RSS

Category Archives: pendidikan

3P in My Life


Setelah hampir 1 bulan gak nyentuh blog, akhirnya ada waktu juga untuk update blog.. Apalagi di November ini, blog saya akan menyentuh umur ke 2 loh.. 😀

Pada postingan kali ini, saya akan bercerita mengenai “3p in My Life”. 3P ini adalah elemen-elemen yang membentuk karakter seorang waldo, 3P ini juga yang membuat saya belajat banyak mengenai hidup. Banyak ilmu yang saya dapat dari 3P ini. Bisa dibilang, didikan saya ya adalah 3P ini. Apa saja 3P itu? 😉

1. Parents (Orang Tua)
Tentu jelas mengapa “P” yang pertama adalah Orang tua. Merekalah yang mendidik saya dari sejak lahir hingga sekarang. Kasih sayang tulus menjadi senjata mereka dalam mendidik anak-anaknya. Saya rasa tidak perlu banyak penjelasan mengenai “P” yang pertama ini.. 🙂

2. PASKA (Persatuan Siswa/i Katolik tingkat SMA se-Bekasi)
Seperti postingan saya sebelumnya di https://catatanrodes.wordpress.com/2011/08/04/paska-bekasi-sahabat-layaknya-keluarga/, saya merasa PASKA adalah salah satu elemen yang membentuk diri saya hingga saat ini. Bagi yang sudah baca postingan saya tentang PASKA, pasti sudah tahu betapa berharganya mereka bagi saya. Pengalaman suka duka, sedih dan tertawa hingga pengalaman-pengalaman susah dalam mencari dana membuat saya menyertakan mereka di “P” yang kedua. 🙂

3. Pramuka
Yap, inilah “P” ketiga saya! PRAMUKA! Dari SD hingga di bangku kuliah sekarang ini, saya tak terlepas dari Pramuka. Pendidikan karakter serta jaringan pertemanan yang luar biasa yang dibangun di Pramuka membuat saya telah jatuh cinta pada gerakan ini.
Saya pun pernah menulis postingan mengenai Pramuka di https://catatanrodes.wordpress.com/2011/08/19/50-tahun-gerakan-pramuka-di-indonesia/

Semoga suatu saat nanti, saya dapat berbalas budi pada ketiga “P” tersebut…
0:)

 

 

 
 

Tags: , , , ,

50 Tahun Gerakan Pramuka di Indonesia


14 Agustus 1961 yang lalu, Gerakan Pramuka resmi hadir di Indonesia. Setelah 50 tahun berjalan, bagaimana kabar Pramuka saat ini?

Coba tanyakan pada anak-anak muda, apa yang terlintas dalam fikiran mereka jika tersebut kata pramuka? Jadul, aneh, panas, hitam, dan kata-kata yang menganung unsur negatif lah yang biasanya akan keluar. Entah apa yang difikirkan Baden Powell (Pendiri Scout Movement) jika melihat hal ini..

Saya berpramuka sejak SD hingga sekarang (kuliah). Entah kenapa saya merasa pendidikan di Pramuka adalah konsep pendidikan terlengkap yang membentuk seseorang bukan hanya dari sisi akademis melainkan non akamdemis, seperti watak, cara bicara hingga bergaul.

Selain hal-hal di atas, masih banyak keuntungan lain yang di dapat dari berpramuka. Keanggotaan Pramuka diakui di seluruh belahan dunia. Jadi, kalau nanti nyasar di negara manapun, cukup cari tau KWARNAS negara tersebut, tunjukkan KTA kita dan bilang kita Pramuka Indonesia. Beres deh! 😉

Dengan keanggotaan yang lintas negara, otomatis teman dan relasi pun akan bertambah tanpa mengenal batas. Kita bisa punya teman di berbagai negara, entah itu di Asia, Eropa, Amerika atau Afrika. Terlebih lagi memang ada wadah para Pramuka bertemu, seperti Jambore ataupun kegiatan perkemahan lain. Asyik bukan?

Dari sisi watak dan mental, Pramuka memiliki Tri Satya dan Dasa Darma yang jika ditepati akan membetuk seorang yang “wah”.

