAI seperti “Salah siapa ini?”, “Kenapa ini harus terjadi pada saya?”, “Kenapa saya harus menderita seperti ini?”, “Kenapa saya tidak seberuntung mereka?”, “Kenapa ini terjadi?”, “Saya tidak mungkin bisa berhasil”, “Saya tidak mampu melakukannya” , dan lain-lain.

Entah mengevaluasi ke belakang apa yang telah kita pikirkan, lakukan, atau membidik ke depan apa yang perlu kita pikirkan dan lakukan, keduanya tergantung pada BINGKAI berpikir dan bertindak kita.  Berikut saya ulas singkat beberapa jebakan dalam ‘mengevaluasi ke belakang’ dan solusi BINGKAI berpikir yang bermanfaat.

1. Jebakan EVALUASI HASIL

Berpikir “Inilah hasil usaha saya” atau “Saya harus terima hasil ini”.  Bisa terjebak membenarkan hasil yang dicapai sebagai yang sebenarnya diinginkan.

SOLUSI -> BINGKAI OUTCOME – Tanyakan “Apa yang sebenarnya saya inginkan?” atau “Apa sasaran sebenarnya yang belum terpenuhi?”

2. Jebakan EVALUASI MASALAH

Berpikir “Masalahnya adalah …..” atau “Yang berat dalam masalah ini …..”.  Bisa terjebak pada masalahnya, yang menyedot waktu, energi dan fokus.

SOLUSI – > BINGKAI SOLUSI – Tanyakan “What’s next?” atau “Apa yang perlu saya lakukan berikutnya?” atau “Apa yang belum saya lakukan?”

3. Jebakan GENERALISASI dan DISTORSI

Berpikir “Ini sudah yang terbaik dari saya” atau “Ini adalah batas kemampuan saya” atau “Saya tidak mungkin lebih lagi”

SOLUSI -> BINGKAI KEMUNGKINAN – Tanyakan ‘Bagaimana jika saya lakukan ini …..” atau “Saat saya pikirkan saya sebenarnya bisa, apa yang memungkinkan itu terjadi?” atau “Bagaimana jika ………. ini terjadi?”

4. Jebakan EVALUASI PENYEBAB

Berpikir “Ini semua karena…… .” atau “Kalau tidak gara-gara …..” atau “Ini semua salah si ………”.  Bisa terjebak pada menyalahkan diri atau orang lain, atau membenarkan situasi, sehingga menyedot energi dan mensabotase pemikiran kreatif.

SOLUSI -> BINGKAI ‘BAGAIMANA’ – Tanyakan “Bagaimana ini bisa terjadi?” atau “Bagaimana proses terjadinya?” atau “Bagaimana saya bisa memperbaiki? ”

5. Jebakan EVALUASI KEGAGALAN

Berpikir “Ini adalah sebuah kegagalan!” atau “Saya telah gagal!”.  Bisa terjebak dalam situasi berhenti berusaha pada sesuatu yang sebenarnya berharga untuk kita.

SOLUSI -> BINGKAI FEEDBACK – Tanyakan “Apa pelajaran yang bisa saya ambil dari sini?” atau “Masukan apa yang berharga dari situasi ini?” atau “Apa yang perlu saya rubah, tambah, lakukan dengan berbeda, dll., untuk bisa berhasil di kali berikut?”

Apakah ini berarti kita tidak usah membahas ‘masalah’?  Tidak juga.  Perhatikan saja FOKUS pemikiran kita.  Sebagian kita bisa sangat efektif dengan mempelajari sebuah masalah. Sebagian tenggelam dalam masalah saat melakukannya dan buntu dalam solusi karena energi sudah terpakai untuk memikirkan masalah.  Dalam meeting misalnya, berapa persen waktu kita untuk membahas masalah, berapa persen membahas solusi?

Melihat ke belakang adalah sebuah seni berpikir.  Kita melihat ke belakang dengan tujuan apa?  Meratapi?  Menyesali?  Menyalahkan?  Menangis?  Mengkonformasi sakit hati kita?  Atau sebagai alat bantu untuk maju ke depan?  Karena kalau kita mau menggunakannya sebagai alat bantu maju ke depan, maka kita perlu BINGKAI yang lebih sehat dalam berpikir.  ‘Purpose drives energy’, demikian sebuah presuposisi NLP berbunyi: ‘Tujuan yang mengarahkan energi’.  Fokus pada masalah, maka ke sana pula energi kita terbang.  Fokus pada solusi, ke sanalah energi kita terkumpul.  Tinggal kita mau mengumpulkan energi kita untuk yang mana.  Meratapi yang telah lalu dan mencari apa dan siapa yang salah, atau membidik sasaran di depan dan mencari apa yang sebenarnya diinginkan.  Di atas hanyalah beberapa cara melakukannya dengan bermanfaat.  Masih banyak cara, termasuk mungkin yang sudah Anda lakukan sendiri.  It’s a CHOICE, anyway!



Have a positive day!

Hingdranata Nikolay

http://heartspeaks.info/00089.htm

 
Leave a comment

Posted by on September 23, 2010 in Artikel, Kutipan, Motivasi, Pengembangan Diri

 

Tags: , , , ,

Adventure at Waduk Jatiluhur


Nah, kegiatan gw yang ini merupakan penutup dari masa libur lebaran gw. Tanggal 16-18 September yang lalu gw dan 10 teman yang lain mengadakan suatu pelatihan di daerah Jatiluhur, Purwarkarta tepatnya di daerah Waduk Jatiluhur. Karena pelatihan, berarti ada trainernya dong. Ya, kami bersebelas didampingi 2 trainer, salah satunya dari OBI (OutBound Internasional).

Mengenai pelatihan yang dimaksud mungkin gag akan gw jabarkan di sini karena bersifat intern, tetapi gw akan bercerita tentang pengalaman ditambah pemandangan-pemandangan indah di sana.

Kami berangkatan dari Bekasi pukul 7 pagi menaiki bis ke arah Bandung, dan kami turun di Purwarkarta dan lanjut naik angkot ke arah waduk. Sekadar indormasi biaya yang kami keluarkan untuk sampai waduk Rp 14.000/orang. (Bis Rp 8.000 dan angkot Rp 6.000).

peta dan kompas

Sesampainya kami di waduk, kami langsung makan siang dengan membelinya di warung dekat situ. Yang gw kagetkan dengan biaya Rp 8.000, kami sudah dapat nasi timbal, ayam goreng, tahu, tempe dan sayur. Wah, suatu harga yang murah bukan? Setelah makan siang, kami diajari cara memakai peta dan kompas. Kalau biasayan gw di pramuka menggunakan kompas tembak, tapi ini beda. Kompas yang diajari ke kami adalah kompas yang memang dapat digunakan dengan peta dan suatu pelajaran baru lagi yang gw dapat.

Nah, setelah kami diajari cara memakai peta dan kompas, kami di beri titik koordinat yang merupakan titik yang harus kami tuju untuk ngecamp di sana. Setelah berunding bersebelas, kami sudah sepakat dengan titik tujuan kami. Suatu hal yang perlu diketahui, cara kami unutk menuju titik tersebut adalah dengan mendayung (canoeing) perahu. Tak terbayangkan dengan cuaca di sana yang sangat terik kami mendayung perahu untuk sampai di sana.

mendayung bersama

Sekitar hampir pukul 2 kami bergegas berangkat menuju titik tujuan kami. Panas yang terik, keringat bercucuran, nafas yang tertatih seolah menjadi hal lumrah. Dengan bantuan kompas dan peta kami sampai di titik tujuan kami pukul setengah 4. Ya, hampi 2 jam kami mendayung perahu dan terbakar sengatan matahari.

Ketika sampai di tempat tujuan, kami meyesuaikan posisi kami dengan yang di peta dan ternyata titik koordinat kami pas. Setelah di beri tahu untuk mendirikan tenda, kami pun membagi tugas untuk mendirikan tenda. Menjelang malam, ada yang bertugas memasak dan memasak makanan kami untuk malam tersebut berupa nasi, tempe gorenga dan sayur kangkung, begitu nikmat rasanya. In fact, untuk mendapatkan air bersih di sana sangat susah. Kami membawa botol minum sebanyak 30 buah dan itu kami hemat-hemat agar tak boros, alhasil untuk menyuci beras pun kami memakai air waduk yang tak jelas kebersihannya (untuk masaknya memakai air bersih yang dibawa), but so far i’m ok. 😀

sempat berpose sebelum tracking

Pagi harinya kami mengadakan olahraga pagi dan dilanjutkan makan pagi berupa bubur kacang hijau. Setelah itu kami akan mengadakan tracking dan hiking ke gunung cilembu. Alhasil, kami segera bergegas merapikan tenda dan segala macam barang bawaan ke tas carriel yang kami bawa dan bersiap meninggalkan tempat camp kami tersebut yang bernama beebull.

Kami dibagi dalam 5 kelompok kerja. Ada leader, navigator, cooking, cleaner, dan sweeper. Nah, untuk tracking ini kelompok navigator yang memegang tanggung jawab lebih untuk menunjuk arah perjalanan, walaupun itu menjadi tanggung jawab tim secara keseluruhan. Kenapa ada navigator? Untuk tracking dan hiking ini kami hanya dibekali peta, kompas dan titik-titik koordinat. Dengan cuaca terik dan memanggul tas carriel, kami masih harus dituntut berfikir untuk mencari titik-titik koordinat tersebut dan tujuan intinya adalah puncak gunung cilembu.

pose ketika tracking

Kami mulai start sekitar pukul 8 dan ditargetkan sampai di puncak gunung lembu pukul 4 sore. Bisa ditebak, beberapa kali terjadi perdebatan. Ada yang buru-buru untuk sampai sesuai terget, tapi ada juga yang meminta agar jalannya lebih santai karena cape hingga 2 orang di antara kami mengalami kram di paha dan betis.