Dasa Darma
Pramuka Itu :

1 Takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa                            
2 Cinta Alam dan kasih sayang sesama manusia
3 Patriot yang sopan dan ksatria
4 Patuh dan suka bermusyawarah
5 Rela menolong dan tabah
6 Rajin, terampil dan gembira
7 Hemat, cermat dan bersahaja
8 Disiplin, berani dan setia
9 Bertanggung jawab dan dapat dipercaya
10 Suci dalam pikiran, perkataan dan perbuatan

Tri Satya

Demi Kehormatanku Aku berjanji akan bersungguh-sungguh :

– Menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan, Negara kesatuan Republik Indonesia, dan mengamalkan Pancasila.
– Menolong sesama hidup dan (mempersiapkan diri-penggalang) (ikut serta-penegak) membangun masyarakat.
– Menepati Dasa Darma.

Indah bukan? Memang susah untuk melaksanakan itu semua, tapi alangkah baiknya jika dicoba.. 😉

Di umurnya yang memasuki setengah abad ini, saya berharap agar Pramuka menjadi “besar” bukan hanya di kalangan Pramuka saja. Di kalangan Pramuka dikenal istilah Jambore daerah/nasional/dunia, Raimuna daerah/nasional, PeranSaka, dll. Begitu banyak kegiatan tersebut, tetapi info dan eksposnya terlalu minim, sehingga menjadikan orang tidak mengganggap Pramuka. Hanya orang-orang yang berkecimpung di dunia Pramuka saja yang tahu kegiatan tersebut. Coba saja bilang “kemarin saya baru mengikuti perkemahan Raimuna Nasional”. Apa tanggapan orang? Kemungkinan besar, biasa saja. Nothing special!

Hampir sama dengan “memakai baju dan celana pramuka”. Coba hitung berapa banyak anak muda yang masih mau memakai seragam Pramuka! BERAPA? Sungguh tragis memang. Gerakan yang awal mulanya bernama kepanduan, yang ikut serta aktif dalam persiapan kemerdekaan RI ini sudah menjadi sesuatu yang tak bernilai di kalangan orang muda. Siapa yang salah? Entahlah..

Saat ini, saya kuliah di Universitas Trisakti. Dan untungnya, di sana memiliki UKM “Gerakan Pramuka”. Sungguh suatu hal yang cukup melegakan dada, karena masih ada kampus yang memiliki kegiatan Kepramukaan. Dan yang paling membuat saya takjub adalah mayoritas dari para anggotanya adalah orang-orang yang baru mengenal Pramuka. Mereka baru secara intens mengenal Pramuka di bangku kuliah. Di saat orang lain tidak memperdulikan Pramuka, mereka mau bergabung dan mengenal Pramuka. Yang paling hebat lagi, MEREKA BANGGA MEMAKAI SERAGAM PRAMUKA! LUAR BIASA!

Setiap racana(di tingkat kampus,disebut racana) memiliki adatnya masing-masing. Begitu pula di Trisakti. Hingga di tingkat tertentu lah, para anggota boleh memakai seragam Pramuka. Hingga saat itu tiba..

Saat-saat di mana mereka memakai seragam Pramuka adalah saat yang paling ditunggu. Upacara HUT NKRI ke 66 merupakan saat pertama kali para anggota memakai seragam. Apa reaksi mereka? Mereka terlihat begitu antusias ketika memakai seragam. Dengan bangganya mereka memasuki lapangan upacara dengan seragam Pramuka. Langsung membentuk barisan dan terlihat rapi. Dengan seragam pramuka lengkap mereka mengikuti jalannya upacara yang memperingati Kemerdekaan negara ini.

Itu di dunia kuliah. Bagaimana yang di sekolah? Pengalaman berpramuka di sekolah lebih banyak lagi. Saya bersekolah di SMAN 6 Bekasi dan di sana ada kegiatan Pramuka. Dengan nama ambalan LASER (Mulawarman-Nyi Ageng Serang), banyak pengalaman yang didapat. Biarlah suatu waktu nanti, saya tulis tentang kegiatan berpramuka semasa SMA.. 🙂

Dedicated to :

Gerakan Pramuka Indonesia (Selamat HUT ke 50!!.. Tuhan memberkati)

Gerakan Pramuka Univrsitas Trisakti (Semangat kakak-kakak yang sangat semangat mengenal Pramuka!)

Gerakan Pramuka SMAN 6 Bekasi-LASER (Suatu saat nanti, saya tulis pengalaman saya bersama kalian) 🙂

dan saat-saat yang ditunggu sekarang adalah FILM 5 ELANG!! yang menceritakan kegiatan berpramuka.. WAJIB NONTON!! 😀

 
6 Comments

Posted by on August 19, 2011 in Artikel, Indonesia, kampus, pendidikan, pengalaman

 

Tags: , , , , , , ,

Memulai dari Akhir


Waaaahh… lama tak menulis di blog.. Kangeeennn!!! Ya, jujur, setelah gw ngepost tulisan tentang berumur 1 tahunnya blog gw, gw hanya sesekali menengok blog gw ini. Kesibukan di dunia nyata yang cukup menyita waktu membuat gw gag produktif untuk menulis di blog. Ada yang punya ide buat ngatasin hal itu? 😉

Di postingan kali ini gw akan bercerita tentang suat “nilai” penting yang gw dapat waktu mengikuti sebuah pelatihan kepemimpinan tanggal 26-28 November yang lalu. Bisa dilihat dari judul post ini “Memulai dari Akhir”.

Hidup manusia dimulai dari dia lahir hingga akhirnya dia meninggal. Mengapa judulnya “memulai dari akhir?” Bukankah untuk memulai segalanya dari AWAL?. Nih, akan gw akan sedikit bercerita. Hidup manusia di dunia memang berakhir ketika dia meninggal, jadi mari kita lihat dari sudut pandang ini.

Apa yang kamu inginkan orang-orang katakan tentang dirimu ketika dirimu meninggal? Sebuah pujian, hujatan, sanjungan atau caci maki? Tentu ketika kita meninggal nanti, kita ingin meninggalkan segala hal baik yang telah kita lakukan untuk dikenang orang. Nah, dari melihat “akhir” tersebut, hal-hal apa yang dapat kita lakukan untuk mewujudkan keinginan tersebut agar tercapai? Tentu melakukan hal-hal yang baik, menjauhi laranganNya, dan menjalankan perintahNya menjadi jawabannya. Jadi, agar dapat dikenang dengan baik, kita melakukan hal-hal tersebut agar “keinginan” tersebut tercapai. Pada saat itulah kita telah “memulai dari akhir”.

Contoh lain.

“Sudahkan dirimu menargetkan atau membayangkan dirimu ketika telah berumur 50 tahun? Menjadi manusia seperi apakah dirimu? Sukses atau hanya biasa-biasa saja?”

Pertanyaan simpel namun cukup “kena”. Umur gw sekarang 18 tahun, tapi kalau secara terang-terangan gw belum berfikir menjadi orang seperti apakah gw nanti ketika berumur 50 tahun. Ketika gw bertanya pada seorang teman dengan lugas ia menjawab ingin menjadi “usahawan yang sukses dan dapat keliling dunia”. Jawaban menarik bukan? Tapi, apa hal tersebut sudah difikirkan matang-matang atau hanya sekadar jawaban asal-asalan?

Mari kita patok jawaban tersebut. Jika kita “mulai dari akhir”, di mana tujuannya adalah usahawan yang sukses dan dapat keliling dunia, hal-hal apa yang dapat dilakukan agar keinginan tersebut tercapai? Pertanyaan tersebut gw lontarkan kepada teman gw tersebut, dan ia pun sempat berfikir. “Ya, belajar yang benar lah!”jawabnya. “Apakah sudah lw laksanakan?”. Ia diam.

“Memulai dari Akhir” bisa dibilang sebuah senjata motivasi, bahkan bisa menjadi senjata motivasi yang luar biasa, karena dengan telah mematok “akhir” dari yang kita inginkan, kita dapat introspeksi, mempunyai semangat dan daya juang yang tinggi agar keinginan tersebut tercapai.


 

 

 

 

 

 

Semoga bermanfaat..

Salam Fantastis!!..

 

Tags: , , ,

1 Tahun Kebersamaan SBY-Boediono


20-10-2010. Sebuah tanggal cantik yang ternyata merupakan tanggal di mana telah berlalunya 1 tahun kebersamaan yang dijalin oleh Bapak Presiden Indonesia, SBY dengan Bapak Wakil Presiden, Boediono.