Tak usah panjang lebar deh. hehe.. kami sampai di pos terakhir sebelum mendaki sekitar pukul 2. Hal tersebut diakibatkan kami sempat nyasar dan salah menebak arah perjalanan alhasil baru jam 2 kami sampai pos terakhir tersebut. Setelah beristirahat sebentar kami langsung melanjutkan perjalanan kami. Teman-teman yang ditugaskan sebagai navigator berada di barisan terdepan dan gw berada di barisan belakang.

pemandangan waduk jatiluhur

Sayang seribu sayang, kami tak sampai puncak gunung lembu. Padahal sedikit lagi. Ya, kami sedikit nyasar. Gunung tersebut terbilang jarang untuk dinaiki para pendaki, alhasil kami bergantung pada peta dan kompas, kalaupun ada kami mengikuti jalan setapak yang ada. Pada suatu titik kami berhenti, dan navigator bersama trainer mencari tempat untuk bisa mendirikan tenda, ternyata tak ada karena jalan yang kami tempuh salah. Hanya di puncaknya lah kami dapat mendirikan tenda, di tempat lain di gunung tersebut gag bisa karena tekstur tanah yang miring dan sempit. Rona muka kecewa menghiasi muka teman-teman, tapi apa mau dikata, cuaca yang mulai mendung memaksa kami untuk segera turun ke pos terakhir kami tadi.

Hujan ternyata lebih dahulu turun. Tekstur tanah yang didominasi tanah liat mengakibatkan tanah menjadi licin hingga beberapa di antara kami terjatuh. Untunglah kami sampai di pos terakhir alam keadaan selamat walaupun kami kehilangan 1 matras dan 1 ponco, tapi tak apalah yang penting kami bertigabelas selamat.

Menjelang malam, kelompok cooking mulai memasak. Kami makan dengan lahapnya karena begitu banyak energi yang terkuras. Tapi, memang dasarnya anak muda kami tetap saja begadang hingga jam 2 ditemani kopi dan teh, dan mulai tidur jam 2.30.

tracking menuju dermaga

Bangun pukul 5.30 kami langsung olahraga dilanjutkan dengan sarapan. Hari ini merupakan hari terakhir dan waktunya kami untuk bergegas pulang.  Ternyata untuk pulang pun kami masih harus ditemani peta dan kompas. Dengan merandom kembali tugas kelompok dalam tim, tim navigator yang baru mulai mencari titik koordinat untuk mencapai dermaga, sementara yang lain mulai mempacking barang bawaan masing-masing.

Sesampainya kami di dermaga tempat kami untuk menaiki kapal motor unutk kembali ke pos awal kami. Sempat ada pertanyaan di antara kami apakah kami harus mendayung lagi atau tidak, mengingat fisik yang sudah banyak keluar. Ternyata untuk pulang ini kami tak perlu mendayung lagi, kapal motor menggunakan mesinnya untuk mengantar kami ke pos awal kami yaitu tempat PODSI (Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia).

Sampai di pos awal, barulah kami menemui kamar mandi. Teman-teman yang sudah gerah dengan badan yang tak mandi selama 3 hari segera bergegas mandi, sementara tema-teman yang cuek (termasuk gw) memutuskan untuk tidak mandi dan memilih untuk mandi di rumah saja. hehe :D. Setelah bersih-bersih kami makan siang dan bergegas pulang ke Bekasi lagi.

Bye Waduk Jatiluhur, Gunung Cilembu.. 🙂

 
3 Comments

Posted by on September 21, 2010 in liburan, pengalaman

 

Tags: , , , , , , , , ,

Nice Holiday at Pulau Tidung


Waktu libur dari tanggal 6-18 September gw pergunakan sebaik mungkin. Memang cukup susah untuk mendapatkan libur di kampus gw, alhasil jika ada waktu libur seperti ini kudu dipergunakan sebaik mungkin.

Dari yang pertama tanggal 5-7 gw ke Desa Cikandang, Cikajang, Garut (udah gw post sebelumnya). Nice place! Tempat yang asri begitu sejuk ditambah dengan pelajaran-pelajaran baru yang didapat. Gw gag cerita banyak tentang ini karena udah gw post sebelumnya.

menggila bersama

Selanjutnya, tanggal 12-13 gw dan teman-teman berlibur di Pulau Tidung. Dimulai start dari muara angke lalu kami menaiki kapal motor ke Pulau Tidung yang ditempuh selama kurang lebih 2,5 jam. Beberapa di antara kami ada yang mabok, termasuk gw walaupun gag sampai muntah.