Gw bukanlah seorang pengamat politik yang dapat memeberi komentar cas,cis,cus mengenai telah berjalannya pemerintahan SBY-Boediono selama 1 tahun ini, dan memang gw tidak akan memberi comment kepada pemerintahan yang sedang berlangsung ini.

Sebagai masyarakat awam, gw hanya berharap ke depannya Indonesia can become better, dari semua segi dan aspek terlebih di bidang pendidikan. Kenapa pendidikan? Menurut pikiran gw, negara yang cerdas adalah negara yang memperhatikan tingkat kualitas pendidikannya. KUALITAS bukan KUANTITAS. Sehingga pada nantinya tercipta manusia-manusia Indonesia yang mempunyai daya saing di mata internasional.

Ya, semoga saja kedua insan manusia yang memikul amanat dari seluruh rakyat Indonesia ini dapat menjalankan tugas mereka dengan baik sehingga membawa Indonesia ke tempat yang memang menunjukkan “THE REAL INDONESIA“, maksudnya Indonesia yang memang benar-benar Indonesia! Sebuah negara yang dapat mengoptimalkan semua hal yang telah dimiliki, seperti sumber daya alam yang melimpah ruah, budaya dan aneka suku yang beragam, termasuk sumber daya manusia yang berkualitas . Mereka tentu tidak dapat bekerja sendiri, perlu bantuan dari berbagai pihak termasuk DIRI KITA!

Proficiat untuk INDONESIA!

 
1 Comment

Posted by on October 19, 2010 in Artikel, Indonesia, opini, pendidikan

 

Tags: , , , , , ,

Ketika UTS Menyerang


Huff..

2 minggu ini dipenuhi ama UTS, alhasil jarang0jarang updade di blog..

mau cerita-cerita nih tentang uts kemarin..

Kalau udanh denger kata “ujian”, entah kenapa barulah para pelajar (gw menitikberatkan di mahasiswa karena sekarang gw sedang menjadi mahasiswa) tersadar mengenai kewajibannya yaitu BELAJAR. Bahkan, masih H-2 minggu menjelang uts, para mahasiswa telah membentuk kelompok belajar untuk menghadapi UTS. Ngebentuknya sih H-2 minggu, belajarnya mah tetep ja H-1. Menjelang UTS, tempat fotokopy sekitar kampus mendadak rame untuk memfotocopy catatan teman. Menjelang waktu masuk kelas untuk ujian, di luar kelas banyak mahasiswa diskusi mengerjakan soal.

Itulah yang menjadi pertanyaan. Kenapa hanya belajar menjelang ujian? Terlebih ketika waktu sudah mepet. Seperti terprogram di otak, kalau mau ujian saja belajarnya.

Gak munafik, gw pun seperti itu. Bahkan gw baru belajar H-10 jam menjelang ujian. Bahkan ketika gw tanya beberapa teman yang lain, semuanya seperti itu! Belajar hanya menjelang ujian saja. Ironi? memang. Kalau kata bokap gw “tentara itu perlu latihan terus menerus sebelum perang yang sesungguhnya. Itu sama dengan mahasiswa. Belajar terus sebelum menempuh ujian. Gak mungkin tentara bisa menang perang kalau hanya latihan H-1 sebelum perang. Apalagi kalau perangnya dadakan. Gimana mau siap? Begitu juga mahasiswa!” Kata-kata bokap sering terngiang ditelinga. Tapi, hingga sekarang amat sulit diwujudkan.

Melihat kenyataan seperti itu, sepertinya mahasiswa balajar hanya untuk mencari nilai, bukan ilmu. Ya, hanya nilai tujuan utamanya. Padahal ilmu lah yang pada nantinya akan terpakai di masa depan, bukan nilai yang kita dapat waktu ujian. Alhasil, tak heran ketika mendengar banyak sarjana yang menganggur. Selain memang lapangan pekerjaan yang kurang, ‘label’ sarjana didapat hanya karena mengekjar nilai ketika kuliah bukan ilmu. Ya, ini memang cuma pendapat gw. Entah benar ataupun tidak. Yang sekarang terfikirkan oleh gw, gimana cara mengubah sistem belajar yang salah seperti itu..