Sesampainya di sana gw cukup kaget dengan tepi-tepi pulau yang banyak sampah, tak terurus. Kemana nih pemerintah, gag peka yaa?

Oke, lanjut. Cuaca di sana sangat terik. Panas matahari seakan menusuk-nusuk kulit secara langsung. Beberapa di antara kami menggunakan sunblock untuk mengurangi kemungkinan kulit menjadi hitam. Gw yang pada dasarnya udah hitam, tak terlalu takut lah.. hehe.. 😀

snorkeling di pulau tidung

Setelah makan siang, kami menuju tempat untuk melakukan snorkeling. It’s my first experience! Waw. Kami dibawa ke tengah laut, lalu snorkeling di sana. Melihat terumbu karang dan ikan-ikan indah secara langsung membuat gw langsung tertegun, betapa indah makhluk hidup laut ciptaan Tuhan. Seekor ikan yang sangat pipih (hampir cuma berbentuk garis) berwarna merah, kuning, hijau, biru, membuat mata gw terbelalak, ternyata ada loh ikan berbentuk seperti itu, dan masih banyak lagi bentuk ikan yang gw jumpai, begitu juga terumbu-terumbu karang.

Ada dua tempat yang kami datangi untuk snorkeling dan dua-dua tempat itu sangat menarik bagi gw. Namun ada 1 hal yang perlu diperhatikan ketika snorkeling. Kalau masalah berenang, kita bisa tenang saja, karena peralatan diberi lengkap, yang perlu diperhatikan adalah jangan sekali-kali menginjak bulu babi. Ketika gw tanya ke pemandunya, katanya bulu babi sejenis binatang berduri, dan jika terinjak kaki akan mengakibatkan sakit yang tak tertahan. Penasaran akan hal itu, gw pun meminta pemandunya untuk memberi

bulu babi

tahu bentuk bulu babi tersebut. Gw pun diajak pemandu tersebut untuk melihatnya secara langsung. Dengan teknik tertentu sang pemandu berhasil mengambil bulu babi tersebut dari dasar laut, dan gw pun coba untuk memegangnya. Menurut sang pemandu, jika dipegang dari bawah, bulu babi tidak akan beraksi apa-apa, dan itu memang benar. Yang gw rasakan ketika itu hanya geli-geli terkena duri-duri tajam dari bulu babi. Cukup untuk melihat hewan laut itu, gw pun melemparnya kembali untuk masuk ke dalam habitatnya.

sunset di pulau tidung

Menjelang sore kami menepi ke dermaga untuk sejenak beristirahat dan melihat sunset. Tetapi dari kejauhan sang pemandu memberi tahu bahwa ada sebuah jembatan bernama jembatan cinta. Sebuah jembatan yang kurang lebih mempunyai tinggi 4 meter dan biasanya dijadikan permainan. Permainan seperti apa? Sebuah permainan yang memacu adrenalin. Ya, kita melompat dari jembatan itu dan terjun ke laut. Penasaran akan rasanya terjun dari jembatan tersebut, gw pun memutuskan untuk mencoba lompat dari jembatan itu. Wah rasanya pooolll!! Takut, tegang, serem, campur-campur jadi satu. Beberapa detik di udara setelah melompat gw sempet tak bisa bernafas, begitu sudah berbeturan dengan air barulah gw bisa mengambil nafas. Buat teman-teman yang nanti mau ke pulau tidung, wajib mencoba rasa sensasi terjun dari jembatan cinta. 🙂

Setelah  itu kami makan mi rebus untuk sekadar mengisi perut, setelah itu melihat matahari tebenam di pulau tidung, walaupun tak begitu jelas namun cukup puas gw melihat keindahan alam di pulau tidung ketika sunset seperti ini.

Menjelang malam, kami bakar-bakar ikan sambil bernyanyi dengan iringan gitar. Suasana begitu damai dan tenang, suatu hal yang kerap susah ditemui di kegiatan sehari-hari kita.

pagi hari di pulau tidung

Begitu pagi kami bergegas untuk melihat sunrise, namun hampir sama dengan sunset sore sebelumnya, sunrise tak begitu jelas. Tak apalah, mata gw sudah cukup terpuaskan dengan indahnya pagi di sana.

Menjelang pukul 11 kami bergegas untuk pulang. Kembali lagi naik kapal motor selama kurang lebih 2,5 jam kami sampai di muara angke dan mencharter angkot unutk kembali pulang ke Bekasi.

Bye-bye Tidung.. 😀

 
2 Comments

Posted by on September 21, 2010 in Info, liburan, pengalaman

 

Tags: , , , , , ,