 
5 Comments

Posted by on May 3, 2010 in kampus, pendidikan

 

Tags: , , ,

3 Tipe Manusia


Sebelumnya, gw mau ngucapin SELAMAT PASKAH buat yang merayakannya.. Semoga Damai Paskah selalu menyertai kita.. Amin..

Wah, udah masuk tanggal ke-4 aja nih di bulan ke-4 tahun ini. Lama gak posting di blog karena kudu nyelesain kerjaan di dunia nyata (gaya.. hehe) 🙂

Rabu, 31 Maret kemarin gw ikut seleksi untuk masuk ormawa. Di sela-sela seleksi, seorang senior memaparkan 3 tipe manusia. Loser, Skeptis, dan Warrior. Ia seolah menegaskan bahwa orang Warrior lah yang bisa bergabung di ormawa.

Begini lebih jelasnya..

Loser -> Tipe pecundang.  Tipe orang seperti ini adalah tipe orang-orang yang sudah kalah sebelum berperang. Pemikirannya selalu “kalah”, selalu berfikir “sudah tidak bisa” sebelum mencobanya.

Skeptis -> Tipe orang ragu-ragu. Plin-plan menjadi sifat khas orang tipe ini. Gak berani ambil keputusan, selalu mengikuti aliran kemana dia dibawa.

Warrior -> Tipe pejuang. Dalam benaknya selalu muncul kata “OPTIMIS”. Tak ada fikiran kalah sebelum mencoba. Selalu mencoba hal-hal positif.

Nah, setelah 3 tpe itu dipaparkan, yang dicamkan oleh gw adalah tipe “Warrior”. Bagaimana pola pikir kita bisa selalu optimis dan positif, tak ada kata menyerah sebelum mencoba.

Bagaimana dengan anda?..

 
8 Comments

Posted by on April 4, 2010 in pendidikan, Pengembangan Diri

 

Tags: , , ,

UAN


20-24 April 2009 yang lalu gw dan kawan-kawan seangkatan dihadapakan pada Ujian Akhir Nasional (UAN) SMA. Ujian penentu kelulusan yang menjadi momok yang cukup menakutkan bagi para siswa/i kelas 3 SMP dan SMA. Bagaimana tidak? Kelulusan dari hasil belajar 3 tahun hanya ditentukan dalam 5 hari ujian.

Masih banyak pro-kontra terhadap kebijakan ini. Mungkin karena gw pernah merasakan UAN, gw menjadi pihak kontra dalam hal ini. Perjuangan selama 3 tahun seolah tak berarti jika UAN tak lulus. Keringat yang dikeluarkan selama 3 tahun tak berarti dengan tak lulusnya UAN. Bisa dirasakan bagaimana rasanya jika tak lulus ujian tersebut.

Tak heran di koran-koran marak diberitakan mengenai kecurangan dalam UAN. Sekolah tentu ingin menunjukkan kemampuan terbaik mereka dalam meluluskan para siswa mereka. Tak kalah juga, para pemimpin-pemimpin daerah tentu ingin membuktikan daerah mereka yang terbaik dalam bidang pendidikan. Jadi, tak kaget kalau banyak berita kecurangan yang menghinggapi UAN.

Kemampuan pendidikan siswa di kota dan daerah tentu pula berbeda, sehingga UAN dirasa belum cocok menjadi penentu kelulusan para siswa/i di Indonesia. Untuk pemerintah, bukankah dana anggaran UAN bisa alokasikan untuk membenahi struktur pendidikan Indonesia terlebih dahulu? Lah ini, fondasi pendidikan di Indonesia saja masih amburadul, malah mau buat UAN sebagai penentu kelulusan.

Tahun ini UAN tingkat SMA akan diselenggarakan tanggal 22 Maret-26 Maret 2010. Gw berharap semoga para siswa/i dapat mengeluarkan kemampuan terbaik mereka. Sehingga bisa lulus dengan nilai terbaik. Amin.

“Berbagai pendapat memang bisa dikemukakan. Semoga pemerintah dapat menemukan jalan terbaik untuk pendidikan di Indonesia agar tak kalah saing dengan negara lain.”

 
7 Comments

Posted by on March 20, 2010 in Artikel, Motivasi, pendidikan

 

Tags: , ,